MALILI, Kabartambang.com – Upaya PT Vale Indonesia Tbk dalam mengembangkan potensi masyarakat melalui pemanfaatan lahan dan pengelolaan kawasan pesisir mendapat pengakuan dalam ajang InTechSEA Awards 2026.
Dua program pemberdayaan PT Vale masing-masing memperoleh Gold Award pada kategori Corporate Social Responsibility (CSR) & Community Empowerment sektor Food dan Maritime.
Pada sektor Food, penghargaan diberikan kepada Program PONDATA yang berfokus pada pemanfaatan lahan yang sebelumnya kurang produktif menjadi lahan bernilai ekonomi dengan mengoptimalkan komoditas lokal.
Melalui pendekatan partisipatif dan bertahap, program tersebut melibatkan masyarakat serta membangun kolaborasi dengan pemerintah desa, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi.
Hingga saat ini, sekitar lima hektare lahan terdegradasi telah dikembangkan menjadi lahan produktif. Program tersebut antara lain mencakup penanaman 36.000 pohon nanas dan 200 pohon kelapa kerdil.
Pengembangan komoditas tersebut kemudian dilanjutkan dengan pengolahan hasil menjadi produk bernilai tambah. Sedikitnya lima produk berbahan nanas telah dikembangkan, yakni selai, jus, dodol, manisan, dan keripik.
Program PONDATA tercatat melibatkan 105 penerima manfaat langsung dan 390 penerima manfaat tidak langsung.
Sementara itu, penghargaan sektor Maritime diberikan kepada Program Restorasi dan Konservasi Wilayah Pesisir serta Produk Olahan Laut di Kecamatan Malili.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menghadapi perubahan ekosistem pesisir dan laut sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim dan risiko bencana.
Pendekatan yang digunakan adalah Ecosystem-Based Approach (EBA), dengan memanfaatkan fungsi dan jasa ekosistem sebagai bagian dari solusi dalam menangani persoalan lingkungan pesisir dan laut.
Pelaksanaannya mencakup pemulihan dan konservasi ekosistem terumbu karang, mangrove, serta padang lamun. Pada saat yang sama, masyarakat pesisir didorong mengembangkan produk olahan hasil laut untuk memperkuat sumber penghidupan.
Kedua program tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Vale. Program tidak hanya diarahkan pada pemberian bantuan, tetapi juga peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan lokal, pemanfaatan potensi wilayah, dan kemandirian masyarakat.
Director dan Chief Human Capital Officer PT Vale, Heriyanto Agung Putra, mengatakan pelibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun dampak sosial yang berkelanjutan.
“Program pemberdayaan yang kuat lahir ketika masyarakat ditempatkan sebagai bagian utama dari proses, bukan sekadar penerima manfaat. Oleh karena itu, kami terus mendorong pendekatan kolaboratif yang mempertemukan pengetahuan masyarakat, pemerintah, akademisi, dan berbagai mitra,” ujarnya.











