Ditjen Minerba Gelar FGD Sinergitas dalam Perbaikan Tata Kelola Pertambangan Mineral

Avatar photo

- Editor

Kamis, 12 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABAR TAMBANG – Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tajuk Sinergitas dalam Perbaikan Tata Kelola Pertambangan Mineral.

Kegiatan diskusi yang dihadiri direksi perusahaan pertambangan mineral ini turut menggandeng perwakilan dari Kejaksaan Agung, Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) Inspektorat Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Indonesia Mining Association, serta perwakilan akademisi dari UPN “Veteran” Yogyakarta.

Latar belakang diadakannya kegiatan ini adalah tantangan-tantangan di sektor mineral dan batubara, dimulai dari sisi lingkungan, sosial, keselamatan, hingga sisi regulasi dan pengawasan yang harus dihadapi dengan membutuhkan kerja sama yang baik antar kementerian dan lembaga.

BACA JUGA  5 Pekerja Indonesia di NNI Raih Penghargaan Global CNGR Group Tiongkok 

Hal tersebut juga dijelaskan oleh Hendra Gunawan, Direktur Teknik dan Lingkungan Ditjen Minerba yang berkesempatan membuka kegiatan dan memberikan sambutan kunci.

“Karena itu, Ditjen Minerba memerlukan upaya bersama dari unsur lainnya untuk melakukan perbaikan tata kelola yang lebih baik, transparan, dan akuntabel” ungkap Hendra dihadapan puluhan peserta kegiatan.

Hendra juga menambahkan bahwa alasan dari pentingnya upaya bersama adalah karena peranan industri pertambangan minerba sangat penting bagi pembangunan nasional. Industri pertambangan mineral dapat menjadi penopang perekonomian nasional, khususnya hilirisasi sektor mineral logam.

Dalam sambutan kuncinya, Hendra juga merunutkan lima poin penting yang harus diperhatikan terkait dengan tata kelola pertambangan mineral.

BACA JUGA  NNI Gelar Lomba Cerdas Cermat Bulan K3, Rotary Kiln 2 Raih Juara Pertama

Dimulai dari peningkatan transparansi dan akuntabilitas, penguatan regulasi dan pengawasan, optimalisasi penerimaan negara, dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Selain itu, Hendra juga menekankan tentang pentingnya peningkatan sinergi antar pemangku kepentingan.

Oleh karena itu, dari kegiatan FGD ini diharapkan terdapat sinergi dan kerja sama yang optimal antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat untuk mencapai tata kelola yang baik.

“Kita harus memperkuat sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pengelolaan mineral dan juga batubara” pungkas Hendra. ***

Berita Terkait

Begini Aksi Sosial PT Vale IGP Pomalaa
IPR Nilai Nilai WFH Dorong Gaya Hidup Sehat-Bijak Masyarakat
Aksi Cepat PT Timah Bantu Padamkan Kebakaran di Pangkalpinang
PT NNI Salurkan Paket Bantuan Sembako, Perkuat Kepedulian ke Masyarakat
Halal Bihalal Perusahaan NNI Pererat Kebersamaan dan Sinergi
Konsumsi BBM Naik, Stok Energi di Jambi Tetap Aman
PT Vale Serahkan Ambulans untuk PMI Kolaka Perkuat Layanan Darurat
Kebijakan WFH Dinilai Relevan Tekan Konsumsi BBM

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 18:48 WITA

Begini Aksi Sosial PT Vale IGP Pomalaa

Rabu, 1 April 2026 - 18:13 WITA

IPR Nilai Nilai WFH Dorong Gaya Hidup Sehat-Bijak Masyarakat

Senin, 30 Maret 2026 - 23:46 WITA

Aksi Cepat PT Timah Bantu Padamkan Kebakaran di Pangkalpinang

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:40 WITA

PT NNI Salurkan Paket Bantuan Sembako, Perkuat Kepedulian ke Masyarakat

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:20 WITA

Halal Bihalal Perusahaan NNI Pererat Kebersamaan dan Sinergi

Berita Terbaru

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Korporasi

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:26 WITA

Pertamina siagakan pasokan BBM, LPG dan layanan motoris di Jalur Pantura serta dorong UMKM untuk dukung arus mudik Idulfitri 1447 H.

Korporasi

Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:21 WITA

Harga minyak mentah Indonesia Februari naik menjadi USD68,79 per barel dipicu ketegangan geopolitik dan penurunan produksi minyak global.

Pemerintahan

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:18 WITA