KABARTAMBANG – Anggota Komisi XII DPR RI, Alfons Manibui, menilai kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) yang tengah dikaji pemerintah dapat menjadi langkah strategis dalam efisiensi energi nasional.
Wacana tersebut dinilai relevan di tengah dinamika geopolitik global yang mendorong lonjakan harga minyak dunia hingga menembus angka US$ 100 per barel.
Alfons menyebut kajian yang dilakukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional.
Ia menilai pendekatan tersebut tidak hanya berfokus pada ketersediaan pasokan energi, tetapi juga pada pengendalian konsumsi.
“Langkah tersebut menunjukkan pemerintah tidak hanya fokus pada penguatan pasokan energi, tetapi juga mulai memperkuat pengelolaan konsumsi energi secara lebih efisien dan terukur,” ujar Alfons.
DPR Dorong Kajian WFH Dilakukan Secara Menyeluruh
Alfons mengapresiasi langkah pemerintah yang mulai mengedepankan manajemen sisi permintaan energi sebagai bagian dari strategi nasional.
Pendekatan tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah tekanan global.
Ia menegaskan bahwa kebijakan efisiensi energi perlu dirancang secara komprehensif agar dapat berjalan optimal.
Menurutnya, kajian terhadap penerapan WFH harus mempertimbangkan berbagai aspek agar tidak mengganggu produktivitas nasional.
Selain itu, kebijakan ini juga dinilai dapat menjadi bagian dari perubahan menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.
Transformasi tersebut mencakup dorongan terhadap perubahan pola konsumsi energi masyarakat secara bertahap.
Sebagai wakil dari daerah pemilihan Papua Barat, Alfons menyoroti pentingnya pemerataan dalam kebijakan energi nasional.
Ia menekankan agar kebijakan efisiensi tetap memperhatikan kondisi daerah yang masih membutuhkan penguatan infrastruktur energi.
“Kami berharap kebijakan efisiensi energi tetap memperhatikan kondisi daerah, agar seluruh wilayah, termasuk Papua Barat, tetap mendapatkan perhatian,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah tengah mengkaji berbagai langkah untuk menekan konsumsi BBM.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penerapan WFH sebagai bagian dari upaya penghematan energi.
“Memang ada beberapa langkah-langkah yang akan dilakukan, tapi sedang dikaji, tentang apakah kita membutuhkan WFH,” ujar Bahlil.
Sejumlah negara telah lebih dahulu menerapkan kebijakan serupa sebagai respons terhadap tekanan global.
Thailand mendorong aparatur negara bekerja dari rumah untuk menekan konsumsi energi.
Filipina juga menerapkan sistem kerja empat hari dalam sepekan di sektor publik guna meningkatkan efisiensi penggunaan energi.












