PT TIMAH Buka Akses Investor, Smelter dan Proses Tambang

Avatar photo

- Editor

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT TIMAH (Persero) Tbk terus memperkuat keterbukaan informasi

PT TIMAH (Persero) Tbk terus memperkuat keterbukaan informasi

KABARTAMBANG – PT TIMAH (Persero) Tbk terus memperkuat keterbukaan informasi dan komunikasi dengan para pemangku kepentingan melalui kunjungan investor ke area operasional perusahaan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kegiatan tersebut memberi kesempatan kepada investor untuk melihat langsung rantai bisnis perusahaan, mulai dari aktivitas penambangan hingga proses pengolahan timah.

Kunjungan kali ini diikuti analis dari CGS International Sekuritas yang ingin memperoleh gambaran lebih menyeluruh mengenai industri timah nasional.

Research Analyst CGS International Sekuritas, Joanne Ong, mengaku kunjungan itu memberi kesan positif sekaligus menambah pemahamannya terhadap bisnis timah.

“Ini sangat mengesankan dan membantu memperdalam pemahaman kami, terutama karena bisa melihat langsung proses produksinya,” ujarnya.

BACA JUGA  PT Vale Kembangkan Proyek Hilirisasi Nikel di Tiga Wilayah

Menurut Joanne, proses produksi menjadi bagian paling menarik selama kunjungan berlangsung.

Ia menilai pengalaman tersebut akan semakin lengkap apabila ke depan investor juga dapat melihat langsung langkah penegakan terhadap aktivitas tambang ilegal.

Hal senada disampaikan Research Associate CGS International Sekuritas, Edward Halim. Ia mengapresiasi keterbukaan PT TIMAH yang memberikan akses informasi kepada investor.

Edward menyebut proses peleburan timah serta aktivitas tambang laut menjadi pengalaman paling menarik selama kunjungan.

Menurutnya, secara keseluruhan agenda itu memberi gambaran yang lebih jelas mengenai operasional perusahaan.

BACA JUGA  Program Beasiswa PT Timah Ramai Peminat di Bangka Belitung dan Kepri

Dari sisi prospek bisnis, para analis menilai kinerja jangka pendek PT TIMAH masih cukup positif, sementara peluang jangka panjang tetap menjanjikan meski ada tantangan dalam pelaksanaan operasional.

Joanne menjelaskan prospek perusahaan sangat bergantung pada tingkat produksi, sehingga sejumlah faktor masih perlu dicermati seperti aktivitas satgas serta jumlah kapal operasi milik perusahaan maupun mitra kerja.

Selain itu, potensi pertumbuhan dinilai masih terbuka melalui peningkatan volume produksi. Namun kepastian dukungan operasional, termasuk pengelolaan aset sitaan dan penguatan pengawasan lapangan, menjadi faktor penting untuk menjaga optimisme investor. ***

Berita Terkait

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026
Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua
MIND ID Dorong Hilirisasi untuk Perkuat Penerimaan Negara
ANTAM Perkuat Hilirisasi Nikel dan Integrasi Bauksit-Alumina
MIND ID Perkuat Kedaulatan Mineral lewat Integrasi Tembaga dan Emas
HUT ke-50, PT TIMAH Kumpulkan 41 Kantong Darah di Bangka Selatan
Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi BBM di FT Tanjung Gerem
Pertamina Fasilitasi Sertifikasi Halal untuk 50 UMKM Binaan
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 08:26 WITA

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Selasa, 22 September 2026 - 08:21 WITA

Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua

Rabu, 16 September 2026 - 08:41 WITA

MIND ID Dorong Hilirisasi untuk Perkuat Penerimaan Negara

Minggu, 13 September 2026 - 08:35 WITA

ANTAM Perkuat Hilirisasi Nikel dan Integrasi Bauksit-Alumina

Sabtu, 12 September 2026 - 08:38 WITA

MIND ID Perkuat Kedaulatan Mineral lewat Integrasi Tembaga dan Emas

Berita Terbaru

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Korporasi

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:26 WITA

Pertamina siagakan pasokan BBM, LPG dan layanan motoris di Jalur Pantura serta dorong UMKM untuk dukung arus mudik Idulfitri 1447 H.

Korporasi

Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:21 WITA

Harga minyak mentah Indonesia Februari naik menjadi USD68,79 per barel dipicu ketegangan geopolitik dan penurunan produksi minyak global.

Pemerintahan

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:18 WITA