KABARTAMBANG – PT Vale Indonesia merupakan perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel terintegrasi yang beroperasi di Blok Sorowako, Sulawesi Selatan.
Perusahaan mengolah bijih nikel laterit menggunakan teknologi pirometalurgi dan peleburan untuk menghasilkan produk akhir berupa nikel matte.
Pada 2024, PT Vale menargetkan produksi mencapai 70.800 metrik ton nikel matte.
PT Vale beroperasi berdasarkan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang berlaku hingga 28 Desember 2035.
Wilayah konsesi perusahaan mencakup area seluas 118.017 hektare yang tersebar di Sulawesi Selatan seluas 70.566 hektare, Sulawesi Tengah seluas 22.699 hektare, dan Sulawesi Tenggara seluas 24.752 hektare.
Selain operasi utama di Sorowako, PT Vale juga mengembangkan proyek Indonesia Growth Project (IGP) di sejumlah wilayah.
Proyek tersebut meliputi fasilitas HPAL di Pomalaa dengan nilai investasi 4,5 miliar dolar Amerika Serikat bersama Ford dan Huayou.
PT Vale juga mengembangkan proyek di Morowali senilai 2 miliar dolar Amerika Serikat bersama GEM Co. Ltd.
Sementara proyek Sorowako Limonite dikembangkan dengan investasi 2,3 miliar dolar Amerika Serikat bersama Huayou.
Pengembangan proyek tersebut mendukung program hilirisasi nasional sekaligus penguatan industri kendaraan listrik dan transisi energi global.
PT Vale memperkirakan seluruh proyek itu akan menciptakan lebih dari 12 ribu lapangan kerja hingga akhir 2025.
Pada akhir 2024, perusahaan mulai menjual bijih nikel dari Blok Pomalaa dengan kuota 200 ribu metrik ton.
PT Vale juga menargetkan dimulainya operasi penambangan dan penjualan bijih saprolit dari Blok Morowali pada pertengahan 2025 untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.











