ANTAM Perkuat Hilirisasi Nikel dan Integrasi Bauksit-Alumina

Avatar photo

- Editor

Minggu, 13 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses penambangan dan pemurnian emas ANTAM dari tambang bawah tanah Pongkor hingga menjadi emas batangan murni 99,99 persen.

Proses penambangan dan pemurnian emas ANTAM dari tambang bawah tanah Pongkor hingga menjadi emas batangan murni 99,99 persen.

KABARTAMBANG – PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) memperkuat pengembangan hilirisasi mineral melalui pengembangan rantai nilai nikel serta integrasi bisnis bauksit hingga produk alumina.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ANTAM, Arini Kasmira, mengatakan hilirisasi menjadi bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang perseroan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral di dalam negeri.

“Pengembangan hilirisasi merupakan bagian penting dari strategi pertumbuhan jangka panjang ANTAM. Kami ingin memastikan sumber daya yang dimiliki Perseroan dapat memberikan nilai tambah yang semakin optimal melalui pengembangan rantai bisnis yang lebih terintegrasi, dengan tetap memperhatikan aspek keekonomian proyek dan pengelolaan risiko,” jelas Arini.

Pada komoditas nikel, ANTAM mencatat produksi bijih sekitar 7,78 juta wet metric ton (wmt) sepanjang Semester I 2026. Sementara volume penjualan mencapai sekitar 6,77 juta wmt.

Seluruh penjualan bijih nikel ANTAM pada periode tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.

BACA JUGA  Kuota Produksi Terbatas, Vale Tegaskan Operasional Tetap Normal

Pengembangan hilirisasi nikel dilakukan melalui pembangunan rantai nilai yang mencakup kegiatan pertambangan, fasilitas Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) dan High Pressure Acid Leach (HPAL), hingga pengembangan material baterai dan sel baterai.

Rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya ANTAM mendukung pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik di dalam negeri.

Di sektor bauksit, perseroan juga mengembangkan integrasi dari kegiatan pertambangan hingga pengolahan menjadi alumina. ANTAM memiliki tambang bauksit di Tayan serta fasilitas Chemical Grade Alumina (CGA) melalui PT Indonesia Chemical Alumina dengan kapasitas terpasang 300 ribu ton per tahun.

ANTAM juga memiliki 40 persen kepemilikan pada fasilitas Smelter Grade Alumina (SGA) Mempawah yang memiliki kapasitas terpasang 1 juta ton per tahun.

Pengembangan tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas mineral sekaligus memperkuat keterkaitan antara sektor pertambangan dan industri pengolahan mineral nasional.

BACA JUGA  PT Vale dan BNN Sulsel Deklarasi Program Sekolah Bersinar di Luwu Timur

Di tengah agenda pengembangan bisnis, ANTAM tetap mempertahankan prinsip kehati-hatian dalam investasi dan pengelolaan risiko.

Hingga Semester I 2026, perseroan mencatat total aset Rp61,27 triliun, ekuitas Rp38,53 triliun, serta kas dan setara kas Rp9,23 triliun.

Arini mengatakan posisi keuangan tersebut menjadi dasar bagi perusahaan dalam menjalankan agenda pertumbuhan.

“Kami akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, disiplin investasi, dan pengelolaan risiko. Setiap agenda pengembangan akan kami jalankan secara prudent agar memberikan nilai tambah yang optimal sekaligus menjaga kesehatan keuangan Perseroan dalam jangka panjang,” katanya.

ANTAM selanjutnya akan mengoptimalkan portofolio emas, nikel, dan bauksit sekaligus melanjutkan pengembangan hilirisasi sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Berita Terkait

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026
Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua
MIND ID Dorong Hilirisasi untuk Perkuat Penerimaan Negara
MIND ID Perkuat Kedaulatan Mineral lewat Integrasi Tembaga dan Emas
HUT ke-50, PT TIMAH Kumpulkan 41 Kantong Darah di Bangka Selatan
Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi BBM di FT Tanjung Gerem
Pertamina Fasilitasi Sertifikasi Halal untuk 50 UMKM Binaan
PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi untuk 50 Pelajar Luwu Timur
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 08:26 WITA

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Selasa, 22 September 2026 - 08:21 WITA

Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua

Rabu, 16 September 2026 - 08:41 WITA

MIND ID Dorong Hilirisasi untuk Perkuat Penerimaan Negara

Minggu, 13 September 2026 - 08:35 WITA

ANTAM Perkuat Hilirisasi Nikel dan Integrasi Bauksit-Alumina

Sabtu, 12 September 2026 - 08:38 WITA

MIND ID Perkuat Kedaulatan Mineral lewat Integrasi Tembaga dan Emas

Berita Terbaru

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Korporasi

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:26 WITA

Pertamina siagakan pasokan BBM, LPG dan layanan motoris di Jalur Pantura serta dorong UMKM untuk dukung arus mudik Idulfitri 1447 H.

Korporasi

Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:21 WITA

Harga minyak mentah Indonesia Februari naik menjadi USD68,79 per barel dipicu ketegangan geopolitik dan penurunan produksi minyak global.

Pemerintahan

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:18 WITA