KABARTAMBANG – Perusahaan tambang nikel PT Vale Indonesia Tbk melaporkan perkembangan signifikan dalam pembangunan proyek Indonesia Growth Project (IGP) Morowali yang menjadi bagian dari program hilirisasi mineral nasional.
Presiden Direktur dan CEO PT Vale Bernardus Irmanto menyampaikan bahwa proyek tersebut merupakan investasi besar yang ditujukan untuk memperkuat rantai nilai industri nikel Indonesia.
Saat ini, pembangunan infrastruktur tambang pada proyek tersebut telah mencapai sekitar 99 persen, menandai kesiapan menuju tahap operasional. Sementara itu, pembangunan pabrik pengolahan nikel berbasis teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) masih terus berlangsung dengan progres sekitar 27 persen.
Fasilitas pengolahan tersebut direncanakan mulai beroperasi secara bertahap dalam kurun waktu 2026 hingga 2027.
Sepanjang tahun berjalan, proyek IGP Morowali juga mencatatkan penjualan sekitar 2,2 juta ton bijih nikel. Kinerja tersebut dinilai mampu mendukung arus kas perusahaan sekaligus memberikan kontribusi terhadap penerimaan daerah dan negara.
Di sisi lain, PT Vale juga memperkuat komitmen terhadap pengelolaan lingkungan melalui berbagai program rehabilitasi lahan pascatambang. Salah satunya dengan membangun fasilitas persemaian atau nursery yang memiliki kapasitas produksi hingga 700 ribu bibit tanaman setiap tahun.
Fasilitas tersebut akan digunakan untuk mendukung program reklamasi dan revegetasi kawasan operasional perusahaan.
Selain fokus pada aspek operasional dan lingkungan, perusahaan juga menjalankan berbagai program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Program tersebut disusun sesuai delapan pilar pembangunan yang ditetapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Pilar tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, peningkatan pendapatan masyarakat, pengembangan ekonomi lokal, sosial budaya, lingkungan, penguatan kelembagaan, serta pembangunan infrastruktur.
Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, keberadaan smelter di Sambalagi serta kegiatan pertambangan di Bungku Timur memberikan dampak langsung bagi perkembangan wilayah setempat.
“PT Vale telah mengambil langkah yang tepat dengan membangun smelter di Sambalagi dan mengelola tambang di Bungku Timur. Wilayah tersebut kini merasakan langsung manfaat dari kehadiran perusahaan,” ujarnya.
Pemerintah daerah berharap kerja sama antara perusahaan, pemerintah, serta masyarakat dapat terus diperkuat sehingga investasi di sektor pertambangan mampu memberikan nilai tambah jangka panjang bagi daerah.











