Bahlil Buka Lelang 118 Blok Migas

Avatar photo

- Editor

Jumat, 19 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia

KUTIP.co – Pemerintah terus mempercepat langkah menuju ketahanan dan swasembada energi di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional serta dinamika geopolitik global yang memengaruhi stabilitas pasokan energi dunia.

Salah satu strategi yang ditempuh adalah mempercepat eksplorasi dan pengembangan sektor minyak dan gas bumi (migas) guna mendukung target produksi nasional sebesar 900 ribu hingga 1 juta barel minyak per hari pada 2029.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka peluang investasi yang lebih luas melalui penawaran lelang sejumlah Wilayah Kerja (WK) Migas potensial.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan cadangan dan produksi migas nasional secara berkelanjutan.

“Ini saya buka secara umum, siapa saja boleh ikut. Tidak perlu nego-nego di belakang meja. Yang penting kalian punya teknologi, kalian punya uang, kalian punya keseriusan. Silahkan mengelola hasil yang ada untuk kebaikan rakyat bangsa dan negara,” ujar Bahlil saat membuka Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 di Tangerang, Banten.

Hingga Mei 2026, Kementerian ESDM telah mengidentifikasi sebanyak 118 Wilayah Kerja Migas yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan.

Sebanyak 43 wilayah masih berada pada tahap studi bersama.

Sebanyak 50 wilayah berada pada tahap penawaran studi dan akuisisi data baru.

Sementara 25 wilayah lainnya telah ditandatangani kontraknya.

BACA JUGA  Pemerintah Percepat Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Dari jumlah tersebut, delapan wilayah kerja merupakan hasil lelang tahun 2025 yang penandatanganan kontraknya disaksikan langsung oleh Menteri ESDM.

Delapan Blok Migas Baru Simpan Potensi 255 Juta Barel Minyak

Delapan wilayah kerja tersebut meliputi Gagah, Bintuni, Karunia, Drawa, Jalu, Southwest Andaman, Barong, dan Nawasena.

WK Gagah yang berada di daratan Sumatera Selatan memiliki potensi sumber daya sebesar 173 juta barel minyak dan 1,1 TCF gas.

WK Bintuni di Papua Barat diperkirakan menyimpan potensi 2,1 TCF gas.

WK Karunia yang berada di Sumatera Utara dan Riau memiliki potensi 82 juta barel minyak serta 0,13 TCF gas.

WK Drawa di Papua Barat dan Papua Barat Daya diperkirakan memiliki sumber daya 0,36 TCF gas.

WK Jalu di Laut Andaman memiliki potensi sebesar 2,9 TCF gas.

WK Southwest Andaman diperkirakan menyimpan potensi hingga 3 TCF gas.

WK Barong yang berada di perairan Jawa Timur dan Sulawesi Selatan memiliki sumber daya sekitar 2,9 TCF gas.

Sementara WK Nawasena di Jawa Timur memiliki potensi sebesar 1,3 TCF gas.

Secara keseluruhan, delapan wilayah kerja tersebut memiliki total komitmen pasti sebesar USD57,95 juta.

Total bonus tanda tangan yang diperoleh mencapai USD3,15 juta.

Potensi sumber daya yang tersimpan diperkirakan mencapai 255 juta barel minyak dan 13,79 TCF gas.

BACA JUGA  Kesepakatan Dagang AS Tak Ubah Kebijakan Hilirisasi

Menurut Bahlil, tingginya minat investor terhadap blok migas tersebut menunjukkan besarnya kepercayaan dunia usaha terhadap potensi energi Indonesia.

Ia menilai investasi tersebut dapat menjadi katalis penting dalam menemukan cadangan migas baru dan meningkatkan produksi nasional.

Selain itu, investasi juga diharapkan mampu meningkatkan penerimaan negara dan membuka lapangan pekerjaan.

Bahlil turut mendorong keterlibatan pengusaha daerah dalam proyek-proyek migas di wilayah masing-masing.

Menurutnya, pelaku usaha lokal harus mendapatkan kesempatan yang sama selama memiliki kompetensi dan kemampuan yang memadai.

“Agar pengusaha-pengusaha daerah itu harus dikolaborasikan, jangan semua kontraktor orang Jakarta semua. Jadikanlah orang daerah itu menjadi tuan di negerinya sendiri selama mereka profesional,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Kementerian ESDM, SKK Migas, dan para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Kolaborasi tersebut dinilai penting agar seluruh proyek dapat berjalan sesuai aturan dan selesai tepat waktu.

Bahlil meminta seluruh pihak tidak menghambat investasi yang masuk ke sektor hulu migas.

“Saya minta jangan lagi diperlambat investor di KKKS. Di hulu migas ini resikonya besar, jangan dipersulit, harus dipermudah,” tegasnya.

Menurutnya, kerja sama yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci untuk mewujudkan target peningkatan produksi migas nasional serta memperkuat ketahanan energi Indonesia di masa depan.

Berita Terkait

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor
Pemerintah Dorong Hilirisasi Minerba dan Perluas Manfaat Tambang bagi Masyarakat
Tata Kelola Minerba Diperbaiki, PNBP Disebut Meningkat Meski Produksi Batu Bara Turun
PSEL Legok Nangka Olah 2.131 Ton Sampah Jadi Listrik
Pemerintah Percepat Operasional PLTA Batang Toru 510 MW
Komisaris Utama Pertamina Tinjau Fasilitas Energi di Kupang
Wamen ESDM Tekankan Integritas dan Disiplin Pejabat
Grup MIND ID Salurkan 1.735 Hewan Kurban ke Berbagai Daerah

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 08:18 WITA

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor

Selasa, 22 September 2026 - 08:15 WITA

Pemerintah Dorong Hilirisasi Minerba dan Perluas Manfaat Tambang bagi Masyarakat

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:08 WITA

PSEL Legok Nangka Olah 2.131 Ton Sampah Jadi Listrik

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:03 WITA

Pemerintah Percepat Operasional PLTA Batang Toru 510 MW

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:32 WITA

Komisaris Utama Pertamina Tinjau Fasilitas Energi di Kupang

Berita Terbaru

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Korporasi

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:26 WITA

Pertamina siagakan pasokan BBM, LPG dan layanan motoris di Jalur Pantura serta dorong UMKM untuk dukung arus mudik Idulfitri 1447 H.

Korporasi

Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:21 WITA

Harga minyak mentah Indonesia Februari naik menjadi USD68,79 per barel dipicu ketegangan geopolitik dan penurunan produksi minyak global.

Pemerintahan

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:18 WITA