Pemerintah Percepat Operasional PLTA Batang Toru 510 MW

Avatar photo

- Editor

Kamis, 30 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Percepat Operasional PLTA Batang Toru 510 MW

Pemerintah Percepat Operasional PLTA Batang Toru 510 MW

KABARTAMBANG – Lima menara transmisi yang roboh akibat bencana hidrologi pada November 2025 masih menjadi kendala bagi keandalan sistem kelistrikan di Sumatera.

Pemerintah kini mempercepat pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 megawatt (MW) agar segera terhubung dengan jaringan listrik Sumatera.

Percepatan pengoperasian PLTA Batang Toru menjadi perhatian Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot saat mengunjungi proyek tersebut di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Kamis, 30 Juli 2026.

PLTA Batang Toru yang dikembangkan PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat pasokan listrik di wilayah Sumatera.

“Ini merupakan upaya percepatan kita untuk penyediaan dan keandalan energi secara nasional. Khususnya, kondisi energi di wilayah Sumatera cukup kritis sehingga kita memerlukan antisipasi. Dengan keterbatasan ketersediaan energi primer yang lain, kita sudah memiliki PLTA Batang Toru yang bisa on-grid,” ujar Yuliot.

BACA JUGA  ESDM: 190 Izin Tambang Beku Bisa Aktif Lagi, Asal Bayar Jaminan Reklamasi

Kebutuhan untuk segera mengoperasikan pembangkit tersebut semakin mendesak setelah bencana hidrologi pada November 2025 menyebabkan lima menara transmisi roboh dan merusak sejumlah infrastruktur pendukung jaringan listrik.

Kementerian ESDM saat ini mengawal proses pemulihan jaringan transmisi yang masih memasuki tahap perancangan menara serta struktur pondasi.

“Pembangunan kembali jalur transmisi ini dilakukan secara terakselerasi agar energi listrik dari PLTA Batang Toru dapat disalurkan dengan optimal ke dalam jaringan transmisi Sumatera,” kata Yuliot.

Di sisi lain, proyek senilai Rp21,6 triliun tersebut sebelumnya sempat menghadapi kendala perizinan dan administrasi.

Kepastian kelanjutan proyek diperoleh setelah Menteri Lingkungan Hidup mencabut sanksi administratif melalui Keputusan Nomor 1444 Tahun 2026 pada 16 Maret 2026.

Pencabutan sanksi tersebut kemudian diikuti dengan persetujuan untuk melanjutkan pembangunan PLTA Batang Toru.

Saat ini, proses administrasi dilakukan bersamaan dengan pengujian teknis pembangkit yang membutuhkan genangan air.

“Testing yang dilakukan ini namanya PLTA kan harus ada genangan. Kalau tidak ada genangan, testing tidak bisa kita lakukan. Berarti antara penyelesaian administratif dan juga pelaksanaan testing itu kita lakukan secara paralel,” jelas Yuliot.

BACA JUGA  Pemerintah Bentuk BUMN Khusus Ekspor untuk Awasi Penjualan SDA Strategis

Pengoperasian PLTA Batang Toru juga diharapkan membantu pemerintah mencapai target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) nasional.

Saat ini, bauran EBT berada pada kisaran 16 hingga 17 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 21 persen pada akhir 2026.

“Jika kita tidak melakukan percepatan-percepatan, maka target bauran energi 21 persen tidak akan tercapai hingga akhir tahun,” ujarnya.

PLTA Batang Toru dibangun di area seluas sekitar 650 hektare di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Pembangkit berkapasitas 510 MW tersebut dikembangkan PT North Sumatera Hydro Energy dengan Sinohydro Corporation Limited sebagai kontraktor.

Pembangunan proyek dimulai pada 1 September 2017 dengan nilai investasi mencapai Rp21,6 triliun yang bersumber dari penanaman modal asing. ***

Berita Terkait

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor
Pemerintah Dorong Hilirisasi Minerba dan Perluas Manfaat Tambang bagi Masyarakat
Tata Kelola Minerba Diperbaiki, PNBP Disebut Meningkat Meski Produksi Batu Bara Turun
PSEL Legok Nangka Olah 2.131 Ton Sampah Jadi Listrik
Komisaris Utama Pertamina Tinjau Fasilitas Energi di Kupang
Bahlil Buka Lelang 118 Blok Migas
Wamen ESDM Tekankan Integritas dan Disiplin Pejabat
Grup MIND ID Salurkan 1.735 Hewan Kurban ke Berbagai Daerah

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 08:18 WITA

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor

Selasa, 22 September 2026 - 08:15 WITA

Pemerintah Dorong Hilirisasi Minerba dan Perluas Manfaat Tambang bagi Masyarakat

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:08 WITA

PSEL Legok Nangka Olah 2.131 Ton Sampah Jadi Listrik

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:03 WITA

Pemerintah Percepat Operasional PLTA Batang Toru 510 MW

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:32 WITA

Komisaris Utama Pertamina Tinjau Fasilitas Energi di Kupang

Berita Terbaru

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Korporasi

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:26 WITA

Pertamina siagakan pasokan BBM, LPG dan layanan motoris di Jalur Pantura serta dorong UMKM untuk dukung arus mudik Idulfitri 1447 H.

Korporasi

Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:21 WITA

Harga minyak mentah Indonesia Februari naik menjadi USD68,79 per barel dipicu ketegangan geopolitik dan penurunan produksi minyak global.

Pemerintahan

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:18 WITA