Pertamina dan Jabar Kembangkan Energi Bersih dari Sampah

Avatar photo

- Editor

Jumat, 31 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertamina dan Jabar Kembangkan Energi Bersih dari Sampah

Pertamina dan Jabar Kembangkan Energi Bersih dari Sampah

KABARTAMBANG – PT Pertamina (Persero) menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengembangkan pemanfaatan sampah menjadi hidrogen rendah karbon, biomethane, dan biofuel.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama di Bandung, Rabu, 29 Juli 2026.

Kolaborasi ini mencakup pengembangan energi baru dan terbarukan, pengelolaan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.

Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) Emma Sri Martini mengatakan salah satu fokus kerja sama adalah pemanfaatan metana dari sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.

Sampah di TPA Sarimukti akan diolah menjadi biogas yang kemudian dimurnikan menjadi biomethane dan diproses lebih lanjut menjadi hidrogen.

“Kerja sama ini mencakup berbagai bidang, salah satunya pengelolaan sampah di kawasan TPA Sarimukti. Sampah yang diolah nantinya akan menghasilkan biogas, kemudian dikembangkan menjadi hidrogen dan biomethane,” ujar Emma.

Menurut Emma, pengembangan proyek tersebut akan melibatkan sejumlah Subholding Pertamina untuk membangun rantai nilai energi bersih dari hulu hingga hilir.

Subholding Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) dan Subholding Gas akan menjalankan peran mulai dari penyediaan bahan baku, proses pengolahan, pembangunan infrastruktur, hingga distribusi dan komersialisasi produk energi.

Kerja sama tersebut juga melibatkan mitra internasional, termasuk Hyundai dari Korea Selatan, untuk mendukung pengembangan teknologi energi rendah karbon.

BACA JUGA  Pertamina Luncurkan Program Mudik Aman Berbagi Harapan

“Kami melihat ini sebagai kolaborasi yang sangat baik antara Pertamina, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan mitra internasional dalam mengembangkan energi low carbon, khususnya hidrogen. Program ini kami harapkan menjadi percontohan dalam membangun ekosistem hidrogen di Indonesia. Apabila implementasinya berjalan dengan baik, model bisnis ini dapat diperluas dan direplikasi di berbagai daerah,” kata Emma.

Emma mengatakan kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam menjalankan kegiatan usaha dengan memperhatikan aspek lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

“Sebagai perusahaan energi, Pertamina memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh aktivitas usaha berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Harapan kami, kolaborasi ini memberikan manfaat bagi kedua belah pihak sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat sebagai bagian dari komitmen Pertamina terhadap community development dan pembangunan berkelanjutan,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan groundbreaking proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah Regional (TPPAS) Legok Nangka.

Fasilitas tersebut dirancang mengolah sekitar 2.000 ton sampah per hari menjadi energi listrik dengan kapasitas sekitar 40 megawatt (MW).

PSEL Legok Nangka juga diharapkan mendukung pengembangan hidrogen dan biomethane sebagai sumber energi bersih.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mengurangi beban TPA Sarimukti yang selama ini menjadi salah satu lokasi utama pengelolaan sampah dari kawasan Bandung Raya.

BACA JUGA  PT Vale Perkuat Program Penurunan Stunting di Kolaka

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan pembangunan PSEL Legok Nangka merupakan bagian dari upaya pemerintah mengatasi persoalan sampah sekaligus mempercepat penyediaan energi bersih.

“Kami berharap pembangunan fasilitas ini dapat berjalan sesuai rencana sehingga dapat segera beroperasi. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih baik, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, sekaligus menghasilkan energi bersih secara berkelanjutan melalui pemanfaatan energi baru terbarukan,” ujar Yuliot.

PSEL Legok Nangka ditargetkan mulai beroperasi pada 2029 dengan kapasitas pembangkit sekitar 40 MW.

Proyek tersebut diperkirakan menyerap sekitar 1.500 tenaga kerja selama proses pembangunan dan pengoperasiannya.

Yuliot mengatakan proyek tersebut juga akan mendorong penerapan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan sampah menjadi energi dan bahan bakar terbarukan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan pembangunan PSEL Legok Nangka akan memperkuat pengembangan energi bersih di Jawa Barat.

“Dengan hadirnya fasilitas pengolahan sampah menjadi energi ini, Jawa Barat akan semakin memperkuat posisinya sebagai provinsi penghasil energi bersih terbesar di Indonesia,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, fasilitas pengolahan sampah serupa akan dikembangkan di sejumlah kawasan lain di Jawa Barat.

Pengembangan tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan sampah sekaligus meningkatkan ketersediaan energi bersih di Jawa Barat. ***

Berita Terkait

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026
Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua
MIND ID Dorong Hilirisasi untuk Perkuat Penerimaan Negara
ANTAM Perkuat Hilirisasi Nikel dan Integrasi Bauksit-Alumina
MIND ID Perkuat Kedaulatan Mineral lewat Integrasi Tembaga dan Emas
HUT ke-50, PT TIMAH Kumpulkan 41 Kantong Darah di Bangka Selatan
Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi BBM di FT Tanjung Gerem
Pertamina Fasilitasi Sertifikasi Halal untuk 50 UMKM Binaan
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 08:26 WITA

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Selasa, 22 September 2026 - 08:21 WITA

Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua

Rabu, 16 September 2026 - 08:41 WITA

MIND ID Dorong Hilirisasi untuk Perkuat Penerimaan Negara

Minggu, 13 September 2026 - 08:35 WITA

ANTAM Perkuat Hilirisasi Nikel dan Integrasi Bauksit-Alumina

Sabtu, 12 September 2026 - 08:38 WITA

MIND ID Perkuat Kedaulatan Mineral lewat Integrasi Tembaga dan Emas

Berita Terbaru

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Korporasi

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:26 WITA

Pertamina siagakan pasokan BBM, LPG dan layanan motoris di Jalur Pantura serta dorong UMKM untuk dukung arus mudik Idulfitri 1447 H.

Korporasi

Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:21 WITA

Harga minyak mentah Indonesia Februari naik menjadi USD68,79 per barel dipicu ketegangan geopolitik dan penurunan produksi minyak global.

Pemerintahan

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:18 WITA