KABARTAMBANG – PT Vale Indonesia Tbk mencatat kinerja operasional yang tetap terjaga sepanjang 2025 dengan peningkatan moderat pada volume pengiriman nikel matte.
Perusahaan membukukan pengiriman sebesar 73.093 ton pada 2025 atau meningkat dibandingkan 72.625 ton pada tahun sebelumnya.
Kenaikan tersebut turut menopang capaian kinerja keuangan perusahaan sepanjang periode berjalan.
PT Vale mencatat EBITDA sebesar 228,2 juta dolar AS pada 2025 yang menunjukkan penguatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun secara triwulanan, EBITDA pada periode terakhir tercatat sebesar 61,9 juta dolar AS atau mengalami penurunan sekitar 17 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.
Penurunan tersebut dipengaruhi oleh turunnya volume produksi pada periode tersebut.
Kinerja Keuangan PT Vale Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Harga
Dari sisi harga, rata-rata realisasi nikel matte sepanjang 2025 tercatat sebesar 12.157 dolar AS per ton.
Angka tersebut mengalami penurunan sekitar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 13.086 dolar AS per ton.
Meski menghadapi tekanan harga, perusahaan tetap mencatat pertumbuhan pendapatan.
Total pendapatan PT Vale pada 2025 mencapai 990,2 juta dolar AS atau meningkat sekitar 4 persen dibandingkan 950,4 juta dolar AS pada 2024.
Pada aspek biaya, perusahaan berhasil menjaga unit biaya kas penjualan pada level 9.339 dolar AS per ton.
Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar 9.374 dolar AS per ton.
PT Vale juga mencatat laba bersih sebesar 76,1 juta dolar AS sepanjang 2025.
Perolehan tersebut meningkat 32 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur dan Chief Financial Officer PT Vale Indonesia Tbk, Rizky Putra, menyampaikan bahwa capaian ini didorong oleh pengelolaan operasional yang konsisten.
“Kinerja ini mencerminkan perbaikan operasional yang konsisten, level produksi yang lebih kuat, serta pendekatan yang disiplin dalam efisiensi biaya,” ujar Rizky.
Sepanjang tahun, perusahaan mengalokasikan belanja modal sebesar 485,9 juta dolar AS untuk mendukung pengembangan proyek.
Memasuki 2026, PT Vale menargetkan percepatan sejumlah proyek strategis.
Salah satunya adalah pengembangan tambang di Pomalaa yang telah mencapai progres sekitar 60 persen.
Selain itu, perusahaan juga melanjutkan pembangunan fasilitas pengolahan High Pressure Acid Leaching (HPAL).
Proyek tersebut ditargetkan mencapai tahap penyelesaian mekanis pertama pada triwulan ketiga 2026.












