Indonesia Perkuat Diplomasi Energi Lewat Kunjungan ke Jepang

Avatar photo

- Editor

Minggu, 29 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam lawatan resmi ke Jepang.

Presiden Prabowo bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam lawatan resmi ke Jepang.

KABARTAMBANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan resmi ke Jepang pada Minggu 29 Maret 2026.

Kunjungan tersebut difokuskan pada penguatan kerja sama strategis antara Indonesia dan Jepang di sejumlah sektor prioritas.

Sektor energi menjadi salah satu agenda utama yang dibahas dalam pertemuan bilateral kedua negara.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyebut keterlibatan Menteri ESDM mencerminkan peran vital energi dalam hubungan kerja sama tersebut.

Lawatan Prabowo ke Jepang Bahas Kerja Sama Energi dan Investasi

Dwi Anggia menjelaskan kerja sama di sektor energi diarahkan pada pengembangan energi bersih dan berkelanjutan.

BACA JUGA  Prabowo Minta Produksi Batu Bara Ditingkatkan, RKAB Berpotensi Direvisi

“Menteri ESDM ikut mendampingi Presiden dalam lawatan ke Jepang, termasuk membahas kerja sama di sektor energi,” ujarnya.

Ia menilai kolaborasi dengan Jepang memiliki peluang besar dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Bahlil Lahadalia berperan dalam memastikan setiap peluang kerja sama dapat ditindaklanjuti menjadi kesepakatan konkret.

Selain energi, pembahasan juga mencakup sektor investasi, kelautan, dan digital sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral.

BACA JUGA  Pemerintah Kaji Opsi WFH untuk Tekan Konsumsi BBM

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyebut pertemuan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kedua negara.

Ia menjelaskan Presiden dijadwalkan bertemu dengan Kaisar Naruhito serta melakukan pembahasan dengan pemerintah Jepang di Tokyo.

“Pertemuan tersebut diharapkan memperkuat kerja sama di berbagai bidang, termasuk investasi dan energi,” kata Teddy.

Kunjungan ini juga menjadi bagian dari langkah diplomasi Indonesia dalam memperkuat posisi di kawasan Asia Timur.

Dalam lawatan tersebut, Presiden turut didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. ***

Berita Terkait

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor
Pemerintah Dorong Hilirisasi Minerba dan Perluas Manfaat Tambang bagi Masyarakat
Tata Kelola Minerba Diperbaiki, PNBP Disebut Meningkat Meski Produksi Batu Bara Turun
PSEL Legok Nangka Olah 2.131 Ton Sampah Jadi Listrik
Pemerintah Percepat Operasional PLTA Batang Toru 510 MW
Komisaris Utama Pertamina Tinjau Fasilitas Energi di Kupang
Bahlil Buka Lelang 118 Blok Migas
Wamen ESDM Tekankan Integritas dan Disiplin Pejabat

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 08:18 WITA

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor

Selasa, 22 September 2026 - 08:15 WITA

Pemerintah Dorong Hilirisasi Minerba dan Perluas Manfaat Tambang bagi Masyarakat

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:08 WITA

PSEL Legok Nangka Olah 2.131 Ton Sampah Jadi Listrik

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:03 WITA

Pemerintah Percepat Operasional PLTA Batang Toru 510 MW

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:32 WITA

Komisaris Utama Pertamina Tinjau Fasilitas Energi di Kupang

Berita Terbaru

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Korporasi

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:26 WITA

Pertamina siagakan pasokan BBM, LPG dan layanan motoris di Jalur Pantura serta dorong UMKM untuk dukung arus mudik Idulfitri 1447 H.

Korporasi

Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:21 WITA

Harga minyak mentah Indonesia Februari naik menjadi USD68,79 per barel dipicu ketegangan geopolitik dan penurunan produksi minyak global.

Pemerintahan

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:18 WITA