PT Vale Raih Fasilitas Pinjaman Berkelanjutan US$750 Juta

Avatar photo

- Editor

Senin, 27 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Vale Indonesia Tbk memperoleh fasilitas pinjaman berkelanjutan atau Sustainability-Linked Loan (SLL) senilai US$750 juta,

PT Vale Indonesia Tbk memperoleh fasilitas pinjaman berkelanjutan atau Sustainability-Linked Loan (SLL) senilai US$750 juta,

KABARTAMBANG – PT Vale Indonesia Tbk memperoleh fasilitas pinjaman berkelanjutan atau Sustainability-Linked Loan (SLL) senilai US$750 juta, dengan opsi tambahan (greenshoe) sebesar US$250 juta, sebagai bagian dari penguatan strategi pembiayaan berbasis keberlanjutan.

Fasilitas pinjaman sindikasi ini menjadi langkah perdana PT Vale memasuki pasar pinjaman sindikasi global, sekaligus menandai tonggak penting dalam memperkuat ketahanan finansial dan mendukung pengembangan proyek strategis perusahaan.

Pinjaman tersebut didukung oleh sindikasi 14 bank internasional dan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 1,7 kali, mencerminkan tingginya kepercayaan pasar terhadap fundamental bisnis serta strategi keberlanjutan perusahaan.

Seiring meningkatnya kebutuhan global terhadap mineral kritis untuk mendukung transisi energi, permintaan nikel sebagai bahan utama baterai kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi terus meningkat. PT Vale dinilai berada pada posisi strategis sebagai produsen nikel rendah karbon, didukung operasional terintegrasi berbasis energi dari tiga pembangkit listrik tenaga air.

Fasilitas SLL ini disusun berdasarkan kerangka Sustainability-Linked Financing Framework yang selaras dengan praktik terbaik pembiayaan berkelanjutan global. Dalam implementasinya, terdapat dua indikator kinerja utama (KPI), yakni penurunan intensitas emisi karbon dan peningkatan penggunaan energi terbarukan.

BACA JUGA  PT Vale Indonesia Percepat Pengembangan IGP Pomalaa

Kedua indikator tersebut telah memperoleh penilaian kuat dari lembaga independen serta dinilai sejalan dengan target Perjanjian Paris untuk pembatasan kenaikan suhu global 1,5 derajat Celsius, sekaligus mendukung target kontribusi nasional (NDC) Indonesia.

Direktur Utama sekaligus CEO PT Vale, Bernardus Irmanto, menyatakan fasilitas ini menjadi langkah strategis dalam menyelaraskan pembiayaan dengan agenda dekarbonisasi perusahaan.

“Fasilitas ini merupakan langkah penting untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang sekaligus memperkuat komitmen kami dalam menghasilkan nikel berkualitas dengan jejak karbon yang lebih rendah,” ujarnya.

Dari sisi pemanfaatan dana, sekitar 50 persen akan dialokasikan untuk proyek Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa pada 2026, sekitar 30 persen untuk IGP Morowali, dan 20 persen untuk proyek IGP Sorowako Limonite. Pendanaan juga akan berlanjut pada 2027 untuk mendukung pengembangan proyek serta partisipasi perusahaan dalam kerja sama investasi.

BACA JUGA  PT Vale dan BNN Sulsel Deklarasi Program Sekolah Bersinar di Luwu Timur

Selain itu, PT Vale juga akan menyalurkan manfaat finansial dari skema pembiayaan berbasis keberlanjutan ini ke program pengembangan masyarakat di wilayah operasional, sebagai bagian dari komitmen menciptakan nilai bersama.

Direktur Wholesale Banking UOB Indonesia, Harapman Kasan, menyebut pembiayaan transisi menjadi faktor penting dalam mendukung transformasi industri nikel di Asia Tenggara.

Sementara itu, Global Head of Metals & Mining Institutional Banking DBS Bank, Mike Zhang, menilai sektor pertambangan memiliki peran krusial dalam mendukung transisi energi dan perlu menunjukkan kemajuan keberlanjutan yang terukur.

Presiden Direktur PT Bank Mizuho Indonesia, Ken Matsuo, menambahkan tingginya partisipasi dalam pinjaman ini mencerminkan kepercayaan terhadap model bisnis PT Vale di tengah volatilitas pasar.

Melalui capaian ini, PT Vale memperkuat posisinya sebagai perusahaan tambang yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga berkomitmen pada prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) guna mendukung masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Berita Terkait

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026
Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua
MIND ID Dorong Hilirisasi untuk Perkuat Penerimaan Negara
ANTAM Perkuat Hilirisasi Nikel dan Integrasi Bauksit-Alumina
MIND ID Perkuat Kedaulatan Mineral lewat Integrasi Tembaga dan Emas
HUT ke-50, PT TIMAH Kumpulkan 41 Kantong Darah di Bangka Selatan
Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi BBM di FT Tanjung Gerem
Pertamina Fasilitasi Sertifikasi Halal untuk 50 UMKM Binaan
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 08:26 WITA

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Selasa, 22 September 2026 - 08:21 WITA

Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua

Rabu, 16 September 2026 - 08:41 WITA

MIND ID Dorong Hilirisasi untuk Perkuat Penerimaan Negara

Minggu, 13 September 2026 - 08:35 WITA

ANTAM Perkuat Hilirisasi Nikel dan Integrasi Bauksit-Alumina

Sabtu, 12 September 2026 - 08:38 WITA

MIND ID Perkuat Kedaulatan Mineral lewat Integrasi Tembaga dan Emas

Berita Terbaru

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Korporasi

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:26 WITA

Pertamina siagakan pasokan BBM, LPG dan layanan motoris di Jalur Pantura serta dorong UMKM untuk dukung arus mudik Idulfitri 1447 H.

Korporasi

Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:21 WITA

Harga minyak mentah Indonesia Februari naik menjadi USD68,79 per barel dipicu ketegangan geopolitik dan penurunan produksi minyak global.

Pemerintahan

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:18 WITA