Kementerian ESDM Percepat Program Listrik Desa di Indonesia

Avatar photo

- Editor

Kamis, 28 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian ESDM memperkuat kerja sama dengan pemda untuk mempercepat akses listrik desa di berbagai wilayah.

Kementerian ESDM memperkuat kerja sama dengan pemda untuk mempercepat akses listrik desa di berbagai wilayah.

KABARTAMBANG – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dalam pelaksanaan Program Listrik Desa atau Lisdes di berbagai wilayah Indonesia.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Tri Winarno, mengatakan Program Lisdes masuk dalam Proyek Strategis Nasional.

“Program Lisdes merupakan Proyek Strategis Nasional, sehingga diharapkan menjadi prioritas lintas sektor,” ujar Tri.

Menurutnya, pelaksanaan Program Lisdes masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.

Beberapa di antaranya terkait proses perizinan, keterbatasan akses jalan, jembatan, pelabuhan, hingga penyediaan lahan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya komunal.

BACA JUGA  Kementerian ESDM Tekankan Urgensi Ketahanan Energi

Tri menilai dukungan pemerintah daerah dibutuhkan untuk membantu penyelesaian berbagai hambatan tersebut.

Kementerian ESDM kemudian menggelar Rapat Koordinasi dan Dukungan Fasilitasi Kendala Pelaksanaan Program Lisdes Tahun 2026 di Jakarta pada Senin (25/5/2026).

Tri menjelaskan Program Lisdes melalui pembiayaan Anggaran Biaya Tambahan 2025 awalnya menargetkan 1.285 lokasi dan kemudian meningkat menjadi 1.516 lokasi.

Hingga 30 April 2026, realisasi pembangunan telah mencapai 1.403 lokasi atau sekitar 92,5 persen.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengatakan akses listrik menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

BACA JUGA  PT TIMAH Kembangkan Ruang Terbuka Hijau

“Kami menargetkan pada tahun 2029 tidak ada lagi satu pun desa di Sulawesi Tengah yang belum menikmati listrik,” kata Anwar.

Ia menyebut Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah siap mendukung pelaksanaan program tersebut di lapangan.

Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis, Andriah Feby Misna, menambahkan pemerintah telah menyusun roadmap Program Lisdes 2025–2029.

Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan Lisdes di 2.065 lokasi di seluruh Indonesia.

“Pemerintah sangat fokus menghadirkan akses listrik bagi masyarakat,” ujar Feby.

Menurutnya, pemerataan akses listrik menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal.

Berita Terkait

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026
Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua
MIND ID Dorong Hilirisasi untuk Perkuat Penerimaan Negara
ANTAM Perkuat Hilirisasi Nikel dan Integrasi Bauksit-Alumina
MIND ID Perkuat Kedaulatan Mineral lewat Integrasi Tembaga dan Emas
HUT ke-50, PT TIMAH Kumpulkan 41 Kantong Darah di Bangka Selatan
Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi BBM di FT Tanjung Gerem
Pertamina Fasilitasi Sertifikasi Halal untuk 50 UMKM Binaan

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 08:26 WITA

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Selasa, 22 September 2026 - 08:21 WITA

Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua

Rabu, 16 September 2026 - 08:41 WITA

MIND ID Dorong Hilirisasi untuk Perkuat Penerimaan Negara

Minggu, 13 September 2026 - 08:35 WITA

ANTAM Perkuat Hilirisasi Nikel dan Integrasi Bauksit-Alumina

Sabtu, 12 September 2026 - 08:38 WITA

MIND ID Perkuat Kedaulatan Mineral lewat Integrasi Tembaga dan Emas

Berita Terbaru

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Korporasi

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:26 WITA

Pertamina siagakan pasokan BBM, LPG dan layanan motoris di Jalur Pantura serta dorong UMKM untuk dukung arus mudik Idulfitri 1447 H.

Korporasi

Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:21 WITA

Harga minyak mentah Indonesia Februari naik menjadi USD68,79 per barel dipicu ketegangan geopolitik dan penurunan produksi minyak global.

Pemerintahan

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:18 WITA