KABARTAMBANG – MIND ID menjajaki peluang kerja sama industri mineral dengan sejumlah perusahaan di Kazakhstan.
Penjajakan tersebut dilakukan melalui kunjungan resmi Presiden Direktur MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, ke Astana pada 13 April 2026.
Kunjungan itu mendapat dukungan penuh dari M. Fadjroel Rachman.
Dalam agenda tersebut, MIND ID melakukan pertemuan dengan Tau-Ken Sovereign Wealth Fund Samruk-Kazyna dan Eurasian Resources Group (ERG).
Selain pertemuan teknis, rombongan juga mengunjungi smelter alumina dan aluminium milik ERG di Pavlodar, Kazakhstan.
Dalam pertemuan dengan ERG, kedua pihak membahas sejumlah peluang kerja sama untuk mendukung program hilirisasi mineral di Indonesia.
Pembahasan meliputi eksplorasi, pengolahan mineral, strategi hilirisasi bauksit menjadi aluminium, riset dan pengembangan, pertukaran teknologi, pemasaran, hingga knowledge sharing.
Kedua pihak juga mulai membahas NDA atau Non Disclosure Agreement.
Maroef mengatakan Kazakhstan memiliki karakteristik industri yang mirip dengan Indonesia sehingga dinilai cocok menjadi mitra pengembangan komoditas strategis.
“Kunjungan penjajakan peluang ini adalah langkah konkret MIND ID dalam menjalankan mandat pemerintah untuk menjadi pemain global. Bersama ERG dan Samruk-Kazyna, kami melihat peluang besar dalam pengembangan rantai nilai bauxite-to-aluminium, pengolahan mineral kritis, dan mineral lainnya,” ujar Maroef.
Menurutnya, penjajakan tersebut juga berkaitan dengan pertukaran teknologi, riset, akses pasar, logistik, dan peluang investasi.
Dubes Fadjroel menilai hubungan Indonesia dan Kazakhstan saat ini memasuki tahap kerja sama yang lebih teknis dan berorientasi ekonomi.
Ia menyebut KBRI Astana mendukung penuh langkah MIND ID menjalin kemitraan dengan Samruk-Kazyna dan ERG.
Fadjroel mengatakan Kazakhstan memiliki posisi penting di Asia Tengah sebagai penghasil energi, mineral, uranium, dan gandum.
Ia juga menyinggung penandatanganan Free Trade Agreement Indonesia dengan Eurasian Economic Union pada 21 Desember 2025 di St. Petersburg yang dinilai membuka peluang peningkatan perdagangan kedua kawasan.
Menurut Fadjroel, perdagangan Indonesia dan Kazakhstan berpotensi mencapai 2 miliar dolar Amerika Serikat.
Ia menambahkan, kunjungan kenegaraan Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev ke Indonesia juga direncanakan berlangsung dalam waktu mendatang dan akan disertai forum bisnis Indonesia-Kazakhstan.











