PTBA Tingkatkan Cofiring Biomassa di PLTU Banko Barat

Avatar photo

- Editor

Jumat, 19 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

KABARTAMBANG – PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi dan pengurangan emisi karbon melalui pelaksanaan Uji Coba Cofiring Tahap II di PLTU Mulut Tambang Banko Barat berkapasitas 3×10 megawatt.

Uji coba tersebut dilaksanakan pada 9 hingga 10 Juni 2026 sebagai bagian dari program dekarbonisasi perusahaan.

Langkah ini dilakukan untuk mewujudkan operasional pembangkit listrik yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia.

Pada tahap kedua ini, PTBA menggunakan biomassa berupa wood pellet Kaliandra Merah sebesar 2 persen.

Selain itu, perusahaan juga memanfaatkan biomassa campuran yang berasal dari tanaman pulai, akasia, dan puspa sebesar 3 persen.

Persentase penggunaan biomassa tersebut meningkat dibandingkan Uji Coba Tahap I yang dilaksanakan pada September 2025.

Pada tahap pertama, biomassa hasil land clearing digunakan masing-masing sebesar 1 persen.

Mine Development Department Head PTBA, Ferry Fadri Al Ilham, mengatakan uji coba dilakukan dengan parameter yang sama seperti tahap sebelumnya.

Namun, volume dan jenis biomassa yang digunakan mengalami peningkatan.

BACA JUGA  Tak Naik, Ini Harga BBM 1 April 2026

“Uji coba ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PTBA untuk mengoptimalkan pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi pendamping batu bara. Hasilnya akan menjadi dasar evaluasi dalam pengembangan implementasi cofiring ke depan,” ujar Ferry.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan uji coba berjalan lancar tanpa memerlukan perubahan konstruksi maupun sistem utama pembangkit listrik yang telah ada.

Kaliandra Merah Jadi Andalan Pasokan Biomassa Berkelanjutan

Direktur PT Bukit Energi Servis Terpadu (PT BEST), Zulkurniadi, menjelaskan bahwa implementasi cofiring tidak mengubah sistem operasional PLTU yang selama ini berjalan.

Menurutnya, keandalan operasional pembangkit tetap terjaga berkat penggunaan boiler tipe Circulating Fluidized Bed (CFB).

Teknologi tersebut memungkinkan pembangkit tetap beroperasi optimal meskipun biomassa memiliki nilai kalor yang lebih rendah dibandingkan batu bara.

Penyediaan biomassa Kaliandra Merah merupakan hasil kolaborasi PTBA dengan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta.

Kerja sama tersebut telah berjalan sejak Januari 2024 melalui pengembangan Kebun Energi dan pembangunan fasilitas pengolahan wood pellet.

Guru Besar Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof. Dr. Mohammad Nurcholis, menjelaskan bahwa Kaliandra Merah memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida sekaligus menghasilkan biomassa berkualitas tinggi.

BACA JUGA  Pertamina Catat Omzet UMK Binaan Capai Rp5,72 Miliar

Tanaman tersebut memiliki nilai kalor lebih dari 4.300 kilokalori per kilogram.

Karakteristik itu membuat Kaliandra Merah mampu mendukung proses pembakaran tanpa mengurangi kualitas energi yang dihasilkan.

Selain berkontribusi pada upaya dekarbonisasi, PTBA juga menyiapkan keberlanjutan pasokan biomassa melalui pengembangan Kebun Energi.

Kaliandra Merah dipilih karena termasuk tanaman cepat tumbuh yang memiliki kandungan energi tinggi.

Tanaman tersebut juga dapat tumbuh kembali setelah dipanen tanpa memerlukan penanaman ulang.

Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, menegaskan bahwa kolaborasi antara industri, akademisi, dan perusahaan menjadi faktor penting dalam mempercepat transformasi PTBA menuju perusahaan energi berkelanjutan.

“Langkah ini merupakan bukti nyata komitmen Perseroan dalam mendukung ketahanan energi nasional, mengurangi emisi karbon, dan mempercepat transisi menuju masa depan energi yang lebih bersih,” kata Eko.

Melalui peningkatan pemanfaatan biomassa dalam program cofiring, PTBA berharap dapat terus berkontribusi dalam mendukung agenda transisi energi nasional sekaligus menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi dan kelestarian lingkungan.

Berita Terkait

HUT ke-50, PT TIMAH Kumpulkan 41 Kantong Darah di Bangka Selatan
Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi BBM di FT Tanjung Gerem
Pertamina Fasilitasi Sertifikasi Halal untuk 50 UMKM Binaan
PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi untuk 50 Pelajar Luwu Timur
Pertamina dan Jabar Kembangkan Energi Bersih dari Sampah
Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Nasional Lewat Strategi Bisnis
PT TIMAH Edukasi Bahaya Kebakaran kepada Siswa TK
PT TIMAH Bantu Fasilitas Surau Baitussalam
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:40 WITA

HUT ke-50, PT TIMAH Kumpulkan 41 Kantong Darah di Bangka Selatan

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:32 WITA

Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi BBM di FT Tanjung Gerem

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:25 WITA

Pertamina Fasilitasi Sertifikasi Halal untuk 50 UMKM Binaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:22 WITA

PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi untuk 50 Pelajar Luwu Timur

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:11 WITA

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Nasional Lewat Strategi Bisnis

Berita Terbaru

HUT ke-50, PT TIMAH Kumpulkan 41 Kantong Darah di Bangka Selatan

Korporasi

HUT ke-50, PT TIMAH Kumpulkan 41 Kantong Darah di Bangka Selatan

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:40 WITA

Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi BBM di FT Tanjung Gerem

Korporasi

Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi BBM di FT Tanjung Gerem

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:32 WITA

Harga emas hari ini

Pasar

Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,623 Juta per Gram

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:29 WITA

Pertamina Fasilitasi Sertifikasi Halal untuk 50 UMKM Binaan

Korporasi

Pertamina Fasilitasi Sertifikasi Halal untuk 50 UMKM Binaan

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:25 WITA

PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi untuk 50 Pelajar Luwu Timur

Korporasi

PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi untuk 50 Pelajar Luwu Timur

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:22 WITA