Revisi RKAB Disiapkan PT Vale untuk Menjaga Target

Avatar photo

- Editor

Selasa, 10 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Vale di Pomalaa

PT Vale di Pomalaa

KABARTAMBANG- Emiten tambang nikel PT Vale Indonesia Tbk (INCO) tengah menyiapkan langkah pengajuan revisi kuota produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk tahun buku dua ribu dua puluh enam.

Direktur sekaligus Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale, Budiawansyah, menyampaikan bahwa alokasi produksi yang saat ini berada pada kisaran tiga puluh persen dinilai belum memadai untuk mendukung rencana bisnis perusahaan selama satu tahun.

Ia menjelaskan penyesuaian kuota produksi diperlukan agar perseroan dapat memenuhi berbagai komitmen yang telah disepakati dengan para pemegang saham serta mendukung pengembangan proyek hilirisasi yang tengah berjalan.

“Karena ada beberapa komitmen yang memang harus kita lakukan, seperti komitmen kepada shareholder dan juga komitmen kepada proyek hilirisasi kita,” ujar Budiawansyah dalam media briefing di Jakarta.

PT Vale Siapkan Penyesuaian RKAB untuk Dukung Proyek Hilirisasi

Budiawansyah menegaskan bahwa rencana revisi tersebut tidak memengaruhi produksi nickel matte yang saat ini dihasilkan dari operasi tambang di Sorowako.

BACA JUGA  Pertamina Tinjau SPBU Rest Area Jalur Mudik Lebaran 2026

Ia menjelaskan aktivitas produksi nickel matte dari kawasan operasional Sorowako tetap berjalan sesuai proyeksi karena RKAB untuk operasi tersebut telah memperoleh persetujuan secara penuh.

Sementara itu, perusahaan masih melakukan penghitungan mendalam terkait rencana produksi yang berkaitan dengan pengembangan proyek di Pomalaa.

Langkah tersebut dilakukan agar rencana produksi perusahaan tetap selaras dengan agenda hilirisasi yang tengah dikembangkan di kawasan tersebut.

Perseroan menargetkan proyek pengembangan di Pomalaa dapat mencapai tahap mechanical completion pada Agustus dua ribu dua puluh enam.

Dengan capaian tersebut fasilitas pengolahan di kawasan Pomalaa diharapkan siap memasuki tahap produksi dalam waktu yang telah direncanakan.

Proyek Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa saat ini dilaporkan telah mencapai progres pembangunan sekitar enam puluh dua persen.

Sejumlah infrastruktur utama dalam proyek tersebut telah rampung dibangun termasuk North Access Road (NAR), Gedung Main Construction Office, serta fasilitas persemaian modern yang memiliki kapasitas hingga satu juta bibit pohon.

BACA JUGA  Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Nasional Lewat Strategi Bisnis

Fasilitas persemaian tersebut menjadi bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan dalam mendukung pengelolaan lingkungan di sekitar wilayah operasional.

Pembangunan berbagai fasilitas penunjang juga terus berjalan dengan progres yang bervariasi di beberapa area proyek.

Pembangunan kawasan hunian pekerja atau Living Area yang juga dikenal sebagai Operation Camp telah mencapai sekitar empat puluh satu persen.

Sementara itu pembangunan Workshop dan Office Area telah mencapai progres sekitar lima puluh tujuh persen.

Perseroan juga melanjutkan kolaborasi dengan mitra strategis Huayou melalui perusahaan patungan KNI dalam pembangunan Feed Preparation Plant serta fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL).

Proyek pembangunan fasilitas tersebut dilaporkan telah melampaui progres tiga puluh enam persen seiring percepatan pekerjaan konstruksi di kawasan industri Pomalaa.

Berita Terkait

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026
Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua
MIND ID Dorong Hilirisasi untuk Perkuat Penerimaan Negara
ANTAM Perkuat Hilirisasi Nikel dan Integrasi Bauksit-Alumina
MIND ID Perkuat Kedaulatan Mineral lewat Integrasi Tembaga dan Emas
HUT ke-50, PT TIMAH Kumpulkan 41 Kantong Darah di Bangka Selatan
Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi BBM di FT Tanjung Gerem
Pertamina Fasilitasi Sertifikasi Halal untuk 50 UMKM Binaan
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 08:26 WITA

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Selasa, 22 September 2026 - 08:21 WITA

Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua

Rabu, 16 September 2026 - 08:41 WITA

MIND ID Dorong Hilirisasi untuk Perkuat Penerimaan Negara

Minggu, 13 September 2026 - 08:35 WITA

ANTAM Perkuat Hilirisasi Nikel dan Integrasi Bauksit-Alumina

Sabtu, 12 September 2026 - 08:38 WITA

MIND ID Perkuat Kedaulatan Mineral lewat Integrasi Tembaga dan Emas

Berita Terbaru

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Korporasi

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:26 WITA

Pertamina siagakan pasokan BBM, LPG dan layanan motoris di Jalur Pantura serta dorong UMKM untuk dukung arus mudik Idulfitri 1447 H.

Korporasi

Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:21 WITA

Harga minyak mentah Indonesia Februari naik menjadi USD68,79 per barel dipicu ketegangan geopolitik dan penurunan produksi minyak global.

Pemerintahan

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:18 WITA