PT Vale Percepat Operasi Smelter HPAL Pomalaa

Avatar photo

- Editor

Sabtu, 7 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Head of Corporate Finance and Investor Relations PT Vale Indonesia Tbk Andaru Brahmono Adi

Head of Corporate Finance and Investor Relations PT Vale Indonesia Tbk Andaru Brahmono Adi

KABARTAMBANG – PT Vale Indonesia Tbk menargetkan smelter nikel berbasis high pressure acid leaching (HPAL) di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, mulai beroperasi pada kuartal ketiga 2026.

Target tersebut lebih cepat dari rencana awal yang memperkirakan fasilitas pengolahan nikel itu baru beroperasi pada kuartal keempat 2026.

Head of Corporate Finance and Investor Relations PT Vale Indonesia Tbk, Andaru Brahmono Adi, menyebut percepatan proyek terjadi berkat dukungan mitra yang terlibat dalam pembangunan smelter.

“Tadinya kami perkirakan fasilitasnya akan mulai beroperasi di kuartal IV tahun ini, tetapi ada percepatan yang luar biasa dari mitra kami sehingga kemungkinan bisa mulai sejak kuartal III 2026,” ujar Andaru dalam acara buka puasa bersama di Jakarta, Jumat.

BACA JUGA  UMKM Binaan Pertamina Hiasi Idulfitri dengan Produk Kerajinan dan Furniture Berkualitas

Smelter HPAL Pomalaa dirancang memproduksi sekitar 120 ribu ton nikel dalam bentuk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP).

MHP merupakan material berbentuk bubuk hijau keabu-abuan yang mengandung campuran nikel dan kobalt hidroksida.

Produk tersebut menjadi bahan baku utama dalam industri baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

Progres Proyek Smelter Pomalaa

Andaru menyampaikan sebagian besar mesin utama proyek sudah terpasang dan menunjukkan perkembangan signifikan dalam proses pembangunan fasilitas pengolahan nikel tersebut.

Empat dari lima unit mesin utama saat ini telah terpasang di kawasan proyek smelter HPAL Pomalaa.

Perkembangan tersebut memperkuat optimisme perusahaan terhadap dukungan mitra dalam menyelesaikan proyek sesuai jadwal.

BACA JUGA  Laba PT Vale Naik, Program Beasiswa Terus Diperluas

Vale juga mulai mengoperasikan kegiatan pertambangan di Blok Pomalaa setelah mendapatkan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Aktivitas penambangan di wilayah tersebut diperkirakan menghasilkan sekitar 7 juta wet metric ton (wmt) bijih saprolite dan 21 juta wmt limonite setiap tahun.

Produksi dari Blok Pomalaa akan menjadi sumber pasokan utama bahan baku bagi smelter yang tengah dibangun.

Pengembangan proyek ini merupakan bagian dari transformasi bisnis Vale Indonesia yang sebelumnya hanya mengoperasikan satu tambang dan satu smelter.

Perusahaan kini telah mengembangkan tiga wilayah tambang dan bersiap mengoperasikan sejumlah smelter tambahan dalam waktu dekat.

Berita Terkait

Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik
MIND ID Lampaui Target 13 Persen Laba Bersih
PT Timah Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Karimun
PT Vale Raih Fasilitas Pinjaman Berkelanjutan US$750 Juta
Jakarta Pertamina Enduro Pertahankan Gelar Juara Proliga 2026
PT Vale Tanam Ratusan Pohon dan Bersihkan Pesisir Morowali
PTK Bangun Kapal Utility Boat 22 Pax, Perkuat Distribusi Energi Nasional
Pertamina Dorong Pembalap Muda Lewat Mandalika Racing Series 2026

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 15:39 WITA

Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Senin, 27 April 2026 - 14:05 WITA

MIND ID Lampaui Target 13 Persen Laba Bersih

Senin, 27 April 2026 - 14:00 WITA

PT Timah Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Karimun

Senin, 27 April 2026 - 13:51 WITA

PT Vale Raih Fasilitas Pinjaman Berkelanjutan US$750 Juta

Senin, 27 April 2026 - 13:46 WITA

Jakarta Pertamina Enduro Pertahankan Gelar Juara Proliga 2026

Berita Terbaru

Menteri ESDM

Pemerintahan

Presiden Prabowo Periksa Kondisi Energi Nasional

Selasa, 28 Apr 2026 - 15:46 WITA

PT Antam

Pasar

Harga Emas Antam 28 April 2026

Selasa, 28 Apr 2026 - 15:41 WITA

CEO Pertamina New & Renewable Energy, John Anis, bersama PTPN III, Ryanto Wisnuardhy dan MedCo, Aradea Z Arifin melakukan penandatanganan kerja sama Pengembangan Bioetanol di Palm Oil, Gedung Agro Plaza, Jakarta pada Senin (27/04/2026).

Korporasi

Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Selasa, 28 Apr 2026 - 15:39 WITA

PT Pertamina (Persero) melalui Refinery Unit VII Kilang Kasim berdayakan CSR

Inovasi

CSR Pertamina Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Ekonomi Warga

Selasa, 28 Apr 2026 - 15:28 WITA