KABARTAMBANG – MT Gas Attaka milik PT Pertamina (Persero) kembali menjalankan perannya dalam mendukung distribusi LPG ke wilayah timur Indonesia.
Kapal tersebut berhasil sandar di Jetty Integrated Terminal LPG Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, dengan membawa muatan sekitar 1.700 metrik ton LPG.
Distribusi ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pasokan energi di wilayah Sulawesi dan Kalimantan.
Selain itu, kapal LPG Gas Ambalat juga melakukan bongkar muat di Kalbut, Situbondo, untuk memenuhi kebutuhan LPG di Jawa Timur dan sekitarnya.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyebut jalur laut menjadi tulang punggung distribusi energi di Indonesia.
“Di tengah geopolitik global, Pertamina terus berkomitmen untuk mengupayakan distribusi energi,” ujarnya.
Pertamina melalui subholding Downstream mengoperasikan ratusan armada kapal untuk mendukung distribusi energi nasional.
Total terdapat 345 kapal yang terdiri dari kapal pengangkut BBM, crude, petrokimia, serta LPG yang melayani berbagai rute di Indonesia.
Armada tersebut juga menjangkau 57 wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di berbagai daerah.
Operasional kapal dilakukan selama 24 jam oleh awak yang bekerja secara bergantian untuk memastikan distribusi berjalan tepat waktu.
Pertamina juga memperkuat operasional di seluruh lini bisnis, termasuk peningkatan produksi hulu migas dan optimalisasi pengolahan kilang.
Selain itu, perusahaan menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk menjaga distribusi energi tetap sesuai ketentuan.
Masyarakat turut diajak berperan aktif dalam mengawasi potensi penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi melalui saluran resmi yang tersedia.











