KABARTAMBANG – PT TIMAH (Persero) Tbk terus memperkuat keterbukaan informasi dan komunikasi dengan para pemangku kepentingan melalui kunjungan investor ke area operasional perusahaan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kegiatan tersebut memberi kesempatan kepada investor untuk melihat langsung rantai bisnis perusahaan, mulai dari aktivitas penambangan hingga proses pengolahan timah.
Kunjungan kali ini diikuti analis dari CGS International Sekuritas yang ingin memperoleh gambaran lebih menyeluruh mengenai industri timah nasional.
Research Analyst CGS International Sekuritas, Joanne Ong, mengaku kunjungan itu memberi kesan positif sekaligus menambah pemahamannya terhadap bisnis timah.
“Ini sangat mengesankan dan membantu memperdalam pemahaman kami, terutama karena bisa melihat langsung proses produksinya,” ujarnya.
Menurut Joanne, proses produksi menjadi bagian paling menarik selama kunjungan berlangsung.
Ia menilai pengalaman tersebut akan semakin lengkap apabila ke depan investor juga dapat melihat langsung langkah penegakan terhadap aktivitas tambang ilegal.
Hal senada disampaikan Research Associate CGS International Sekuritas, Edward Halim. Ia mengapresiasi keterbukaan PT TIMAH yang memberikan akses informasi kepada investor.
Edward menyebut proses peleburan timah serta aktivitas tambang laut menjadi pengalaman paling menarik selama kunjungan.
Menurutnya, secara keseluruhan agenda itu memberi gambaran yang lebih jelas mengenai operasional perusahaan.
Dari sisi prospek bisnis, para analis menilai kinerja jangka pendek PT TIMAH masih cukup positif, sementara peluang jangka panjang tetap menjanjikan meski ada tantangan dalam pelaksanaan operasional.
Joanne menjelaskan prospek perusahaan sangat bergantung pada tingkat produksi, sehingga sejumlah faktor masih perlu dicermati seperti aktivitas satgas serta jumlah kapal operasi milik perusahaan maupun mitra kerja.
Selain itu, potensi pertumbuhan dinilai masih terbuka melalui peningkatan volume produksi. Namun kepastian dukungan operasional, termasuk pengelolaan aset sitaan dan penguatan pengawasan lapangan, menjadi faktor penting untuk menjaga optimisme investor. ***











