Startup Binaan Pertamina Tembus Top 6 Dunia di Ajang Inovasi Sosial AS

Avatar photo

- Editor

Senin, 11 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Startup binaan Pertamina, TERANGIN, raih posisi 4 dunia di ajang inovasi sosial Amerika Serikat lewat teknologi energi terbarukan.

Startup binaan Pertamina, TERANGIN, raih posisi 4 dunia di ajang inovasi sosial Amerika Serikat lewat teknologi energi terbarukan.

KABARTAMBANG – PT Pertamina kembali mencatat prestasi internasional melalui startup binaannya, TERANGIN, yang berhasil masuk jajaran Top 6 dunia dalam ajang Fowler Global Social Innovation Challenge 2026 di University of San Diego, Amerika Serikat.

Startup asal Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tersebut bahkan sukses meraih posisi keempat setelah bersaing dengan 43 finalis dari 10 negara pada kompetisi yang berlangsung 1-2 Mei 2026.

TERANGIN tampil membawa inovasi alat perangkap hama tanaman berbasis energi terbarukan yang menggabungkan teknologi kincir angin dan panel surya.

Inovasi tersebut dinilai menjadi solusi berkelanjutan bagi sektor pertanian sekaligus mendukung agenda transisi energi global.

BACA JUGA  Pertamina Salurkan Energi Kebaikan Ramadan untuk Anak Yatim

Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan pencapaian TERANGIN menjadi bukti inovasi anak muda Indonesia mampu bersaing di level dunia.

“Keberhasilan TERANGIN di San Diego menjadi validasi bahwa inovasi anak bangsa memiliki standar dunia,” ujar Baron.

Ia menyebut melalui program Pertamuda Seed & Scale 2025, Pertamina tidak hanya memberikan pendanaan tetapi juga pendampingan agar ide kreatif mahasiswa dapat berkembang menjadi solusi nyata yang dilirik investor internasional.

Founder TERANGIN, Muhammad Hanif, mengaku kompetisi internasional tersebut membuka perspektif baru mengenai industri global.

Hanif juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pertamina dan Pertamuda yang mendampingi timnya mulai dari mentoring hingga pembiayaan keberangkatan ke Amerika Serikat.

BACA JUGA  Jaga Distribusi Energi, Pertamina Operasikan Satgas Ramadan dan Idulfitri

Selain TERANGIN, delegasi Indonesia lainnya berasal dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) melalui startup Pe-NOVTRA.

Startup tersebut memperkenalkan alat panen kelapa sawit berbasis self-charging system atau piezoelektrik yang juga mendapat perhatian positif dari dewan juri internasional.

Berkat capaian peringkat keempat, TERANGIN berhak memperoleh pendanaan sebesar 3.000 dolar AS untuk pengembangan bisnis lanjutan.

Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta kewirausahaan sosial global dan membuka peluang kolaborasi dengan berbagai mitra internasional.

Berita Terkait

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026
Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua
MIND ID Dorong Hilirisasi untuk Perkuat Penerimaan Negara
ANTAM Perkuat Hilirisasi Nikel dan Integrasi Bauksit-Alumina
MIND ID Perkuat Kedaulatan Mineral lewat Integrasi Tembaga dan Emas
HUT ke-50, PT TIMAH Kumpulkan 41 Kantong Darah di Bangka Selatan
Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi BBM di FT Tanjung Gerem
Pertamina Fasilitasi Sertifikasi Halal untuk 50 UMKM Binaan
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 08:26 WITA

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Selasa, 22 September 2026 - 08:21 WITA

Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua

Rabu, 16 September 2026 - 08:41 WITA

MIND ID Dorong Hilirisasi untuk Perkuat Penerimaan Negara

Minggu, 13 September 2026 - 08:35 WITA

ANTAM Perkuat Hilirisasi Nikel dan Integrasi Bauksit-Alumina

Sabtu, 12 September 2026 - 08:38 WITA

MIND ID Perkuat Kedaulatan Mineral lewat Integrasi Tembaga dan Emas

Berita Terbaru

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Korporasi

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:26 WITA

Pertamina siagakan pasokan BBM, LPG dan layanan motoris di Jalur Pantura serta dorong UMKM untuk dukung arus mudik Idulfitri 1447 H.

Korporasi

Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:21 WITA

Harga minyak mentah Indonesia Februari naik menjadi USD68,79 per barel dipicu ketegangan geopolitik dan penurunan produksi minyak global.

Pemerintahan

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:18 WITA