Investasi US$9 Miliar, PT Vale Perkuat Rantai Pasok Global

Avatar photo

- Editor

Rabu, 4 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KabarTambang.com – PT Vale Indonesia Tbk menegaskan bahwa industri harus menjadi bagian dari solusi pembangunan nasional, bukan justru menjadi beban bagi Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Head of External Relations Regional and Growth PT Vale Indonesia Endra Kusuma saat buka puasa bersama media di Makassar, Senin kemarin.

Endra menilai tantangan global justru membuka ruang penguatan fondasi industri nasional di tengah dinamika ekonomi dunia.

Sepanjang 2025, harga nikel global mengalami tekanan cukup signifikan, namun kondisi tersebut tidak mengganggu stabilitas operasional PT Vale.

Hingga November 2025, produksi nikel matte perseroan mencapai 66.848 ton atau tumbuh 3 persen secara tahunan.

Pada periode yang sama, total pendapatan perusahaan tercatat sebesar 902 juta dolar AS.

BACA JUGA  Dialog Santai Ramadan, PT Vale Paparkan Arah Pengembangan Proyek

“Kami melihat ketahanan industri tidak dibangun dalam satu musim harga tinggi,” ujar Endra.

Hilirisasi Jadi Mesin Pertumbuhan

Endra menegaskan capaian tersebut merupakan hasil konsistensi investasi, disiplin operasional, dan komitmen jangka panjang yang berdampak bagi masyarakat serta lingkungan.

Komitmen itu tercermin melalui pengembangan Indonesia Growth Project yang menjadi motor pertumbuhan baru perusahaan.

Di Pomalaa, proyek bernilai sekitar US$4,5 miliar telah mencatat progres konstruksi lebih dari 65 persen.

Penjualan perdana bijih nikel pada akhir Februari 2026 menandai pergeseran proyek Pomalaa menuju fase operasional yang lebih matang.

Fasilitas tersebut didukung kapasitas stockpile hingga 4 juta wet metric ton (Mwmt) dengan target produksi awal 300.000 ton limonit per bulan.

BACA JUGA  Bahlil Pimpin Sidang DEN Antisipasi Krisis Energi

Pomalaa diproyeksikan menjadi simpul penting dalam rantai pasok nikel nasional.

Sementara itu, proyek Morowali dengan investasi US$2 miliar telah mencapai hampir 99 persen progres konstruksi.

Pada awal 2026, proyek Morowali telah mencatatkan penjualan awal sebesar 2,2 juta ton ore.

Di Sorowako, pengembangan limonit senilai US$2,2 miliar terus berjalan sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.

Total investasi terintegrasi yang mendekati US$9 miliar memperkuat posisi PT Vale dalam rantai pasok global baterai kendaraan listrik dan energi bersih.

Di tengah fokus hilirisasi, PT Vale menegaskan keberlanjutan lingkungan bukan sekadar pelengkap, melainkan syarat utama dalam menjalankan industri pertambangan modern.

Berita Terkait

Program Lahan Produktif hingga Konservasi Pesisir Antar PT Vale Raih Penghargaan
INALUM Umumkan Pemenang IN-Journal Chapter II
Pegadaian dan ANTAM Teken Kerja Sama Penjualan Logam Mulia
Komppas, KKLU, dan Donatur Kembali Gelar Kurban Bersama di Morowali
Lenni Lesviani dan Cerita Perjalanan di Desa Pemberdayaan Vale IGP Morowali
Komisaris Pertamina Cek Langsung Stok BBM dan LPG
Lebih Dekat dengan Lenni Lesviani
PT Timah Dukung Pesantren Kilat Remaja Masjid di Belitung Timur
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 08:29 WITA

Program Lahan Produktif hingga Konservasi Pesisir Antar PT Vale Raih Penghargaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:15 WITA

INALUM Umumkan Pemenang IN-Journal Chapter II

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:25 WITA

Pegadaian dan ANTAM Teken Kerja Sama Penjualan Logam Mulia

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:47 WITA

Komppas, KKLU, dan Donatur Kembali Gelar Kurban Bersama di Morowali

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:19 WITA

Lenni Lesviani dan Cerita Perjalanan di Desa Pemberdayaan Vale IGP Morowali

Berita Terbaru

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Korporasi

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:26 WITA

Pertamina siagakan pasokan BBM, LPG dan layanan motoris di Jalur Pantura serta dorong UMKM untuk dukung arus mudik Idulfitri 1447 H.

Korporasi

Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:21 WITA

Harga minyak mentah Indonesia Februari naik menjadi USD68,79 per barel dipicu ketegangan geopolitik dan penurunan produksi minyak global.

Pemerintahan

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:18 WITA