Harga Emas Mulai Pulih, Namun Masih Dibayangi Tekanan Global

Avatar photo

- Editor

Senin, 30 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas Antam stabil di Rp2,85 juta per gram, sementara buyback turun menjadi Rp2,49 juta per gram pada Kamis pagi.

Harga emas Antam stabil di Rp2,85 juta per gram, sementara buyback turun menjadi Rp2,49 juta per gram pada Kamis pagi.

KABARTAMBANG – Harga emas mulai menunjukkan pemulihan setelah sebelumnya mengalami tekanan tajam di pasar global.

Berdasarkan data Refinitiv, harga emas pada Senin 30 Maret 2026 pukul 06.20 WIB berada di level US$ 4.481,69 per troy ons atau turun 0,25 persen.

Pergerakan ini berbanding terbalik dengan penutupan perdagangan Jumat 27 Maret 2026 yang mencapai US$ 4.492,48 per troy ons setelah menguat 2,6 persen.

Kenaikan tersebut terjadi setelah emas sempat terkoreksi 2,8 persen sehari sebelumnya.

Sepanjang pekan lalu, harga emas tercatat menguat tipis 0,11 persen setelah mengalami pelemahan selama tiga pekan berturut-turut.

Pergerakan emas saat ini masih dipengaruhi kuat oleh faktor makro global.

BACA JUGA  Harga Emas Antam Hari Ini, 18 Maret 2026

Penguatan dolar Amerika Serikat menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas.

Indeks dolar tercatat berada di level 100,338 yang merupakan posisi tertinggi sejak Mei 2025.

Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun juga meningkat hingga 4,44 persen.

Kondisi tersebut membuat emas kurang diminati karena tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen obligasi.

Selain itu, penguatan dolar menyebabkan harga emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Situasi geopolitik yang memanas, termasuk konflik di Timur Tengah, belum mampu mendorong kenaikan signifikan pada harga emas.

Logam mulia lain seperti perak dan paladium justru mengalami tekanan lebih dalam.

BACA JUGA  Tren Harga Emas Melemah Meski Permintaan Tetap Tinggi

Sentimen di sektor pertambangan juga masih cenderung lemah yang tercermin dari pergerakan saham-saham tambang.

Saat ini, emas dinilai masih berada dalam fase stabilisasi karena belum memiliki arah pergerakan yang jelas.

Tekanan jangka pendek diperkirakan masih kuat seiring tingginya yield dan solidnya dolar AS.

Pergerakan emas ke depan akan dipengaruhi kebijakan moneter global, kondisi pasar obligasi, serta perkembangan konflik geopolitik.

Pasar juga menantikan sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat seperti tenaga kerja ADP, penjualan ritel, dan Non-Farm Payrolls.

Investor diminta mencermati perkembangan global secara cermat karena perubahan sentimen dapat terjadi dalam waktu singkat. ***

Berita Terkait

Saham Tambang Berpeluang Terdongkrak Usai Revisi Harga Komoditas Global
Emas Antam Menguat Rp 27.000, Buyback Ikut Melonjak
Tren Harga Emas Melemah Meski Permintaan Tetap Tinggi
Pergerakan Harga Emas Antam Hari Ini Stabil Namun Buyback Melemah
Harga Emas Hari Ini Tak Bergerak, Buyback Turun Rp80 Ribu
Harga Emas Antam Minggu 22 Maret 2026
Emas Antam Masih Bertahan di Angka Tinggi pada Hari Raya Idul Fitri
Harga Emas Antam Turun Tajam, Kini di Level Rp2,89 Juta per Gram
Tag :

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 23:52 WITA

Saham Tambang Berpeluang Terdongkrak Usai Revisi Harga Komoditas Global

Senin, 30 Maret 2026 - 23:49 WITA

Harga Emas Mulai Pulih, Namun Masih Dibayangi Tekanan Global

Sabtu, 28 Maret 2026 - 17:43 WITA

Emas Antam Menguat Rp 27.000, Buyback Ikut Melonjak

Jumat, 27 Maret 2026 - 18:20 WITA

Tren Harga Emas Melemah Meski Permintaan Tetap Tinggi

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:10 WITA

Pergerakan Harga Emas Antam Hari Ini Stabil Namun Buyback Melemah

Berita Terbaru

PT Timah dorong UMKM Belitung lewat Rumah BUMN, bantu pemasaran dan pengembangan usaha hingga jangkauan pasar makin luas.

Korporasi

Dukungan PT Timah Dorong UMKM Belitung Tembus Pasar Lebih Luas

Sabtu, 4 Apr 2026 - 22:38 WITA

Fasilitas energi terbarukan Pertamina yang mendukung produksi listrik bersih dan ketahanan energi nasional Indonesia.

Pemerintahan

Pengembangan EBT Digenjot Pertamina Demi Stabilitas Energi Nasional

Sabtu, 4 Apr 2026 - 22:33 WITA

Pertamina dan POSCO teken MoU untuk kembangkan teknologi rendah karbon seperti CCS, CCUS, dan hidrogen biru di Indonesia.

Pemerintahan

Indonesia dan Korea Selatan Perkuat Kolaborasi Energi Rendah Emisi

Sabtu, 4 Apr 2026 - 22:23 WITA