Kementerian PKP Bidik Maluk Jadi Kawasan Industri Tambang Berkelanjutan

Avatar photo

- Editor

Selasa, 10 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN),

PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN),

KABARTAMBANG – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah memimpin rapat koordinasi bersama pemerintah daerah dan sejumlah pemangku kepentingan untuk membahas penataan kawasan permukiman di Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat.

Pertemuan berlangsung di ruang rapat PT Amman Mineral Nusa Tenggara dengan dihadiri perwakilan pemerintah daerah serta jajaran manajemen perusahaan.

Rapat tersebut juga diikuti unsur Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sumbawa Barat yang memaparkan berbagai kondisi permukiman di wilayah tersebut.

Pertemuan difokuskan pada perkembangan wilayah Maluk yang mengalami pertumbuhan pesat seiring meningkatnya aktivitas industri tambang di kawasan tersebut.

Pemerintah daerah memperkirakan kawasan ini akan mengalami peningkatan kepadatan penduduk dalam beberapa tahun mendatang sehingga penataan kawasan permukiman perlu disiapkan secara sistematis.

Kebutuhan infrastruktur dasar, penataan lingkungan, serta pengelolaan kawasan hunian menjadi salah satu agenda yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Fahri Hamzah menilai kawasan industri pertambangan memiliki posisi strategis sehingga pengembangannya perlu mempertimbangkan keseimbangan antara aktivitas ekonomi, lingkungan, dan pembangunan wilayah.

BACA JUGA  Mengenal Apa Itu Nikel, Logam Strategis di Era Modern

“Kawasan tambang seperti Maluk harus menjadi contoh pengembangan kawasan yang sustainable,” ujar Fahri.

Penataan Permukiman Kawasan Maluk Disiapkan

Pemerintah daerah melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sumbawa Barat juga menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi dalam pengembangan wilayah Maluk.

Beberapa persoalan yang disoroti antara lain potensi banjir serta rencana pengembangan sektor agroindustri yang diharapkan dapat mendukung perekonomian masyarakat.

Pertumbuhan kawasan yang cukup pesat diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan hunian bagi masyarakat dan pekerja di wilayah tersebut.

Penanganan rumah tidak layak huni juga menjadi bagian dari program pembangunan daerah yang perlu dipersiapkan seiring perkembangan kawasan.

Kepala Bidang Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumbawa Barat Marwoto menjelaskan tahap awal pengembangan kawasan mencakup penataan jalan lingkungan serta penyediaan prasarana dasar.

Program tersebut juga meliputi pembangunan prasarana, sarana dan utilitas (PSU), penyediaan ruang terbuka, serta pembangunan infrastruktur utilitas yang mendukung kawasan permukiman.

Data pemerintah daerah mencatat luas kawasan kumuh di wilayah Maluk mencapai sekitar 15 hektare yang memerlukan penanganan secara bertahap.

BACA JUGA  Lebih Dekat dengan Lenni Lesviani

Selain itu pemerintah daerah juga merencanakan pengembangan ruang terbuka seluas sekitar 10 hektare untuk meningkatkan kualitas lingkungan kawasan.

Manager Development Community PT Amman Mineral Nusa Tenggara Dimas Purnama menyampaikan perusahaan berupaya terlibat dalam pengembangan masyarakat di sekitar kawasan tambang.

Perusahaan juga mendorong pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu alternatif penggerak ekonomi masyarakat di wilayah lingkar tambang.

PT Amman Mineral Nusa Tenggara turut bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk menangani persoalan banjir yang kerap terjadi di kawasan Maluk.

Perusahaan juga menyatakan kesiapan untuk melanjutkan pembahasan bersama pemerintah daerah terkait pengembangan wilayah di masa mendatang.

Fahri Hamzah juga menyoroti perlunya pemetaan lahan secara menyeluruh guna memastikan kejelasan status lahan yang akan digunakan dalam penataan kawasan.

Pemerintah daerah didorong menyusun rencana pengembangan kawasan secara bertahap agar arah pembangunan wilayah Maluk lebih terencana.

Berita Terkait

INALUM Umumkan Pemenang IN-Journal Chapter II
Pegadaian dan ANTAM Teken Kerja Sama Penjualan Logam Mulia
Komppas, KKLU, dan Donatur Kembali Gelar Kurban Bersama di Morowali
Lenni Lesviani dan Cerita Perjalanan di Desa Pemberdayaan Vale IGP Morowali
Komisaris Pertamina Cek Langsung Stok BBM dan LPG
Lebih Dekat dengan Lenni Lesviani
PT Timah Dukung Pesantren Kilat Remaja Masjid di Belitung Timur
Tips Aman Membeli Emas Antam di Era Media Sosial

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:15 WITA

INALUM Umumkan Pemenang IN-Journal Chapter II

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:25 WITA

Pegadaian dan ANTAM Teken Kerja Sama Penjualan Logam Mulia

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:47 WITA

Komppas, KKLU, dan Donatur Kembali Gelar Kurban Bersama di Morowali

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:19 WITA

Lenni Lesviani dan Cerita Perjalanan di Desa Pemberdayaan Vale IGP Morowali

Kamis, 23 April 2026 - 13:04 WITA

Komisaris Pertamina Cek Langsung Stok BBM dan LPG

Berita Terbaru

HUT ke-50, PT TIMAH Kumpulkan 41 Kantong Darah di Bangka Selatan

Korporasi

HUT ke-50, PT TIMAH Kumpulkan 41 Kantong Darah di Bangka Selatan

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:40 WITA

Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi BBM di FT Tanjung Gerem

Korporasi

Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi BBM di FT Tanjung Gerem

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:32 WITA

Harga emas hari ini

Pasar

Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,623 Juta per Gram

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:29 WITA

Pertamina Fasilitasi Sertifikasi Halal untuk 50 UMKM Binaan

Korporasi

Pertamina Fasilitasi Sertifikasi Halal untuk 50 UMKM Binaan

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:25 WITA

PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi untuk 50 Pelajar Luwu Timur

Korporasi

PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi untuk 50 Pelajar Luwu Timur

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:22 WITA