Proyek Aluminium Terpadu INALUM di Mempawah Dukung Hilirisasi Nasional

Avatar photo

- Editor

Selasa, 10 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INALUM memulai pembangunan fasilitas bauksit, alumina, dan aluminium di Mempawah Kalbar untuk mendukung hilirisasi mineral nasional.

INALUM memulai pembangunan fasilitas bauksit, alumina, dan aluminium di Mempawah Kalbar untuk mendukung hilirisasi mineral nasional.

KABARTAMBANG – PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) berkomitmen dalam industri pengolahan mineral dalam negeri yang dijalankan bersama MIND ID sebagai holding industri pertambangan milik negara.

Hal itu telah dibuktikan lewat pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit, alumina, dan aluminium di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat sejak Februari 2026.

Proyek tersebut mendukung kebijakan hilirisasi mineral nasional sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Program pengembangan industri ini juga selaras dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan hilirisasi sumber daya alam sebagai penggerak penguatan industri nasional.

Direktur Utama INALUM Melati Sarnita menyampaikan bahwa pengembangan industri aluminium dari hulu hingga hilir diharapkan meningkatkan posisi Indonesia dalam perdagangan komoditas strategis tersebut.

Ia menuturkan pengolahan bauksit hingga menjadi aluminium merupakan agenda industri nasional yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian sektor manufaktur di dalam negeri.

“Hilirisasi bauksit menjadi aluminium merupakan agenda strategis nasional untuk memperkuat kemandirian sektor industri Indonesia,” ujar Melati.

Proyek Aluminium Terpadu INALUM di Mempawah

Fasilitas yang dibangun di Mempawah mencakup Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) fase dua serta pembangunan smelter aluminium yang berada dalam satu kawasan industri.

BACA JUGA  Antam Amankan Pasokan Emas BSI dan PETS

SGAR fase dua memiliki kapasitas produksi sekitar satu juta ton alumina per tahun.

Pembangunan fasilitas tersebut dilakukan berdekatan dengan SGAR fase satu yang telah memiliki kapasitas produksi alumina sebesar satu juta ton per tahun.

Dengan beroperasinya dua fasilitas tersebut, kapasitas produksi alumina domestik diproyeksikan mencapai dua juta ton per tahun.

Kebutuhan bahan baku bijih bauksit untuk fasilitas ini diperkirakan mencapai enam juta ton per tahun.

Pasokan bauksit akan diperoleh dari wilayah izin usaha pertambangan milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) yang berada di Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

Pengelolaan fasilitas SGAR dilakukan oleh PT Borneo Alumina Indonesia yang merupakan perusahaan patungan antara INALUM dan ANTAM.

Selain refinery alumina, proyek ini juga mencakup pembangunan smelter aluminium baru dengan kapasitas produksi sekitar 600.000 ton per tahun.

Seluruh produksi aluminium dari fasilitas tersebut direncanakan untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri.

Apabila digabungkan dengan produksi aluminium dari smelter INALUM di Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, total kapasitas produksi aluminium perusahaan diproyeksikan mencapai sekitar 900.000 ton per tahun.

Pasokan listrik untuk mendukung operasional smelter aluminium di Mempawah direncanakan berasal dari PT Bukit Asam Tbk.

BACA JUGA  Antam Pulihkan Lahan Tidur Lewat Pertanian Sirkular

Nilai investasi pembangunan fasilitas pengolahan dan peleburan aluminium terpadu tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp104,55 triliun atau setara dengan 6,23 miliar dolar Amerika Serikat.

Proyek ini juga tercatat sebagai bagian dari program strategis nasional yang diarahkan untuk memperkuat ketahanan bahan baku industri aluminium di dalam negeri.

Pengembangan fasilitas ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor aluminium serta meningkatkan posisi negara dalam rantai pasok aluminium global.

Dari sisi ekonomi, proyek tersebut diperkirakan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Kegiatan industri yang dihasilkan diproyeksikan dapat meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar Rp71,8 triliun setiap tahun.

Selain itu, penerimaan negara dari aktivitas ekonomi yang tercipta diperkirakan mencapai sekitar Rp6,6 triliun per tahun.

Pembangunan hingga operasional fasilitas industri ini juga diperkirakan membuka peluang kerja bagi sekitar 65.000 tenaga kerja baik secara langsung maupun tidak langsung.

Pengembangan kawasan industri aluminium di Mempawah menunjukkan komitmen INALUM bersama MIND ID dalam memperkuat ekosistem industri mineral nasional yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.

Berita Terkait

PT Bukit Asam Dorong UMKM Muara Enim
Bukit Asam Resmikan Hotel Heritage
PT TIMAH Dukung Lomba Baris Berbaris Pelajar
INALUM Salurkan Bantuan Pendidikan hingga PLTS
Pertamina Dukung Penindakan Mafia BBM dan LPG
PT TIMAH Buka Akses Investor, Smelter dan Proses Tambang
Laba PT Vale Naik, Program Beasiswa Terus Diperluas
Perwira Perempuan PTK Jaga Distribusi Energi Nasional
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 15:46 WITA

PT Bukit Asam Dorong UMKM Muara Enim

Kamis, 23 April 2026 - 15:41 WITA

Bukit Asam Resmikan Hotel Heritage

Kamis, 23 April 2026 - 15:03 WITA

PT TIMAH Dukung Lomba Baris Berbaris Pelajar

Kamis, 23 April 2026 - 14:57 WITA

INALUM Salurkan Bantuan Pendidikan hingga PLTS

Kamis, 23 April 2026 - 12:01 WITA

Pertamina Dukung Penindakan Mafia BBM dan LPG

Berita Terbaru

Korporasi

PT Bukit Asam Dorong UMKM Muara Enim

Kamis, 23 Apr 2026 - 15:46 WITA

PT Bukit Asam (Persero) Tbk meresmikan SAKA Ombilin Heritage Hotel

Korporasi

Bukit Asam Resmikan Hotel Heritage

Kamis, 23 Apr 2026 - 15:41 WITA

PT TIMAH Tbk berpartisipasi ajang Lomba Kreasi Baris Berbaris (LKBB) tingkat SMP dan SMA se-Kabupaten Belitung.

Korporasi

PT TIMAH Dukung Lomba Baris Berbaris Pelajar

Kamis, 23 Apr 2026 - 15:03 WITA

Aksi sosial PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM)

Korporasi

INALUM Salurkan Bantuan Pendidikan hingga PLTS

Kamis, 23 Apr 2026 - 14:57 WITA

Stok BBM dan LPG Dipastikan Aman di Sorong

Ragam

Komisaris Pertamina Cek Langsung Stok BBM dan LPG

Kamis, 23 Apr 2026 - 13:04 WITA