BRIN dan PalmCo Kembangkan Gas Biomethana dari Limbah Sawit

Avatar photo

- Editor

Kamis, 28 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa. ANTARA/HO-PTPN IV

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa. ANTARA/HO-PTPN IV

KABARTAMBANG – Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN bersama PTPN IV PalmCo mengembangkan Bio-Compressed Biomethane Gas (Bio-CBG) berbasis limbah sawit sebagai alternatif pengganti LPG.

Pengembangan tersebut diarahkan untuk mendukung ketahanan energi nasional dan memperbesar bauran energi baru terbarukan.

Direktur Utama PalmCo, Jatmiko K Santosa, mengatakan limbah sawit kini mulai dipandang sebagai sumber energi bernilai ekonomi.

“Selama ini limbah sawit identik dengan persoalan lingkungan. Sekarang pendekatannya berubah. Limbah justru bisa menjadi sumber energi baru yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Jatmiko.

PalmCo dan BRIN saat ini mematangkan kajian pengembangan Bio-CBG yang dihasilkan dari pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) dan biomassa tandan kosong.

Gas biomethana tersebut kemudian dimurnikan hingga memiliki spesifikasi menyerupai gas bumi terkompresi atau compressed natural gas (CNG).

Jatmiko menyebut Bio-CBG dapat dimanfaatkan sebagai pengganti LPG maupun bahan bakar fosil lainnya.

BACA JUGA  Menambang Harapan, Menjaga Bumi: Wamen ESDM Tegaskan ESG Jadi Kunci Daya Saing Pertambangan

“Bio-CBG ini pada dasarnya merupakan ‘kembaran hijau’ dari CNG. Fungsinya sama dan bisa digunakan sebagai alternatif pengganti LPG maupun bahan bakar fosil lainnya,” katanya.

PalmCo saat ini juga menyusun peta jalan pengembangan energi hijau berbasis sawit.

Salah satu proyek yang tengah berjalan yakni pembangunan fasilitas Bio-CBG di Pabrik Kelapa Sawit Tinjowan, Sumatera Utara.

Perusahaan menargetkan pembangunan 17 instalasi Bio-CBG hingga 2029 dan akan memulai groundbreaking delapan proyek baru pada 2026.

BRIN turut melakukan audit energi dan evaluasi teknis di sejumlah fasilitas PalmCo, termasuk di Pembangkit Tenaga Biogas Sei Pagar, Riau.

Kepala Pusat Riset Teknologi Proses BRIN, Hens Putra, mengatakan sektor sawit memiliki potensi besar dalam mendukung transisi energi nasional.

“Energi menjadi prioritas nasional. Kajian ini bukan hanya menghitung potensi energi, tetapi juga meningkatkan efisiensi agar pengolahan limbah sawit lebih optimal dan berkelanjutan,” ujar Hens.

BACA JUGA  BPH Migas Pantau SPBU, Ketersediaan BBM di Jalur Puncak Aman

Sementara itu, Peneliti Energi BRIN, Samuel Pati Senda, menyebut produksi gas metana di fasilitas Sei Pagar meningkat selama pengujian 2026.

Produksi metana tercatat naik dari rata-rata 36.706 normal meter kubik per bulan pada 2025 menjadi 46.683 normal meter kubik per bulan pada 2026.

Menurut Samuel, hasil tersebut menunjukkan teknologi pengolahan limbah sawit menjadi energi sudah layak dikembangkan dalam skala lebih besar.

Ia mengatakan pemanfaatan limbah sawit menjadi Bio-CBG juga menjadi bagian dari penerapan ekonomi sirkular di industri perkebunan.

Pengembangan biomethana berbasis sawit dinilai dapat membantu target pemerintah mencapai bauran energi baru terbarukan sebesar 23 persen.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pemanfaatan gas domestik menjadi salah satu langkah untuk menekan impor LPG.

“Gasnya ada di kita, industrinya juga ada di dalam negeri. Karena itu pengembangannya perlu terus diperluas,” ujar Bahlil.

Berita Terkait

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor
Pemerintah Dorong Hilirisasi Minerba dan Perluas Manfaat Tambang bagi Masyarakat
Tata Kelola Minerba Diperbaiki, PNBP Disebut Meningkat Meski Produksi Batu Bara Turun
PSEL Legok Nangka Olah 2.131 Ton Sampah Jadi Listrik
Pemerintah Percepat Operasional PLTA Batang Toru 510 MW
Komisaris Utama Pertamina Tinjau Fasilitas Energi di Kupang
Bahlil Buka Lelang 118 Blok Migas
Wamen ESDM Tekankan Integritas dan Disiplin Pejabat

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 08:18 WITA

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor

Selasa, 22 September 2026 - 08:15 WITA

Pemerintah Dorong Hilirisasi Minerba dan Perluas Manfaat Tambang bagi Masyarakat

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:08 WITA

PSEL Legok Nangka Olah 2.131 Ton Sampah Jadi Listrik

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:03 WITA

Pemerintah Percepat Operasional PLTA Batang Toru 510 MW

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:32 WITA

Komisaris Utama Pertamina Tinjau Fasilitas Energi di Kupang

Berita Terbaru

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Korporasi

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:26 WITA

Pertamina siagakan pasokan BBM, LPG dan layanan motoris di Jalur Pantura serta dorong UMKM untuk dukung arus mudik Idulfitri 1447 H.

Korporasi

Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:21 WITA

Harga minyak mentah Indonesia Februari naik menjadi USD68,79 per barel dipicu ketegangan geopolitik dan penurunan produksi minyak global.

Pemerintahan

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:18 WITA