KABARTAMBANG – Komitmen PT Vale Indonesia terhadap pembangunan masyarakat di wilayah tambang kembali diperkuat melalui realisasi investasi sosial yang mencapai sekitar Rp70 miliar sepanjang 2015 hingga 2025.
Program tersebut difokuskan pada kawasan lingkar tambang di Kabupaten Morowali dan menjangkau 17 desa di area konsesi perusahaan.
Dana sosial itu diarahkan untuk mendukung berbagai sektor strategis, mulai dari pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, hingga penguatan ekonomi warga di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Strategic Partnership for Community Development Officer PT Vale IGP Morowali, Fajrul Hidayat, mengatakan seluruh program disusun berdasarkan kajian sosial masyarakat agar pelaksanaannya lebih tepat sasaran dan memberi dampak jangka panjang.
Menurutnya, perusahaan menerapkan pendekatan kolaboratif dalam menjalankan program pemberdayaan agar manfaat kehadiran industri tambang dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat sekitar.
“Program sosial PT Vale dirancang dan dijalankan secara terarah serta kolaboratif, berbasis social baseline study yang telah kami lakukan, agar manfaat kehadiran perusahaan dapat dirasakan secara inklusif dan berkelanjutan oleh masyarakat,” ujar Fajrul dalam kegiatan UKW PWI yang bersinergi dengan PT Vale.
Selain fokus pada pembangunan sosial, PT Vale juga menekankan penguatan pengelolaan lingkungan di area operasional tambang.
Perusahaan disebut terus memperketat pengawasan terhadap pengelolaan air limpasan tambang, kualitas udara dan air, pengolahan limbah, hingga proses reklamasi pascatambang.
Fajrul menyebut seluruh tahapan dilakukan dengan standar pengendalian lingkungan yang berkelanjutan dan terukur.
Sementara itu, Environment Engineer PT Vale IGP Morowali, Anwar Rosyid, menegaskan bahwa aspek lingkungan menjadi bagian penting dalam strategi operasional perusahaan.
Ia mengatakan setiap aktivitas pertambangan dijalankan dengan memperhatikan kepatuhan terhadap perizinan dan pengawasan dampak lingkungan secara berkala.
“Kami memastikan setiap tahapan operasional dijalankan dengan kepatuhan perizinan, pemantauan berkelanjutan, dan pengelolaan dampak yang terukur demi menjaga kelestarian ekosistem di area kerja kami,” jelas Anwar. ***











