Kinerja Keuangan Meningkat, Vale Tambah Akses Pembiayaan Global

Avatar photo

- Editor

Sabtu, 28 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Vale menegaskan komitmen tambang berkelanjutan dan hilirisasi nikel untuk memperkuat industri nasional di tengah tekanan harga global.

PT Vale menegaskan komitmen tambang berkelanjutan dan hilirisasi nikel untuk memperkuat industri nasional di tengah tekanan harga global.

KABARTAMBANG – PT Vale Indonesia Tbk menandatangani fasilitas kredit bergulir berbasis keberlanjutan hingga USD500 juta pada 25 Maret 2026.

Fasilitas tersebut memiliki opsi tambahan greenshoe hingga USD250 juta untuk memperkuat fleksibilitas pendanaan.

Kesepakatan ini melibatkan sejumlah bank internasional seperti DBS Bank Ltd., Mizuho Bank Ltd., dan United Overseas Bank Limited sebagai pengatur utama.

Vale Perkuat Pendanaan untuk Proyek Nikel

Perjanjian kredit ini akan dimanfaatkan untuk kebutuhan umum korporasi.

Penggunaan dana mencakup belanja modal serta kebutuhan modal kerja perusahaan.

Corporate Secretary Vale, Anggun Kara Nataya, menyebut fasilitas ini memiliki tenor 24 bulan dengan opsi perpanjangan 12 bulan.

BACA JUGA  Produksi Nikel PT Vale Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Pasar Global

“Fasilitas kredit bergulir keberlanjutan ini akan memberikan kepastian pendanaan pada proyek-proyek pembangunan tambang,” ujarnya.

Dana tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengembangan fasilitas pengolahan nikel.

Sejumlah proyek yang tengah berjalan disebut telah memasuki tahap akhir penyelesaian.

Selain memperkuat pendanaan, Vale juga mencatatkan peningkatan kinerja keuangan sepanjang 2025.

Laba bersih perusahaan mencapai USD76,06 juta, meningkat dari USD57,76 juta pada tahun sebelumnya.

Pendapatan usaha turut naik menjadi USD990,19 juta dari sebelumnya USD950,38 juta.

BACA JUGA  PT Vale dan Forkopimda Luwu Timur Perkuat Sinergi Bangun Daerah Berkelanjutan

Laba bruto juga mengalami peningkatan menjadi USD110,85 juta.

Di sisi lain, beban pokok penjualan tercatat meningkat menjadi USD879,34 juta.

Total aset perusahaan tumbuh menjadi USD3,35 miliar dibandingkan tahun sebelumnya USD3,18 miliar.

Kenaikan aset didorong pertumbuhan aset tidak lancar, terutama pada pos aset tetap.

Sementara itu, total liabilitas meningkat menjadi USD570,77 juta.

Ekuitas perusahaan juga mengalami kenaikan menjadi USD2,78 miliar.

Penguatan kinerja ini menjadi landasan Vale dalam mempercepat pengembangan proyek strategis di sektor nikel. ***

Berita Terkait

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026
Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua
MIND ID Dorong Hilirisasi untuk Perkuat Penerimaan Negara
ANTAM Perkuat Hilirisasi Nikel dan Integrasi Bauksit-Alumina
MIND ID Perkuat Kedaulatan Mineral lewat Integrasi Tembaga dan Emas
HUT ke-50, PT TIMAH Kumpulkan 41 Kantong Darah di Bangka Selatan
Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi BBM di FT Tanjung Gerem
Pertamina Fasilitasi Sertifikasi Halal untuk 50 UMKM Binaan
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 08:26 WITA

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Selasa, 22 September 2026 - 08:21 WITA

Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua

Rabu, 16 September 2026 - 08:41 WITA

MIND ID Dorong Hilirisasi untuk Perkuat Penerimaan Negara

Minggu, 13 September 2026 - 08:35 WITA

ANTAM Perkuat Hilirisasi Nikel dan Integrasi Bauksit-Alumina

Sabtu, 12 September 2026 - 08:38 WITA

MIND ID Perkuat Kedaulatan Mineral lewat Integrasi Tembaga dan Emas

Berita Terbaru

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Korporasi

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:26 WITA

Pertamina siagakan pasokan BBM, LPG dan layanan motoris di Jalur Pantura serta dorong UMKM untuk dukung arus mudik Idulfitri 1447 H.

Korporasi

Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:21 WITA

Harga minyak mentah Indonesia Februari naik menjadi USD68,79 per barel dipicu ketegangan geopolitik dan penurunan produksi minyak global.

Pemerintahan

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:18 WITA