KABARTAMBANG – PT Vale Indonesia Tbk menandatangani fasilitas kredit bergulir berbasis keberlanjutan hingga USD500 juta pada 25 Maret 2026.
Fasilitas tersebut memiliki opsi tambahan greenshoe hingga USD250 juta untuk memperkuat fleksibilitas pendanaan.
Kesepakatan ini melibatkan sejumlah bank internasional seperti DBS Bank Ltd., Mizuho Bank Ltd., dan United Overseas Bank Limited sebagai pengatur utama.
Vale Perkuat Pendanaan untuk Proyek Nikel
Perjanjian kredit ini akan dimanfaatkan untuk kebutuhan umum korporasi.
Penggunaan dana mencakup belanja modal serta kebutuhan modal kerja perusahaan.
Corporate Secretary Vale, Anggun Kara Nataya, menyebut fasilitas ini memiliki tenor 24 bulan dengan opsi perpanjangan 12 bulan.
“Fasilitas kredit bergulir keberlanjutan ini akan memberikan kepastian pendanaan pada proyek-proyek pembangunan tambang,” ujarnya.
Dana tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengembangan fasilitas pengolahan nikel.
Sejumlah proyek yang tengah berjalan disebut telah memasuki tahap akhir penyelesaian.
Selain memperkuat pendanaan, Vale juga mencatatkan peningkatan kinerja keuangan sepanjang 2025.
Laba bersih perusahaan mencapai USD76,06 juta, meningkat dari USD57,76 juta pada tahun sebelumnya.
Pendapatan usaha turut naik menjadi USD990,19 juta dari sebelumnya USD950,38 juta.
Laba bruto juga mengalami peningkatan menjadi USD110,85 juta.
Di sisi lain, beban pokok penjualan tercatat meningkat menjadi USD879,34 juta.
Total aset perusahaan tumbuh menjadi USD3,35 miliar dibandingkan tahun sebelumnya USD3,18 miliar.
Kenaikan aset didorong pertumbuhan aset tidak lancar, terutama pada pos aset tetap.
Sementara itu, total liabilitas meningkat menjadi USD570,77 juta.
Ekuitas perusahaan juga mengalami kenaikan menjadi USD2,78 miliar.
Penguatan kinerja ini menjadi landasan Vale dalam mempercepat pengembangan proyek strategis di sektor nikel. ***











