KABARTAMBANG – PT Vale Indonesia Tbk melaporkan perkembangan terbaru proyek pengembangan Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa yang menunjukkan kemajuan pembangunan pada awal tahun 2026.
Perseroan menyebut progres keseluruhan proyek hingga saat ini telah mencapai 62 persen sejak tahapan konstruksi dimulai.
Melalui siaran pers perusahaan pada Rabu (11/3/2026), dijelaskan bahwa sejumlah infrastruktur utama dalam proyek tersebut telah selesai dibangun.
Beberapa fasilitas yang telah rampung meliputi North Access Road (NAR), gedung Main Construction Office, serta fasilitas persemaian modern.
Fasilitas persemaian tersebut dirancang mampu memproduksi hingga satu juta bibit pohon sebagai bagian dari upaya pengelolaan lingkungan yang terintegrasi dalam pengembangan proyek.
Perkembangan Infrastruktur Strategis Proyek IGP Pomalaa
Selain infrastruktur utama, pembangunan berbagai fasilitas pendukung juga terus berjalan di kawasan proyek IGP Pomalaa.
Progres pembangunan Living Area atau Operation Camp saat ini tercatat telah mencapai 41 persen.
Sementara itu pembangunan Workshop dan Office Area dilaporkan telah mencapai progres sekitar 57 persen.
PT Vale Indonesia juga menjalankan kerja sama dengan mitra Huayou melalui perusahaan KNI dalam pengembangan area Feed Preparation Plant serta fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL).
Perkembangan konstruksi pada dua fasilitas tersebut dilaporkan telah melampaui angka 36 persen.
Perseroan menyatakan setiap tahapan pengembangan proyek dilaksanakan dengan memperhatikan standar keselamatan kerja serta efisiensi operasional.
Seluruh proses pembangunan juga diarahkan untuk memenuhi penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap kegiatan konstruksi.
PT Vale Indonesia bersama para mitra serta pemangku kepentingan terus melanjutkan pengembangan proyek IGP Pomalaa sebagai bagian dari upaya memperkuat industri hilirisasi mineral di Indonesia sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.











