Mengenal Apa Itu Nikel, Logam Strategis di Era Modern

Avatar photo

- Editor

Rabu, 12 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Image by Tom from Pixabay

Image by Tom from Pixabay

Jakarta, Kabartambang.com – Nikel adalah logam transisi dengan simbol kimia Ni dan nomor atom 28. Berwarna putih keperakan, logam ini dikenal karena ketahanan korosi, kekuatan mekanis tinggi, serta konduktivitas listrik dan panas yang baik.

Sifat-sifat ini membuatnya menjadi elemen kunci dalam berbagai sektor industri, terutama di era modern yang semakin bergantung pada teknologi dan energi bersih.

Lokasi dan Sumber Nikel

Nikel secara alami ditemukan dalam bentuk bijih laterit dan sulfida. Bijih laterit, yang terbentuk akibat pelapukan batuan ultramafik, mendominasi cadangan global dan banyak ditemukan di daerah tropis seperti Indonesia dan Filipina.

Sementara itu, bijih sulfida ditemukan di wilayah yang lebih dingin seperti Kanada dan Rusia.

Indonesia adalah produsen nikel terbesar dunia, dengan cadangan besar yang tersebar di Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Produksi nikel Indonesia didominasi oleh penambangan bijih laterit, yang kemudian diolah menjadi nikel matte atau nikel murni melalui proses pirometalurgi dan hidrometalurgi.

BACA JUGA  Begini Cara PT NNI Berbagi Kebahagiaan di Hari Natal

Manfaat Nikel di Era Modern

1. Baja Tahan Karat

Salah satu penggunaan utama nikel adalah sebagai elemen paduan dalam pembuatan baja tahan karat. Dengan mencampurkan nikel ke dalam baja, ketahanan terhadap korosi dan oksidasi meningkat secara signifikan.

Baja tahan karat ini banyak digunakan dalam konstruksi bangunan, alat medis, industri makanan, serta peralatan rumah tangga.

2. Baterai Kendaraan Listrik

Nikel memiliki peran penting dalam pengembangan kendaraan listrik (EV). Baterai lithium-ion dengan kandungan nikel tinggi, seperti NMC (Nickel Manganese Cobalt) dan NCA (Nickel Cobalt Aluminum), memiliki kapasitas penyimpanan energi lebih besar dibandingkan baterai dengan kandungan nikel rendah.

Hal ini memungkinkan kendaraan listrik memiliki jangkauan lebih jauh dalam sekali pengisian daya.

Dengan meningkatnya permintaan kendaraan listrik sebagai solusi transportasi ramah lingkungan, kebutuhan akan nikel juga melonjak drastis. Inilah yang menjadikan nikel sebagai salah satu logam strategis dalam transisi energi global.

BACA JUGA  Presiden Jokowi Hadiri Malam Puncak HUT Pertambangan dan Energi Ke-79

3. Industri Dirgantara

Campuran nikel dengan elemen lain menghasilkan superalloy yang digunakan dalam mesin pesawat dan turbin gas. Superalloy berbasis nikel mampu bertahan di lingkungan ekstrem dengan suhu tinggi, tekanan besar, serta paparan bahan kimia korosif.

Oleh karena itu, industri dirgantara sangat bergantung pada material ini untuk meningkatkan efisiensi dan ketahanan mesin pesawat.

4. Teknologi dan Elektronik

Dalam industri elektronik, nikel digunakan dalam pembuatan baterai isi ulang, komponen semikonduktor, serta berbagai peralatan listrik. Kehadirannya dalam perangkat seperti ponsel, laptop, dan peralatan rumah tangga menjadikan nikel sebagai elemen penting dalam perkembangan teknologi digital.

5. Katalis dalam Industri Kimia

Nikel juga berperan sebagai katalis dalam berbagai proses industri, seperti hidrogenasi minyak nabati untuk produksi margarin dan pemurnian bahan bakar. Penggunaan nikel dalam teknologi ini membantu meningkatkan efisiensi produksi serta mendukung transisi menuju bahan bakar yang lebih bersih.

Berita Terkait

Komisaris Pertamina Cek Langsung Stok BBM dan LPG
Lebih Dekat dengan Lenni Lesviani
PT Timah Dukung Pesantren Kilat Remaja Masjid di Belitung Timur
Tips Aman Membeli Emas Antam di Era Media Sosial
Mengenal Bernardus Irmanto Presiden Direktur PT Vale Indonesia
Kementerian PKP Bidik Maluk Jadi Kawasan Industri Tambang Berkelanjutan
Tekanan Harga Nikel Picu Koreksi Saham Emiten Tambang di Bursa
Bahlil Pimpin Sidang DEN Antisipasi Krisis Energi
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 13:04 WITA

Komisaris Pertamina Cek Langsung Stok BBM dan LPG

Rabu, 8 April 2026 - 16:14 WITA

Lebih Dekat dengan Lenni Lesviani

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:19 WITA

PT Timah Dukung Pesantren Kilat Remaja Masjid di Belitung Timur

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:53 WITA

Tips Aman Membeli Emas Antam di Era Media Sosial

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:41 WITA

Mengenal Bernardus Irmanto Presiden Direktur PT Vale Indonesia

Berita Terbaru

Menteri ESDM

Pemerintahan

Presiden Prabowo Periksa Kondisi Energi Nasional

Selasa, 28 Apr 2026 - 15:46 WITA

PT Antam

Pasar

Harga Emas Antam 28 April 2026

Selasa, 28 Apr 2026 - 15:41 WITA

CEO Pertamina New & Renewable Energy, John Anis, bersama PTPN III, Ryanto Wisnuardhy dan MedCo, Aradea Z Arifin melakukan penandatanganan kerja sama Pengembangan Bioetanol di Palm Oil, Gedung Agro Plaza, Jakarta pada Senin (27/04/2026).

Korporasi

Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Selasa, 28 Apr 2026 - 15:39 WITA

PT Pertamina (Persero) melalui Refinery Unit VII Kilang Kasim berdayakan CSR

Inovasi

CSR Pertamina Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Ekonomi Warga

Selasa, 28 Apr 2026 - 15:28 WITA