KABARTAMBANG – PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam menandatangani perjanjian gold sales and purchase agreement (GSPA) dengan volume transaksi enam metrik ton emas setiap tahun.
Kesepakatan tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan baku bagi industri emas domestik sekaligus memperkuat rantai pasok nasional.
Direktur Komersial Antam, Handi Sutanto, menyampaikan kerja sama ini mempertegas posisi emas Antam sebagai produk yang berasal dari tambang Indonesia dan dimurnikan di fasilitas refinery bersertifikasi London Bullion Market Association (LBMA).
“Dengan perjanjian ini kami memperkuat visi emas Antam sebagai emas yang bersumber dari tambang Indonesia dan dimurnikan di refinery bersertifikasi LBMA,” ujar Handi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.
Perjanjian GSPA ditandatangani bersama PT Bumi Suksesindo (BSI) dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) yang merupakan bagian dari holding Merdeka Group.
Masing-masing kontrak berlaku selama dua tahun dengan volume transaksi tiga metrik ton emas per tahun.
Dalam skema tersebut Antam bertindak sebagai pembeli, sedangkan BSI dan PETS menjadi pemasok emas.
Kerja Sama Pasokan Emas
Antam berperan menghubungkan hasil tambang emas domestik dengan pasar melalui proses pemurnian hingga menjadi emas murni yang siap dipasarkan kepada masyarakat.
Transaksi emas granula hasil pemurnian dalam negeri dilakukan secara terstruktur melalui perjanjian ini sehingga memperkuat integrasi rantai pasok dari sektor hulu hingga hilir.
Kepastian sumber pasokan yang jelas dinilai menjadi landasan dalam menjaga reputasi merek emas Antam di pasar nasional.
Perusahaan juga menegaskan seluruh proses produksi dan transaksi berjalan sesuai standar tata kelola serta regulasi yang berlaku.
Antam menyatakan komitmen untuk menjaga praktik bisnis yang sejalan dengan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan atau ESG.
Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Albert Saputro, menilai kerja sama ini memberikan kepastian penyerapan produksi emas dari Merdeka Group di dalam negeri.
Kemitraan tersebut juga memperkuat integrasi industri emas nasional dari sektor pertambangan hingga pemurnian.











