Kuota Produksi Terbatas, Vale Tegaskan Operasional Tetap Normal

Avatar photo

- Editor

Senin, 9 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

190 Izin tambang berpotensi akktif lagi, pemerintah tegaskan kewajiban reklamasi. Foto: Ilustrasi

190 Izin tambang berpotensi akktif lagi, pemerintah tegaskan kewajiban reklamasi. Foto: Ilustrasi

KABARTAMBANG – PT Vale Indonesia Tbk menyatakan kegiatan operasional perusahaan masih berjalan normal meskipun kuota produksi bijih nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya tahun 2026 yang disetujui pemerintah hanya sebagian dari pengajuan awal perusahaan.

Manajemen Vale mengungkapkan kuota produksi yang diberikan saat ini berada di kisaran 30 persen dari total rencana produksi yang sebelumnya diajukan kepada pemerintah.

Produksi Nickel Matte Stabil

Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer Vale Budiawansyah menyampaikan kuota tersebut memang belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan pasokan untuk proyek smelter baru milik perusahaan.

BACA JUGA  PT Vale Catat Kemajuan Konstruksi IGP Pomalaa

Ia menjelaskan kebutuhan bahan baku untuk tiga proyek smelter yang sedang dikembangkan serta kewajiban pasokan kepada pembeli bijih nikel yang telah memiliki kontrak menjadi perhatian utama perusahaan.

Namun demikian, Budiawansyah menegaskan kondisi tersebut tidak memengaruhi target produksi nickel matte yang menjadi salah satu produk utama Vale.

“Rencana produksi nickel matte tidak berpengaruh sama sekali dan masih sesuai dengan forecast,” ujar Budiawansyah kepada awak media di Jakarta Selatan.

BACA JUGA  PT Vale dan Pemkab Morowali Pererat Kerja Sama Pembangunan Daerah

Produksi nickel matte Vale saat ini masih mengacu pada kegiatan operasional di kawasan Sorowako yang telah memperoleh persetujuan penuh dalam RKAB dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Persetujuan kuota produksi sebesar 100 persen untuk operasi Sorowako membuat aktivitas produksi nickel matte tetap berjalan sesuai rencana perusahaan.

Kondisi tersebut dinilai memberikan ruang bagi Vale untuk menjaga stabilitas produksi meskipun kuota produksi bijih nikel untuk proyek lain masih terbatas.

Berita Terkait

PT TIMAH Edukasi Bahaya Kebakaran kepada Siswa TK
PT TIMAH Bantu Fasilitas Surau Baitussalam
PT TIMAH Edukasi Siswa Kelola Sampah Plastik
PT ANTAM Bagi Dividen Rp5,04 Triliun
MIND ID Catat Pendapatan Rp159,46 Triliun
PTBA Tingkatkan Cofiring Biomassa di PLTU Banko Barat
PT TIMAH Tanam 500 Pohon di Sempadan Sungai Romodong
BP BUMN dan Danantara Benahi Struktur Bisnis MIND ID

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:10 WITA

PT TIMAH Edukasi Bahaya Kebakaran kepada Siswa TK

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:59 WITA

PT TIMAH Bantu Fasilitas Surau Baitussalam

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:46 WITA

PT TIMAH Edukasi Siswa Kelola Sampah Plastik

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:41 WITA

PT ANTAM Bagi Dividen Rp5,04 Triliun

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:36 WITA

PTBA Tingkatkan Cofiring Biomassa di PLTU Banko Barat

Berita Terbaru

PT TIMAH

Korporasi

PT TIMAH Edukasi Bahaya Kebakaran kepada Siswa TK

Jumat, 19 Jun 2026 - 12:10 WITA

Bantuan terbaru diberikan kepada Surau Baitussalam oleh PT Timah

Korporasi

PT TIMAH Bantu Fasilitas Surau Baitussalam

Jumat, 19 Jun 2026 - 11:59 WITA

PT TIMAH Edukasi Siswa Kelola Sampah Plastik

Korporasi

PT TIMAH Edukasi Siswa Kelola Sampah Plastik

Jumat, 19 Jun 2026 - 11:46 WITA

PT ANTAM

Korporasi

PT ANTAM Bagi Dividen Rp5,04 Triliun

Jumat, 19 Jun 2026 - 11:41 WITA