Pertamina Dorong Peran BUMN Energi Hadapi Geopolitik dan Transisi Energi Global

Avatar photo

- Editor

Jumat, 22 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, dalam diskusi bertema Global Challenges: NOCs at the Heart of Energy Resilience pada ajang IPA Convex ke-50.

Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, dalam diskusi bertema Global Challenges: NOCs at the Heart of Energy Resilience pada ajang IPA Convex ke-50.

KABARTAMBANG – Perusahaan energi negara Pertamina menilai peran National Oil Company (NOC) semakin penting di tengah tekanan geopolitik global, ketidakpastian pasar energi, dan percepatan transisi menuju energi rendah emisi. Selain menjaga pasokan energi nasional, perusahaan minyak milik negara juga dinilai memiliki tanggung jawab besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan industri nasional.

Pandangan tersebut disampaikan Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, dalam diskusi bertema Global Challenges: NOCs at the Heart of Energy Resilience pada ajang IPA Convex ke-50.

Menurut Oki, NOC tidak lagi hanya berperan sebagai entitas bisnis pencari keuntungan, tetapi juga menjadi instrumen strategis negara untuk menjaga ketahanan energi jangka panjang. Dalam konteks transisi energi, ia menilai gas bumi akan memainkan peran penting sebagai energi transisi karena dinilai lebih rendah emisi dan lebih kompetitif dari sisi biaya.

BACA JUGA  Kapal LPG Pertamina Jangkau Wilayah 3T

Ia juga menekankan bahwa sektor energi dapat menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas melalui hilirisasi industri. Pengembangan rantai nilai energi disebut mampu membuka lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dalam negeri.

Untuk memperkuat ketahanan energi, Pertamina disebut terus memperluas kerja sama dengan pemerintah, investor, lembaga pembiayaan, hingga mitra strategis global. Oki mencontohkan proyek LNG Mozambique yang mendapat dukungan penuh pemerintah Jepang melalui pembiayaan, asuransi, hingga jaminan pasar sebagai model kolaborasi yang membuat proyek energi strategis tetap layak secara ekonomi.

Menurutnya, proyek energi skala besar membutuhkan dukungan menyeluruh dari negara agar perusahaan energi dapat menjalankan mandat ketahanan energi tanpa mengabaikan disiplin investasi.

Di sisi domestik, Pertamina juga berupaya meningkatkan produksi minyak dan gas untuk memperkecil kesenjangan antara kapasitas kilang dan produksi nasional. Saat ini kapasitas pengolahan kilang Pertamina mencapai sekitar 1 juta barel per hari, sementara produksi minyak mentah nasional masih berada di kisaran 600 ribu barel per hari.

BACA JUGA  PT Vale Dorong Kemitraan Media untuk Transparansi Informasi Publik

Selain memperkuat produksi dalam negeri, Pertamina juga tetap mengembangkan portofolio internasional secara selektif untuk menjaga keseimbangan antara nilai ekonomi dan keamanan pasokan energi nasional.

Oki menambahkan, kawasan Association of Southeast Asian Nations atau ASEAN kini menjadi salah satu wilayah paling menarik bagi investasi energi global. Faktor pasar yang besar, pertumbuhan kebutuhan energi yang tinggi, serta kondisi kawasan yang relatif stabil dinilai menjadi alasan utama meningkatnya minat investasi di sektor energi Asia Tenggara.

Menurutnya, hampir separuh pertumbuhan permintaan energi global berasal dari kawasan ASEAN, menjadikannya salah satu pusat pertumbuhan industri energi dunia dalam beberapa dekade ke depan.

Berita Terkait

HUT ke-50, PT TIMAH Kumpulkan 41 Kantong Darah di Bangka Selatan
Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi BBM di FT Tanjung Gerem
Pertamina Fasilitasi Sertifikasi Halal untuk 50 UMKM Binaan
PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi untuk 50 Pelajar Luwu Timur
Pertamina dan Jabar Kembangkan Energi Bersih dari Sampah
Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Nasional Lewat Strategi Bisnis
PT TIMAH Edukasi Bahaya Kebakaran kepada Siswa TK
PT TIMAH Bantu Fasilitas Surau Baitussalam
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:40 WITA

HUT ke-50, PT TIMAH Kumpulkan 41 Kantong Darah di Bangka Selatan

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:32 WITA

Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi BBM di FT Tanjung Gerem

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:25 WITA

Pertamina Fasilitasi Sertifikasi Halal untuk 50 UMKM Binaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:22 WITA

PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi untuk 50 Pelajar Luwu Timur

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:11 WITA

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Nasional Lewat Strategi Bisnis

Berita Terbaru

HUT ke-50, PT TIMAH Kumpulkan 41 Kantong Darah di Bangka Selatan

Korporasi

HUT ke-50, PT TIMAH Kumpulkan 41 Kantong Darah di Bangka Selatan

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:40 WITA

Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi BBM di FT Tanjung Gerem

Korporasi

Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi BBM di FT Tanjung Gerem

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:32 WITA

Harga emas hari ini

Pasar

Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,623 Juta per Gram

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:29 WITA

Pertamina Fasilitasi Sertifikasi Halal untuk 50 UMKM Binaan

Korporasi

Pertamina Fasilitasi Sertifikasi Halal untuk 50 UMKM Binaan

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:25 WITA

PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi untuk 50 Pelajar Luwu Timur

Korporasi

PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi untuk 50 Pelajar Luwu Timur

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:22 WITA