KABARTAMBANG – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) memperkuat operasional distribusi energi nasional dengan dukungan 486 Perwira Perempuan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Mereka mengambil peran penting dalam rantai logistik maritim guna memastikan pasokan energi tetap berjalan hingga pelosok negeri.
Keberadaan para Perwira Perempuan itu terlibat di sejumlah lini strategis, mulai dari operasi kapal, manajemen armada, layanan pelabuhan, hingga bidang keselamatan dan kepatuhan.
Direktur Armada PTK, Dewi Susanti, mengatakan industri maritim saat ini membutuhkan kompetensi, ketangguhan, dan ketepatan dalam menghadapi dinamika operasional laut yang kompleks.
Menurutnya, perempuan memiliki kapasitas setara dalam memimpin dan menjaga kualitas layanan perusahaan.
“Perwira perempuan hadir sebagai bagian dari kekuatan utama untuk memastikan layanan berjalan aman, andal, dan efisien. Ini bukan sekadar representasi, tetapi kontribusi nyata,” ujarnya.
Senada, VP Legal and Relations PTK, Amran Reza, menilai kehadiran perempuan tidak hanya memperkuat operasional, tetapi juga menopang tata kelola perusahaan yang berkelanjutan.
Ia menyebut semangat Hari Kartini menjadi pengingat bahwa perempuan kini memegang peran strategis dalam mendukung kelancaran distribusi energi nasional.
Menurut Amran, PTK terus mengembangkan sistem digital dan pemantauan real-time guna meningkatkan efisiensi armada sekaligus menekan potensi gangguan distribusi.
Ia menambahkan keberagaman perspektif, termasuk dari Perwira Perempuan, memberi dampak positif terhadap kualitas pengambilan keputusan dan kecepatan respons di lapangan.
Penguatan kapasitas operasional tersebut, kata dia, memberi manfaat langsung bagi pelanggan dan mitra bisnis melalui layanan yang lebih andal, distribusi lebih terencana, serta risiko keterlambatan yang semakin kecil.
Di sisi lain, masyarakat turut merasakan dampak tidak langsung melalui terjaganya ketersediaan energi untuk kebutuhan sehari-hari.
Ke depan, PTK menegaskan komitmennya memperluas peran perempuan lewat peningkatan kompetensi dan keterlibatan di posisi strategis, seiring transformasi industri maritim yang semakin berbasis teknologi dan keberlanjutan. ***











