Ditjen Migas Lanjutkan Uji Kelayakan Bahan Bakar Bobibos

Avatar photo

- Editor

Minggu, 26 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ditjen Migas Arahkan Uji Teknis Klasifikasi Bobibos

Ditjen Migas Arahkan Uji Teknis Klasifikasi Bobibos

KABARTAMBANG – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi kembali memanggil produsen bahan bakar Bobibos, PT Inti Sinergi Formula, untuk melanjutkan pembahasan kelayakan produk sebelum dipasarkan ke masyarakat.

Pemanggilan dilakukan di Kantor Ditjen Migas, Gedung Ibnu Soetowo, Jakarta, sebagai tindak lanjut dari pertemuan awal pada 14 April 2026.

Agenda utama mencakup pematangan rencana pengujian laboratorium, standardisasi, serta klasifikasi produk.

Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Noor Arifin Muhammad, mengatakan pengujian diperlukan untuk memastikan posisi produk, apakah termasuk kategori bahan bakar nabati (BBN) atau bahan bakar minyak (BBM).

BACA JUGA  Pemerintah Percepat B50, Uji Kendaraan Diesel Diklaim Tunjukkan Hasil Positif

“Secara teknis, seluruh pengujian akan dilakukan oleh Lemigas. Kami meminta Bobibos proaktif menindaklanjuti langkah-langkah ini agar proses berjalan akuntabel,” ujarnya di Jakarta, Kamis (23/4).

Tahapan pengujian awal dilakukan oleh Lemigas dengan pengambilan sampel sesuai standar internasional ASTM D4057 dari tangki penyimpanan.

Dalam pertemuan tersebut, PT Inti Sinergi Formula menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi dengan Lemigas guna memenuhi seluruh kebutuhan teknis pengujian.

Namun, hasil identifikasi internal sebelumnya menunjukkan spesifikasi produk Bobibos masih belum memenuhi sejumlah parameter standar baik untuk BBN maupun BBM.

BACA JUGA  Menambang Harapan, Menjaga Bumi: Wamen ESDM Tegaskan ESG Jadi Kunci Daya Saing Pertambangan

Pemerintah menyatakan terbuka terhadap inovasi bahan bakar alternatif karya anak bangsa sebagai upaya memperkuat ketahanan energi nasional di tengah tekanan krisis energi global.

Meski demikian, setiap produk tetap harus melalui prosedur pengujian ketat sebelum digunakan secara luas.

Pengujian dilakukan secara terstandar dan dalam pengawasan guna menjamin keamanan konsumen, mencegah risiko kerusakan mesin, serta memberikan kepastian hukum apabila produk tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. ***

Berita Terkait

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor
Pemerintah Dorong Hilirisasi Minerba dan Perluas Manfaat Tambang bagi Masyarakat
Tata Kelola Minerba Diperbaiki, PNBP Disebut Meningkat Meski Produksi Batu Bara Turun
PSEL Legok Nangka Olah 2.131 Ton Sampah Jadi Listrik
Pemerintah Percepat Operasional PLTA Batang Toru 510 MW
Komisaris Utama Pertamina Tinjau Fasilitas Energi di Kupang
Bahlil Buka Lelang 118 Blok Migas
Wamen ESDM Tekankan Integritas dan Disiplin Pejabat

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 08:18 WITA

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor

Selasa, 22 September 2026 - 08:15 WITA

Pemerintah Dorong Hilirisasi Minerba dan Perluas Manfaat Tambang bagi Masyarakat

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:08 WITA

PSEL Legok Nangka Olah 2.131 Ton Sampah Jadi Listrik

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:03 WITA

Pemerintah Percepat Operasional PLTA Batang Toru 510 MW

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:32 WITA

Komisaris Utama Pertamina Tinjau Fasilitas Energi di Kupang

Berita Terbaru

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Korporasi

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:26 WITA

Pertamina siagakan pasokan BBM, LPG dan layanan motoris di Jalur Pantura serta dorong UMKM untuk dukung arus mudik Idulfitri 1447 H.

Korporasi

Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:21 WITA

Harga minyak mentah Indonesia Februari naik menjadi USD68,79 per barel dipicu ketegangan geopolitik dan penurunan produksi minyak global.

Pemerintahan

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:18 WITA