MOROWALI, Sulawesi Tengah – Perjalanan karier SU LAN dimulai dari posisi penerjemah di ruang kontrol PT IWIP Maluku. Setelah lebih dari satu tahun berkiprah, ia bergabung dengan perusahaan Nadesico Nickel Industry (PT. NNI) yang merupakan naungan CNGR, adalah sebuah pilihan yang menjadi titik balik dalam kariernya.
Di sini, ia tidak hanya mengalami peningkatan kemampuan bahasa, tetapi juga mengalami transformasi dari seorang pemula di dunia kerja menjadi koordinator kolaborasi lintas budaya, berkat pembinaan budaya perusahaan “Tanggung Jawab, Inovasi, Keragaman, dan Sinergi.”

Saat pertama kali bergabung dengan NNI, istilah-istilah teknis yang asing dan perbedaan gaya kolaborasi lintas budaya sempat memberinya tekanan.
Menghadapi kosakata teknis dalam operasi peralatan dan koordinasi proyek, ia membiasakan diri untuk langsung mengecek dan mencatatnya secara terklasifikasi.
Hanya dalam waktu setengah tahun, ia telah mengumpulkan basis data hampir seribu istilah profesional. Ketika berhadapan dengan rekan kerja yang memiliki gaya kerja berbeda, ia menjunjung tinggi sikap “kolaborasi terbuka” dan aktif menyesuaikan diri.

Dari awalnya merasa kaku dalam berkomunikasi, hingga akhirnya dapat secara tepat menangkap kebiasaan ekspresi lawan bicara, ia secara bertahap menciptakan atmosfer kolaborasi yang rileks dalam tim.
Bimbingan telaten dari atasan juga membantunya cepat memahami alur kerja, mengubahnya dari seorang pemula yang takut membuat kesalahan, menjadi peserta yang berani aktif mengoordinasikan tugas.
Sebagai “jembatan lintas budaya” bagi tim China dan Indonesia, SU LAN menerapkan budaya perusahaan “Inklusif dalam Keragaman” secara nyata.

Saat menangani pekerjaan perizinan masuk-keluar kawasan, ia menghadapi tantangan sulit, jam operasional kawasan yang tetap tidak selaras dengan kebutuhan bisnis perusahaan yang fleksibel, sering menyebabkan keterlambatan masuk karyawan dan terhambatnya urusan mendesak.
Alih-alih menunggu secara pasif, ia pertama-tama memetakan titik-titik hambatan bisnis dalam seminggu terakhir, kemudian aktif melaporkannya kepada atasan, dan mengoordinasikan berbagai departemen untuk mengajukan dokumen masuk sehari lebih awal.
Secara bersamaan, ia berkoordinasi berkali-kali dengan pihak pengelola kawasan untuk menetapkan skema fleksibel dengan penanggung jawab khusus untuk urusan mendesak dan waktu respons 2 jam.

Pada akhirnya, hal ini tidak hanya mematuhi aturan pengelolaan kawasan, tetapi juga memastikan kelancaran operasional perusahaan. Upaya koordinasi ini pun menjadi contoh kasus kolaborasi antar departemen di NNI.

Dalam acara “Sport Game Zhongwei 2025”, SU LAN, sebagai Kapten Tim Regional Indonesia untuk Tim Gabungan Luar Negeri dan penghubung dengan panitia pusat di Basis Qinzhou, China, memimpin secara penuh koordinasi dan komunikasi seputar acara tersebut.

Ia mengonfirmasi peraturan pertandingan dan pengaturan venue dengan panitia sebelumnya, menyinkronkan detail acara kepada perwakilan anggota tim, mengoordinasikan latihan pra-pertandingan, serta memberikan umpan balik yang tepat mengenai kebutuhan anggota tim.
Dengan keunggulan komunikasi lintas budayanya, ia berhasil menghilangkan hambatan informasi.
Akhirnya, Tim Gabungan Luar Negeri yang terdiri dari perwakilan tim NNI, Basis Industri Morowali, serta kawasan Eropa, Amerika, dan Afrika, berhasil meraih gelar juara dalam dua kategori: sepak bola dan ganda campuran bulu tangkis.

Bicara tentang pertumbuhan, SU LAN mengatakan bahwa budaya NNI adalah pondasinya: “Mengejar keunggulan membuat saya tidak boleh lengah. Saat menghadapi masalah, saya akan aktif mencari solusi. Kolaborasi terbuka membuat saya belajar mendengarkan dan dapat terhubung dengan rekan kerja dari latar belakang berbeda. Inklusivitas dalam keragaman membuat saya sadar bahwa penerjemahan bukan sekadar mengubah bahasa, tetapi juga tentang memahami budaya.” Ungkapnya dengan rasa optimis.

Dari tugas menerjemahan yang awalnya harus dibantu kamus, hingga kini mampu mengoordinasikan bisnis lintas departemen dan budaya secara mandiri, dengan kesabaran dan ketekunan, ia telah menjadi penghubung yang tak tergantikan dalam tim.

Memandang ke depan, SU LAN berencana untuk mendalami budaya lokal Indonesia dan pengetahuan profesional industri.
Ia berharap dapat menangkap kebutuhan kolaborasi tim China-Indonesia dengan lebih tepat, dan sambil terus meningkatkan kemampuan bahasa, ia ingin menyelaraskan nilai-nilai budaya NNI dalam setiap komunikasi.
“Saya ingin keluarga saya terus bangga, dan juga ingin keterbukaan, keunggulan, dan inklusivitas NNI semakin terasa hangat dalam kolaborasi lintas budaya.” Tutupnya dengan penuh haru dan bangga.***












