KABARTAMBANG, JAKARTA – Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi material global, CNGR, dalam pengembangan riset hilirisasi nikel.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 10 Maret 2026 di Changsha, Tiongkok, dalam rangkaian kegiatan Dialog Bisnis Indonesia-China yang berlangsung pada 9-12 Maret 2026.

Penandatanganan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara sektor akademik dan industri dalam mendukung pengembangan teknologi berbasis sumber daya mineral.
Forum tersebut turut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas investasi berkelanjutan, integrasi proyek strategis nasional, serta peluang pengembangan kawasan industri.
Dekan FT UGM, Prof. Selo, menyampaikan bahwa kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) sebagai langkah awal kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan teknologi.
Menurutnya, CNGR akan memberikan dukungan terhadap kegiatan riset yang dilakukan FT UGM, khususnya dalam bidang hilirisasi nikel.
Dukungan tersebut mencakup penyediaan peralatan laboratorium serta pemberian beasiswa bagi mahasiswa Program Doktor.

“CNGR akan mendukung penelitian FT UGM terkait hilirisasi nikel, tidak hanya alat laboratorium tetapi juga beasiswa untuk mahasiswa Program Doktor,” ujarnya.
Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas riset dan inovasi FT UGM, sekaligus membuka peluang bagi mahasiswa dan peneliti untuk terlibat dalam penelitian berskala internasional.
Selain itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri global dinilai penting dalam menghasilkan inovasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri, serta mendorong pengembangan sektor mineral yang berkelanjutan di Indonesia.











