Industri Perhiasan Indonesia Catat Lonjakan Ekspor

Avatar photo

- Editor

Selasa, 10 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emas perhiasan. Foto Kemenperin

Emas perhiasan. Foto Kemenperin

KABARTAMBANG – Kementerian Perindustrian terus memperkuat jaminan kualitas produk emas nasional seiring meningkatnya harga emas global yang mendorong permintaan serta produksi industri perhiasan di dalam negeri.

Penguatan mutu dan keakuratan pengujian kadar emas dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan pasar sekaligus meningkatkan daya saing industri perhiasan Indonesia di pasar internasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan industri perhiasan Indonesia menunjukkan kinerja positif sepanjang tahun lalu.

Nilai ekspor barang perhiasan dan barang berharga Indonesia tercatat mencapai 9,1 miliar dolar Amerika Serikat pada 2025.

Angka tersebut meningkat sekitar 65,54 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

“Peningkatan ini menunjukkan bahwa sektor industri perhiasan Indonesia memiliki peluang besar untuk terus tumbuh di pasar internasional,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta.

Ia menegaskan momentum positif tersebut harus dijaga melalui penguatan kualitas serta peningkatan kepercayaan terhadap produk dalam negeri.

Pemerintah Dorong Standar Pengujian Kadar Emas

Seiring meningkatnya produksi dan permintaan global, pemerintah menilai pemastian akurasi pengujian kadar emas menjadi semakin penting.

BACA JUGA  Lithium Ionic Siap Memasuki Fase Penting di 2025

Peran laboratorium pengujian dinilai sangat strategis untuk memastikan kesesuaian kadar logam mulia sehingga produk yang beredar di pasar memiliki standar kualitas yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah mendorong partisipasi laboratorium dan industri dalam program Penyelenggara Uji Profisiensi atau PUP.

Program tersebut bertujuan menguji kemampuan sejumlah laboratorium dalam melakukan pengujian kadar emas sehingga hasilnya dapat dibandingkan secara objektif.

Melalui mekanisme tersebut diharapkan pengujian emas menjadi lebih akurat, konsisten, dan terpercaya.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari menjelaskan program uji profisiensi menjadi instrumen penting dalam memperkuat standar pengujian industri perhiasan emas Indonesia.

Menurutnya program tersebut membantu laboratorium perusahaan industri menunjukkan keabsahan hasil uji mereka.

Langkah tersebut pada akhirnya diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri emas nasional di pasar global.

Pelaksanaan layanan uji profisiensi di bidang emas dilakukan oleh Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) yang berada di bawah BSKJI.

BACA JUGA  Menambang Harapan, Menjaga Bumi: Wamen ESDM Tegaskan ESG Jadi Kunci Daya Saing Pertambangan

Program uji profisiensi komoditas emas ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia sehingga menjadi rujukan nasional dalam pemastian mutu pengujian emas.

Kepala BBSPJIKB Zya Labiba menjelaskan layanan tersebut terbuka bagi berbagai sektor, mulai dari industri, instansi swasta, hingga pemerintah.

Program ini juga dapat diikuti oleh laboratorium yang sudah terakreditasi maupun yang belum memiliki akreditasi.

Menurutnya uji profisiensi memiliki sejumlah manfaat penting bagi laboratorium pengujian emas.

Salah satunya sebagai bukti pelaksanaan standar SNI ISO/IEC 17025:2017 terkait pemastian keabsahan hasil pengujian.

Selain itu program tersebut juga membantu laboratorium mengevaluasi kinerja pengujian sekaligus memastikan tingkat akurasi hasil uji terhadap data populasi pengujian.

Dalam pelaksanaannya program ini menggunakan skema simultan, yaitu objek uji didistribusikan untuk diuji secara bersamaan dalam periode waktu tertentu.

Dengan metode tersebut hasil pengujian dari setiap laboratorium dapat dibandingkan secara objektif, terukur, dan transparan.

Melalui program tersebut pemerintah berharap industri emas nasional semakin mampu meningkatkan kualitas produknya sekaligus memperkuat daya saing di pasar global.

Berita Terkait

Kolaborasi Strategis FT UGM dan CNGR Perkuat Riset Hilirisasi Nikel di Tingkat Global
Vale Base Metals Bentuk Konsorsium Tambang Nikel Thompson
Sultra Lepas Ekspor Perdana Arang Tempurung ke China
Bertumbuh dalam Proses, Bersinar dalam Prestasi: Kisah Perjalanan Karier Sulan di Departemen General Affair PT NNI
Dukung Hilirisasi Nikel Berkelanjutan, CNGR Tampilkan Inovasi Hijau di Minerba Convex 2025
ESDM: 190 Izin Tambang Beku Bisa Aktif Lagi, Asal Bayar Jaminan Reklamasi
Menambang Harapan, Menjaga Bumi: Wamen ESDM Tegaskan ESG Jadi Kunci Daya Saing Pertambangan
Mulai Oktober 2025, Kementrian ESDM Wajibkan Pengajuan RKAB Bagi Perusahaan Tambang Setiap Tahun 

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 11:34 WITA

Kolaborasi Strategis FT UGM dan CNGR Perkuat Riset Hilirisasi Nikel di Tingkat Global

Selasa, 10 Maret 2026 - 14:27 WITA

Industri Perhiasan Indonesia Catat Lonjakan Ekspor

Senin, 23 Februari 2026 - 15:02 WITA

Vale Base Metals Bentuk Konsorsium Tambang Nikel Thompson

Senin, 23 Februari 2026 - 12:07 WITA

Sultra Lepas Ekspor Perdana Arang Tempurung ke China

Minggu, 4 Januari 2026 - 18:29 WITA

Bertumbuh dalam Proses, Bersinar dalam Prestasi: Kisah Perjalanan Karier Sulan di Departemen General Affair PT NNI

Berita Terbaru

Lenni Lesviani

Ragam

Lebih Dekat dengan Lenni Lesviani

Rabu, 8 Apr 2026 - 16:14 WITA

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia

Pemerintahan

Menteri ESDM Tinjau Penertiban Tambang Ilegal di Murung Raya

Rabu, 8 Apr 2026 - 14:58 WITA

PT Timah dorong UMKM Belitung lewat Rumah BUMN, bantu pemasaran dan pengembangan usaha hingga jangkauan pasar makin luas.

Korporasi

Dukungan PT Timah Dorong UMKM Belitung Tembus Pasar Lebih Luas

Sabtu, 4 Apr 2026 - 22:38 WITA

Fasilitas energi terbarukan Pertamina yang mendukung produksi listrik bersih dan ketahanan energi nasional Indonesia.

Pemerintahan

Pengembangan EBT Digenjot Pertamina Demi Stabilitas Energi Nasional

Sabtu, 4 Apr 2026 - 22:33 WITA