Kabartambang.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara resmi melepas ekspor perdana arang tempurung kelapa sebanyak 50 ton hasil produksi Koperasi Desa Merah Putih Awunio menuju China.
Ekspor komoditas asal Kecamatan Kolono, Kabupaten Konawe Selatan, tersebut memiliki nilai transaksi mencapai Rp750 juta dan menjadi catatan penting bagi ekonomi desa.
Wakil Gubernur Sultra Hugua menyebut pengiriman ini sebagai penanda kuatnya peran koperasi desa dalam menembus pasar global.
Ia menekankan bahwa keberhasilan ekspor mandiri KDMP Awunio menunjukkan kapasitas ekonomi kerakyatan yang mampu bersaing di level internasional.
Dorong Ekspor Non Tambang
Pemerintah daerah menilai keberlanjutan pasokan menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan pembeli luar negeri terhadap produk asal Sultra.
Konsistensi produksi dinilai akan menentukan posisi tawar koperasi desa dalam rantai perdagangan internasional.
Pelepasan ekspor ini juga mencerminkan percepatan kinerja sektor non-tambang Sultra yang terus menunjukkan tren positif.
Pada 2024, nilai ekspor non-tambang Sultra tercatat Rp11,1 miliar dan meningkat menjadi Rp16,37 miliar pada 2025.
Memasuki Januari hingga Februari 2026, nilai tersebut melonjak tajam hingga mencapai Rp35 miliar.
“Jika dibandingkan capaian sepanjang 2025, nilai ekspor non-tambang kita sudah melonjak 113,8 persen hanya dalam dua bulan awal 2026,” kata Hugua.
Meski sektor tambang masih mendominasi dengan nilai Rp4,4 triliun, pertumbuhan sektor non-tambang dinilai membuka peluang diversifikasi ekonomi daerah.
Produk kelautan, perikanan, serta perkebunan seperti arang tempurung kelapa mulai dipandang sebagai penopang baru ekonomi Sultra.
Ketua KDMP Awunio Dadang menyampaikan keberhasilan ekspor perdana ini meningkatkan kepercayaan diri masyarakat desa dalam mengelola potensi lokal.
Menurutnya, koperasi desa kini menjadi motor penggerak usaha warga agar mampu naik kelas hingga menembus pasar ekspor.
Di sisi logistik, GM Pelindo Wilayah IV Kendari Herryanto menyebut Sultra kini memiliki layanan kontainer ekspor langsung ke luar negeri.
Kapasitas pengiriman yang disiapkan mencapai 150 kontainer per pekan guna mendukung kelancaran arus ekspor daerah.











