KABARTAMBANG – Di balik hamparan sawah di 13 desa pemberdayaan Vale IGP Morowali, ada cerita yang membekas bagi Lenni Lesviani.
Perjalanan yang dilakoninya pada Rabu, 12 Mei 2026 itu menjadi pengalaman berharga untuk melihat langsung bagaimana masyarakat membangun harapan melalui sektor pertanian.
Lenni menyaksikan sendiri proses pertanian yang dijalankan masyarakat dari awal hingga akhir di salah satu program pertanian organik yang didampingi langsung oleh yayasan Aliksa, konsultan PT Vale.
Ia mengikuti bagaimana para petani mengolah pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanah, menanam padi, merawat tanaman dengan penuh ketelatenan, hingga memasuki masa panen.
Di setiap tahapan, Lenni melihat kerja keras dan semangat masyarakat desa yang terus berupaya menjaga keberlanjutan pertanian mereka.

Selain menghasilkan panen melimpah, tetapi juga bagaimana mempertahankan kehidupan dan masa depan desa.
“Ini menjadi pengalaman yang cukup berkesan berada di tengah-tengah masyarakat. Mulai proses pertanian, arti kebersamaan, semangat gotong royong, dan perjuangan masyarakat dalam mengembangkan potensi desa,” kesan Lenni usai perjalanan tersebut.
Menurutnya, program pemberdayaan seperti ini diharapkan terus berkembang dan memberi dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Selain meningkatkan hasil pertanian, program tersebut juga dinilai mampu memperkuat ekonomi lokal.
Menciptakan kemandirian masyarakat, serta membuka harapan baru bagi generasi mendatang.
“Dari setiap benih yang ditanam di tanah desa, hasil bukan cuma padi yang siap dipanen, tetapi juga harapan akan masa depan yang lebih baik,” tutupnya. *











