PT Vale Catat Kemajuan Konstruksi IGP Pomalaa

Avatar photo

- Editor

Kamis, 5 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Vale Indonesia catat laba naik 32 persen di 2025 didukung efisiensi, pendapatan tumbuh, meski harga nikel global mengalami tekanan.

PT Vale Indonesia catat laba naik 32 persen di 2025 didukung efisiensi, pendapatan tumbuh, meski harga nikel global mengalami tekanan.

KABARTAMBANG – Proyek pengembangan tambang nikel Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa milik PT Vale Indonesia Tbk menunjukkan kemajuan konstruksi yang cukup pesat pada awal tahun 2026.

Perusahaan mencatat progres pembangunan keseluruhan proyek telah mencapai 65,76 persen hingga Januari 2026.

Capaian tersebut menandakan pekerjaan konstruksi masih berjalan sesuai rencana pengembangan yang telah disusun sebelumnya.

Sejumlah infrastruktur utama juga telah diselesaikan sebagai penopang aktivitas proyek di kawasan Pomalaa, Sulawesi Tenggara.

Salah satu fasilitas yang telah rampung yakni North Access Road yang berfungsi sebagai jalur utama mobilitas kendaraan proyek.

Perusahaan juga membangun Main Construction Office yang menjadi pusat pengendali berbagai kegiatan konstruksi di area tambang.

Selain itu, PT Vale menyiapkan fasilitas persemaian modern dengan kapasitas hingga satu juta bibit pohon untuk mendukung program rehabilitasi lingkungan.

Pembangunan fasilitas tersebut menjadi bagian dari penerapan standar Environmental, Social, and Governance (ESG) yang dijalankan sejak tahap konstruksi proyek.

Pekerjaan pembangunan jalur utama pengangkutan material atau Main Haul Road menuju area stockpile saat ini telah mencapai sekitar 40 persen.

BACA JUGA  Laba PT Vale Naik, Program Beasiswa Terus Diperluas

Sementara itu, pembangunan kawasan hunian pekerja atau Living Area yang difungsikan sebagai operation camp telah mencapai 41 persen.

Pembangunan fasilitas workshop dan area perkantoran proyek juga terus dikebut dengan progres konstruksi mencapai 57 persen.

PT Vale turut menjalin kolaborasi dengan mitra industri Huayou melalui perusahaan Kolaka Nickel Indonesia dalam pengembangan fasilitas pengolahan.

Pembangunan Feed Preparation Plant dan fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) yang menjadi bagian dari kerja sama tersebut telah melampaui progres 36 persen.

Seluruh aktivitas konstruksi dijalankan dengan mengedepankan standar keselamatan kerja serta efisiensi operasional di lapangan.

Nilai investasi proyek terintegrasi IGP Pomalaa diperkirakan mencapai sekitar Rp74,44 triliun atau setara lebih dari US$4,43 miliar.

Investasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pengembangan industri hilirisasi nikel sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Sulawesi Tenggara.

Penjualan Perdana Nikel

PT Vale juga mencatat langkah baru dengan melakukan penjualan perdana bijih nikel yang berasal dari area tambang IGP Pomalaa.

BACA JUGA  PT Vale Kembangkan Proyek Hilirisasi Nikel di Tiga Wilayah

Penjualan awal tersebut menandai peralihan proyek dari tahap pembangunan menuju fase operasional yang mulai menghasilkan pendapatan.

Perusahaan mengaktifkan area oresell yang berada di Pit PB5 dan Pit PB1 untuk mendukung distribusi material dari lokasi tambang.

Kedua pit tersebut dirancang sebagai pusat pengelolaan material yang dapat menjaga stabilitas produksi sekaligus mengatur arus pengiriman bijih nikel.

Area tersebut memiliki kapasitas penyimpanan hingga empat juta wet metric ton bijih limonit.

Kapasitas tersebut memberikan ruang inventori yang cukup luas untuk menjaga keberlanjutan suplai bahan baku menuju fasilitas pengolahan di Pomalaa.

Perusahaan juga menargetkan produksi limonit mencapai sekitar 300.000 ton setiap bulan.

Target tersebut setara dengan produksi harian sekitar 9.677 ton yang direncanakan mulai dicapai pada Maret 2026.

Strategi peningkatan produksi dilakukan secara bertahap untuk memastikan operasional tambang berjalan stabil dan efisien.

Dengan kapasitas penyimpanan yang besar serta rencana produksi bulanan yang terukur, proyek IGP Pomalaa diharapkan mampu menjaga kesinambungan pasokan bijih nikel dari kawasan tersebut.

Berita Terkait

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026
Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua
MIND ID Dorong Hilirisasi untuk Perkuat Penerimaan Negara
ANTAM Perkuat Hilirisasi Nikel dan Integrasi Bauksit-Alumina
MIND ID Perkuat Kedaulatan Mineral lewat Integrasi Tembaga dan Emas
HUT ke-50, PT TIMAH Kumpulkan 41 Kantong Darah di Bangka Selatan
Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi BBM di FT Tanjung Gerem
Pertamina Fasilitasi Sertifikasi Halal untuk 50 UMKM Binaan

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 08:26 WITA

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Selasa, 22 September 2026 - 08:21 WITA

Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua

Rabu, 16 September 2026 - 08:41 WITA

MIND ID Dorong Hilirisasi untuk Perkuat Penerimaan Negara

Minggu, 13 September 2026 - 08:35 WITA

ANTAM Perkuat Hilirisasi Nikel dan Integrasi Bauksit-Alumina

Sabtu, 12 September 2026 - 08:38 WITA

MIND ID Perkuat Kedaulatan Mineral lewat Integrasi Tembaga dan Emas

Berita Terbaru

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Korporasi

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:26 WITA

Pertamina siagakan pasokan BBM, LPG dan layanan motoris di Jalur Pantura serta dorong UMKM untuk dukung arus mudik Idulfitri 1447 H.

Korporasi

Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:21 WITA

Harga minyak mentah Indonesia Februari naik menjadi USD68,79 per barel dipicu ketegangan geopolitik dan penurunan produksi minyak global.

Pemerintahan

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:18 WITA