KABARTAMBANG – PT Freeport Indonesia atau PTFI menyatakan optimisme terhadap pemulihan operasional tambang bawah tanah Grasberg Block Cave atau GBC dalam waktu dekat.
Aktivitas produksi di area tersebut sebelumnya sempat terganggu akibat insiden longsor yang terjadi beberapa waktu lalu.
Perusahaan kini tengah memfokuskan proses pemulihan pada sejumlah titik utama guna mempercepat kembalinya aktivitas produksi.
Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menjelaskan bahwa upaya perbaikan difokuskan pada production block 2 dan production block 3.
“Mulai 2-3 minggu ke depan kira-kira akan mulai kita ramp up lagi produksi di Grasberg Block Cave ya. Itu di production block 2 dan production block 3. Yang production block 1 masih tahun depan (2027),” ujar Tony dikutip dari Sindonews.com.
Sementara itu, production block 1 dijadwalkan baru akan mulai beroperasi pada tahun 2027 setelah proses persiapan dan pemulihan selesai.
Target Produksi Tetap Dikejar di Tengah Tantangan Teknis
Pada tahun 2026, PTFI menargetkan produksi mencapai 1,1 miliar pound tembaga dan 800.000 troy ounces emas.
Target tersebut tetap dipertahankan meski perusahaan menghadapi sejumlah kendala teknis dalam operasional tambang bawah tanah.
Kondisi tersebut turut berdampak pada meningkatnya biaya operasional selama proses pemulihan berlangsung.
Tony menyebutkan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah menyelesaikan berbagai hambatan teknis di lapangan.
“Ya tantangan teknis, lebih banyak tantangan teknis. Tapi mudah-mudahan dalam waktu dekat 2-3 minggu ke depan kita sudah mulai bisa produksi di situ dan akan mulai ramp up,” tambahnya.
Perusahaan menilai percepatan pemulihan menjadi kunci untuk menjaga stabilitas produksi dalam jangka panjang.
Langkah ramp up atau peningkatan produksi secara bertahap diharapkan dapat segera berjalan setelah kondisi tambang dinyatakan aman.
Dengan proses pemulihan yang terus berlangsung, PTFI menargetkan operasional GBC kembali normal dalam waktu dekat. ***












