Freeport Siapkan Kenaikan Produksi GBC Setelah Pemulihan Longsor

Avatar photo

- Editor

Selasa, 24 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Freeport optimistis produksi Grasberg Block Cave kembali normal, ramp up dimulai dalam dua hingga tiga minggu ke depan.

Freeport optimistis produksi Grasberg Block Cave kembali normal, ramp up dimulai dalam dua hingga tiga minggu ke depan.

KABARTAMBANG – PT Freeport Indonesia atau PTFI menyatakan optimisme terhadap pemulihan operasional tambang bawah tanah Grasberg Block Cave atau GBC dalam waktu dekat.

Aktivitas produksi di area tersebut sebelumnya sempat terganggu akibat insiden longsor yang terjadi beberapa waktu lalu.

Perusahaan kini tengah memfokuskan proses pemulihan pada sejumlah titik utama guna mempercepat kembalinya aktivitas produksi.

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menjelaskan bahwa upaya perbaikan difokuskan pada production block 2 dan production block 3.

“Mulai 2-3 minggu ke depan kira-kira akan mulai kita ramp up lagi produksi di Grasberg Block Cave ya. Itu di production block 2 dan production block 3. Yang production block 1 masih tahun depan (2027),” ujar Tony dikutip dari Sindonews.com.

BACA JUGA  IMIP Dorong Kolaborasi Lewat Program Magang Dosen

Sementara itu, production block 1 dijadwalkan baru akan mulai beroperasi pada tahun 2027 setelah proses persiapan dan pemulihan selesai.

Target Produksi Tetap Dikejar di Tengah Tantangan Teknis

Pada tahun 2026, PTFI menargetkan produksi mencapai 1,1 miliar pound tembaga dan 800.000 troy ounces emas.

Target tersebut tetap dipertahankan meski perusahaan menghadapi sejumlah kendala teknis dalam operasional tambang bawah tanah.

Kondisi tersebut turut berdampak pada meningkatnya biaya operasional selama proses pemulihan berlangsung.

BACA JUGA  Pertamina Gelar Pasar Murah untuk Warga Prasejahtera

Tony menyebutkan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah menyelesaikan berbagai hambatan teknis di lapangan.

“Ya tantangan teknis, lebih banyak tantangan teknis. Tapi mudah-mudahan dalam waktu dekat 2-3 minggu ke depan kita sudah mulai bisa produksi di situ dan akan mulai ramp up,” tambahnya.

Perusahaan menilai percepatan pemulihan menjadi kunci untuk menjaga stabilitas produksi dalam jangka panjang.

Langkah ramp up atau peningkatan produksi secara bertahap diharapkan dapat segera berjalan setelah kondisi tambang dinyatakan aman.

Dengan proses pemulihan yang terus berlangsung, PTFI menargetkan operasional GBC kembali normal dalam waktu dekat. ***

Berita Terkait

Transisi Energi Indonesia Dipercepat Demi Target Net Zero Emission 2060
Begini Strategi Pertamina Jaga Ketahanan Energi
Pertamina Dorong Peran BUMN Energi Hadapi Geopolitik dan Transisi Energi Global
PT Vale Gelontorkan Rp70 Miliar untuk Program Sosial di Morowali
Grup Merdeka Paparkan Inovasi Tambang Pani dan Teknologi GIS
PT Bukit Asam Tutup Program Basic Mechanic Course
PT TIMAH Dukung HUT ke-18 Desa Permis
Pertamina Goes to Campus 2026 Kembali Buka Pendaftaran
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:34 WITA

Transisi Energi Indonesia Dipercepat Demi Target Net Zero Emission 2060

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:31 WITA

Begini Strategi Pertamina Jaga Ketahanan Energi

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:06 WITA

PT Vale Gelontorkan Rp70 Miliar untuk Program Sosial di Morowali

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:26 WITA

Grup Merdeka Paparkan Inovasi Tambang Pani dan Teknologi GIS

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:12 WITA

PT Bukit Asam Tutup Program Basic Mechanic Course

Berita Terbaru

Komitmen Wujudkan Lingkungan Ramah Anak, PTBA Kantongi Apresiasi Bupati Muara Enim

Pemerintahan

Dukung Kabupaten Layak Anak, PTBA Raih Apresiasi Pemda

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:39 WITA

Pertamina berbagi  ilmu dengan mahasiswa

Korporasi

Begini Strategi Pertamina Jaga Ketahanan Energi

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:31 WITA