KABARTAMBANG – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menjalankan program magang dosen sebagai upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia nasional di sektor industrialisasi dan hilirisasi nikel.
Program tersebut dirancang untuk memperluas kolaborasi strategis antara kawasan industri dengan perguruan tinggi dalam mendukung transformasi ekonomi berbasis nilai tambah mineral.
Langkah tersebut juga sejalan dengan penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG) yang menjadi bagian dari praktik keberlanjutan dalam pengelolaan industri.
HR Operation Head PT IMIP Trisno Wasito menjelaskan program magang dosen memberikan pemahaman menyeluruh mengenai proses hilirisasi nikel di kawasan industri.
Peserta magang diperkenalkan pada berbagai tahapan produksi mulai dari pengolahan bahan baku, teknologi pemurnian, rantai pasok industri baterai, hingga sistem manajemen keselamatan kerja dan lingkungan.
Para akademisi juga terlibat langsung di lapangan untuk melihat dinamika operasional industri serta inovasi teknologi yang digunakan dalam pengolahan nikel terintegrasi.
“Dengan adanya pengalaman dosen itu, maka dapat memberikan wawasan dan gambaran seperti apa industri di IMIP,” kata Trisno Wasito. dikutip dari RRI.
Ia menyebut pengalaman tersebut diharapkan membantu para dosen memahami manajemen lingkungan kerja di sektor industri sekaligus memperkaya materi pengajaran di kampus.
Kolaborasi Kampus Industri
Program magang dosen tersebut juga diarahkan untuk memperkuat keterkaitan antara kurikulum pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia industri.
Pengalaman langsung di kawasan industri diharapkan memberi perspektif baru bagi para akademisi dalam menyusun materi perkuliahan yang relevan dengan perkembangan teknologi pengolahan mineral.
Selain itu kegiatan ini membuka peluang kerja sama penelitian antara perguruan tinggi dengan sektor industri.
IMIP berharap program tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan sehingga tercipta ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan industri energi masa depan.
Trisno menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat lima akademisi yang mengikuti program magang di kawasan industri IMIP.
Satu peserta berasal dari jurusan Teknik Metalurgi Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin, sedangkan empat lainnya berasal dari Akademi Teknik Industri Makassar.
Para peserta mempelajari berbagai proses industri seperti hidrometalurgi dan pirometalurgi serta terlibat dalam departemen keselamatan kerja, lingkungan, dan sejumlah unit produksi di kawasan industri tersebut.
Ia menjelaskan program magang dosen juga menjadi pelengkap bagi program magang mahasiswa yang telah lebih dulu berjalan.
Menurutnya kegiatan tersebut dapat menyelaraskan program pendidikan di kampus dengan kebutuhan tenaga kerja di sektor industri.
Selain aspek teknis industri, peserta magang juga mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan limbah industri, efisiensi energi, serta pengendalian emisi.
Mereka turut mempelajari upaya reklamasi dan rehabilitasi lingkungan yang dilakukan perusahaan sebagai bagian dari pengelolaan kawasan industri.
Dari sisi sosial, para akademisi melihat secara langsung bagaimana kegiatan industri dijalankan bersamaan dengan program pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan.
Peserta juga mempelajari praktik transparansi tata kelola perusahaan, kepatuhan terhadap regulasi, serta standar operasional yang diterapkan dalam pengelolaan kawasan industri berbasis nikel.
Trisno menegaskan IMIP berkomitmen mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul di sektor industri hilirisasi mineral.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh para akademisi selama program magang dapat menjadi referensi dalam penyusunan kurikulum baru yang relevan dengan perkembangan industri nikel nasional.
Menurutnya sinergi antara sektor industri dan perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam mendukung agenda hilirisasi nasional serta penguatan kualitas tenaga kerja Indonesia.











