IMIP Dorong Kolaborasi Lewat Program Magang Dosen

Avatar photo

- Editor

Minggu, 8 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABARTAMBANG – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menjalankan program magang dosen sebagai upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia nasional di sektor industrialisasi dan hilirisasi nikel.

Program tersebut dirancang untuk memperluas kolaborasi strategis antara kawasan industri dengan perguruan tinggi dalam mendukung transformasi ekonomi berbasis nilai tambah mineral.

Langkah tersebut juga sejalan dengan penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG) yang menjadi bagian dari praktik keberlanjutan dalam pengelolaan industri.

HR Operation Head PT IMIP Trisno Wasito menjelaskan program magang dosen memberikan pemahaman menyeluruh mengenai proses hilirisasi nikel di kawasan industri.

Peserta magang diperkenalkan pada berbagai tahapan produksi mulai dari pengolahan bahan baku, teknologi pemurnian, rantai pasok industri baterai, hingga sistem manajemen keselamatan kerja dan lingkungan.

Para akademisi juga terlibat langsung di lapangan untuk melihat dinamika operasional industri serta inovasi teknologi yang digunakan dalam pengolahan nikel terintegrasi.

“Dengan adanya pengalaman dosen itu, maka dapat memberikan wawasan dan gambaran seperti apa industri di IMIP,” kata Trisno Wasito. dikutip dari RRI.

Ia menyebut pengalaman tersebut diharapkan membantu para dosen memahami manajemen lingkungan kerja di sektor industri sekaligus memperkaya materi pengajaran di kampus.

BACA JUGA  Antam Pulihkan Lahan Tidur Lewat Pertanian Sirkular

Kolaborasi Kampus Industri

Program magang dosen tersebut juga diarahkan untuk memperkuat keterkaitan antara kurikulum pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia industri.

Pengalaman langsung di kawasan industri diharapkan memberi perspektif baru bagi para akademisi dalam menyusun materi perkuliahan yang relevan dengan perkembangan teknologi pengolahan mineral.

Selain itu kegiatan ini membuka peluang kerja sama penelitian antara perguruan tinggi dengan sektor industri.

IMIP berharap program tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan sehingga tercipta ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan industri energi masa depan.

Trisno menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat lima akademisi yang mengikuti program magang di kawasan industri IMIP.

Satu peserta berasal dari jurusan Teknik Metalurgi Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin, sedangkan empat lainnya berasal dari Akademi Teknik Industri Makassar.

Para peserta mempelajari berbagai proses industri seperti hidrometalurgi dan pirometalurgi serta terlibat dalam departemen keselamatan kerja, lingkungan, dan sejumlah unit produksi di kawasan industri tersebut.

Ia menjelaskan program magang dosen juga menjadi pelengkap bagi program magang mahasiswa yang telah lebih dulu berjalan.

BACA JUGA  MIND ID Genjot Integrasi Industri Tambang Menuju Daya Saing Global

Menurutnya kegiatan tersebut dapat menyelaraskan program pendidikan di kampus dengan kebutuhan tenaga kerja di sektor industri.

Selain aspek teknis industri, peserta magang juga mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan limbah industri, efisiensi energi, serta pengendalian emisi.

Mereka turut mempelajari upaya reklamasi dan rehabilitasi lingkungan yang dilakukan perusahaan sebagai bagian dari pengelolaan kawasan industri.

Dari sisi sosial, para akademisi melihat secara langsung bagaimana kegiatan industri dijalankan bersamaan dengan program pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan.

Peserta juga mempelajari praktik transparansi tata kelola perusahaan, kepatuhan terhadap regulasi, serta standar operasional yang diterapkan dalam pengelolaan kawasan industri berbasis nikel.

Trisno menegaskan IMIP berkomitmen mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul di sektor industri hilirisasi mineral.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh para akademisi selama program magang dapat menjadi referensi dalam penyusunan kurikulum baru yang relevan dengan perkembangan industri nikel nasional.

Menurutnya sinergi antara sektor industri dan perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam mendukung agenda hilirisasi nasional serta penguatan kualitas tenaga kerja Indonesia.

Berita Terkait

Pertamina Perkuat Budaya Keberlanjutan Lewat Sustainability Champion
Pertamina Pastikan Pasokan Energi Aman di Tengah Gejolak Global
CNGR Rekrut 22 Talenta Baru dari 10 Kampus Indonesia
PT TIMAH Perkuat Kreativitas Anak Muda Lewat Program Sosial di Daerah Operasi
PT DAK Jajaki Kerja Sama Strategis dengan ASDP di Batam
PT Vale Gelar Kampanye TBC di Kolaka
Kapal LPG Pertamina Jangkau Wilayah 3T
Taman Sari Sungailiat Kian Aktif, Jadi Pusat Olahraga dan Edukasi

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 16:01 WITA

Pertamina Perkuat Budaya Keberlanjutan Lewat Sustainability Champion

Sabtu, 18 April 2026 - 15:57 WITA

Pertamina Pastikan Pasokan Energi Aman di Tengah Gejolak Global

Sabtu, 18 April 2026 - 15:12 WITA

CNGR Rekrut 22 Talenta Baru dari 10 Kampus Indonesia

Sabtu, 18 April 2026 - 14:53 WITA

PT TIMAH Perkuat Kreativitas Anak Muda Lewat Program Sosial di Daerah Operasi

Sabtu, 18 April 2026 - 14:49 WITA

PT DAK Jajaki Kerja Sama Strategis dengan ASDP di Batam

Berita Terbaru

Pertamina Pastikan Pasokan Energi Aman di Tengah Gejolak Global

Korporasi

Pertamina Pastikan Pasokan Energi Aman di Tengah Gejolak Global

Sabtu, 18 Apr 2026 - 15:57 WITA

22 Talenta Baru dari 10 Kampus Indonesia

Korporasi

CNGR Rekrut 22 Talenta Baru dari 10 Kampus Indonesia

Sabtu, 18 Apr 2026 - 15:12 WITA

PT Dok dan Perkapalan Air Kantung (PT DAK), anak usaha PT TIMAH (Persero) Tbk,

Korporasi

PT DAK Jajaki Kerja Sama Strategis dengan ASDP di Batam

Sabtu, 18 Apr 2026 - 14:49 WITA