KABARTAMBANG – Komitmen perusahaan tambang PT TIMAH Tbk dalam mendukung dunia pendidikan kembali ditunjukkan melalui penyaluran bantuan kegiatan siswa di SMAN 1 Pemali.
Bantuan tersebut disalurkan di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Selasa, 31 Maret 2026.
Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL perusahaan di sektor pendidikan.
Fokus kegiatan diarahkan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran bagi siswa di wilayah operasional perusahaan.
Kepala SMAN 1 Pemali, Eflina, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang terus diberikan perusahaan terhadap sekolahnya.
Ia menjelaskan berbagai program peningkatan kualitas belajar yang diajukan pihak sekolah mendapat respons positif dari perusahaan.
“Program yang kami ajukan untuk mendukung pembelajaran siswa selalu difasilitasi dengan baik oleh PT TIMAH Tbk,” ujarnya.
Menurutnya, bantuan tersebut memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kompetensi dan kreativitas siswa.
Dukungan tersebut juga dimanfaatkan untuk pembinaan peserta didik dalam ajang bergengsi seperti Olimpiade Sains Nasional atau OSN dan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional atau FLS3N.
Eflina menyebut siswa kini mendapatkan pelatihan yang lebih intensif dengan dukungan tenaga pelatih yang kompeten.
Ia menambahkan pelatihan juga dilakukan secara daring yang membutuhkan dukungan biaya tambahan.
Selain pembinaan kompetisi, bantuan tersebut digunakan untuk berbagai kegiatan lain di lingkungan sekolah.
Kegiatan seperti lomba kreatif, expo kampus, hingga program Organisasi Siswa Intra Sekolah atau OSIS turut mendapat dukungan.
Program-program tersebut diarahkan untuk mendorong inovasi dan kreativitas siswa di luar kegiatan belajar rutin.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Eka Trimurti, menilai dukungan tersebut membantu mengakomodasi berbagai inisiatif siswa.
Ia menyebut keterbatasan anggaran selama ini menjadi kendala dalam mengembangkan potensi peserta didik.
“Kehadiran PT TIMAH Tbk sangat membantu siswa untuk mengikuti berbagai kegiatan dan kompetisi,” katanya.
Menurutnya, banyak siswa memiliki keinginan untuk berpartisipasi dalam kegiatan pengembangan diri namun terkendala biaya.
Bantuan yang diberikan dinilai membuka peluang lebih luas bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi.
Program ini diharapkan dapat terus berlanjut untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah. ***











