KABARTAMBANG – PT TIMAH Tbk bersama anak usahanya PT DAK menggelar kegiatan edukasi kesehatan melalui program Health Talk yang membahas fenomena super flu.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara hybrid dari kantor PT DAK pada Jumat, 10 April 2026.
Program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong penerapan gaya hidup sehat di lingkungan kerja.
Selain sesi edukasi, kegiatan juga diisi dengan layanan pemeriksaan kesehatan bagi karyawan sebagai langkah deteksi dini.
Pemeriksaan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Primaya Hospital.
Edukasi Super Flu dan Pentingnya Kesadaran Kesehatan
Pelaksana Tugas Direktur PT DAK, Anggun Wulandari, menyampaikan kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman karyawan terkait pentingnya menjaga kesehatan.
Ia menilai kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai dalam menjaga daya tahan tubuh.
“Dengan jiwa dan raga yang sehat, kita bisa lebih produktif, lebih fokus, serta mampu menghadirkan ide-ide kreatif dan inovatif dalam bekerja,” ujarnya.
Perusahaan disebut terus menyediakan fasilitas pendukung kesehatan, namun kesadaran individu tetap menjadi faktor utama dalam menjaga kondisi tubuh.
Dalam sesi materi, dokter spesialis penyakit dalam, dr. Vivi Angelia, menjelaskan bahwa super flu merupakan infeksi influenza dengan tingkat penularan yang lebih cepat dibandingkan flu biasa.
Penularan penyakit tersebut umumnya terjadi melalui droplet saat batuk atau bersin.
Gejala yang perlu diwaspadai meliputi demam tinggi, nyeri otot dan sendi, batuk kering, sakit kepala, nyeri tenggorokan, hingga pilek.
Upaya pencegahan yang dianjurkan antara lain vaksinasi, penggunaan masker, mencuci tangan secara rutin, serta menjaga pola hidup sehat.
Konsumsi makanan bergizi seimbang, terutama buah-buahan, juga disebut dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian karyawan terhadap kesehatan sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif.











