Pemerintah Uji Implementasi B50 pada Sektor Kereta Api

Avatar photo

- Editor

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program campuran 50 persen biodiesel berbasis sawit dengan 50 persen solar itu ditargetkan mulai diterapkan secara nasional pada 1 Juli 2026

Program campuran 50 persen biodiesel berbasis sawit dengan 50 persen solar itu ditargetkan mulai diterapkan secara nasional pada 1 Juli 2026

KABARTAMBANG – Pemerintah mempercepat implementasi biodiesel B50 sebagai strategi memperkuat ketahanan energi nasional dan menekan ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM).

Program campuran 50 persen biodiesel berbasis sawit dengan 50 persen solar itu ditargetkan mulai diterapkan secara nasional pada 1 Juli 2026, setelah melalui rangkaian uji coba di berbagai sektor.

Terbaru, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan uji penggunaan B50 pada sektor perkeretaapian di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, Senin (27/4). Uji ini menjadi tahap akhir untuk memastikan kesiapan teknis sebelum implementasi penuh.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan kebijakan B50 merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat kemandirian energi di tengah dinamika global.

“Sudah hampir 6 bulan kita melakukan uji pakai (B50) untuk di beberapa peralatan seperti alat berat, kapal, truk, dan sekarang masih bergulir terus (pengujiannya). Tapi sebentar lagi akan final dan sampai dengan hari ini uji cobanya alhamdulillah cukup baik. Dan 1 Juli mulai diterapkan implementasi B50. Inilah kenapa pemerintah dari awal itu mencari energi alternatif,” ujarnya.

BACA JUGA  Bukit Asam Luncurkan Mesin Daur Ulang Botol Plastik Berbasis Digital

Uji coba B50 sendiri telah berlangsung sejak Desember 2025 di berbagai sektor, mulai dari otomotif, pertambangan, alat pertanian, perkapalan, hingga genset.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, menyebut sektor perkeretaapian menjadi tahap akhir pengujian.

“Jadi sejak 9 Desember (2025) kita sudah mulai seluruh rangkaian dari uji pelaksanaan di otomotif, di pertambangan, di alat pertanian, uji di perkapalan, uji di genset dan terakhir ini uji di perkeretapian, karena kita harus menunggu lebaran selesai,” jelasnya.

Ia merinci, pengujian di sektor kereta akan dilakukan dalam dua skema, yakni uji genset kereta selama 2.400 jam perjalanan Yogyakarta–Jakarta pulang pergi, serta uji lokomotif di Surabaya selama enam bulan.

BACA JUGA  Dari Bijih hingga Emas Murni, Begini Proses Produksi Emas ANTAM

“Jadi perkeretaapian, (engine) kereta kan pelan ya, kategorinya kan low speed engine, kalau otomotif ini speed engine-nya paling tinggi. Nah itu bisa dipastikan pasti akan jalan untuk kereta. Nah nanti kita lihat di perkeretaapian ini filternya seperti apa,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Pengelola Sarana Prasarana PT KAI (Persero), Heru Kuswanto, menyatakan dukungan penuh terhadap uji coba B50 di sektor transportasi, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan evaluasi teknis.

“Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang optimal, tidak hanya untuk pengembangan teknologi perkeretaapian, tetapi juga sektor ini mendukung transisi energi, menuju sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tandasnya.

Berita Terkait

PT Timah dan Pemkab Bangka Kerjasama Pemanfaatan Kawasan Industri Jelitik
CSR Pertamina Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Ekonomi Warga
Pertamina Kembangkan Energi Panas Bumi Non-Listrik
Temuan Gas Raksasa di Blok Ganal, Cadangan Energi RI Bertambah
Bukit Asam Luncurkan Mesin Daur Ulang Botol Plastik Berbasis Digital
Dari Bijih hingga Emas Murni, Begini Proses Produksi Emas ANTAM
PT Antam Hadirkan Emas Edisi Idulfitri 1447 Hijriah
Gubernur Sulteng Apresiasi Komitmen Perusahaan NNI dalam Pembangunan Berkelanjutan di Morowali Utara
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 15:35 WITA

PT Timah dan Pemkab Bangka Kerjasama Pemanfaatan Kawasan Industri Jelitik

Selasa, 28 April 2026 - 15:28 WITA

CSR Pertamina Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Ekonomi Warga

Selasa, 28 April 2026 - 15:23 WITA

Pemerintah Uji Implementasi B50 pada Sektor Kereta Api

Senin, 27 April 2026 - 12:52 WITA

Pertamina Kembangkan Energi Panas Bumi Non-Listrik

Rabu, 22 April 2026 - 18:22 WITA

Temuan Gas Raksasa di Blok Ganal, Cadangan Energi RI Bertambah

Berita Terbaru

HUT ke-50, PT TIMAH Kumpulkan 41 Kantong Darah di Bangka Selatan

Korporasi

HUT ke-50, PT TIMAH Kumpulkan 41 Kantong Darah di Bangka Selatan

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:40 WITA

Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi BBM di FT Tanjung Gerem

Korporasi

Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi BBM di FT Tanjung Gerem

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:32 WITA

Harga emas hari ini

Pasar

Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,623 Juta per Gram

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:29 WITA

Pertamina Fasilitasi Sertifikasi Halal untuk 50 UMKM Binaan

Korporasi

Pertamina Fasilitasi Sertifikasi Halal untuk 50 UMKM Binaan

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:25 WITA

PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi untuk 50 Pelajar Luwu Timur

Korporasi

PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi untuk 50 Pelajar Luwu Timur

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:22 WITA