Presiden Prabowo Periksa Kondisi Energi Nasional

Avatar photo

- Editor

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri ESDM

Menteri ESDM

KABARTAMBANG – Presiden RI Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia guna membahas perkembangan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang terus bergerak dan memberi tekanan pada rantai pasok energi dunia.

Bahlil menyampaikan beberapa kondisi strategis energi nasional mencakup ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), stok minyak mentah (crude), hingga langkah-langkah strategis pemerintah dalam memperkuat kemandirian energi nasional.

Ia menegaskan bahwa kondisi pasokan energi nasional tetap terjaga dengan kualitas BBM nasional, baik solar maupun bensin, berada di atas standar minimum nasional.

“Baik dari sisi BBM produk, baik solar maupun bensin. Dari semua aspek, alhamdulillah semuanya di atas standar minimum nasional. Jadi alhamdulillah sudah dua bulan, hampir dua bulan ketika kejadian, geopolitik di Timur Tengah tentang Selat Hormuz, kita masih stabil,” ujar Bahlil usai Rapat Terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta, Senin (27/4).

Selain itu, pemerintah juga memastikan stok minyak mentah (crude) untuk kebutuhan pengembangan kilang _(refinery)_ nasional tetap aman dan berada di atas batas minimum nasional, sehingga kondisi pasokan energi nasional secara keseluruhan relatif tidak mengalami kendala.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga melaporkan upaya untuk mengurangi ketergantungan impor liquefied petroleum gas (LPG).

BACA JUGA  Rusia Siap Lanjutkan Proyek Blok Tuna di Natuna

Saat ini konsumsi LPG nasional mencapai sekitar 8,6 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri hanya sekitar 1,6 hingga 1,7 juta ton, sehingga sekitar 7 juta ton masih harus dipenuhi melalui impor.

Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, pemerintah terus mengkaji sejumlah alternatif substitusi, di antaranya melalui pengembangan Dimethyl Ether (DME) berbasis batu bara kalori rendah serta pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG).

Menurut Bahlil, CNG menjadi salah satu opsi strategis karena memanfaatkan gas C1 dan C2 yang produksinya cukup besar di dalam negeri, sehingga dapat memperkuat pemanfaatan gas domestik sekaligus menekan ketergantungan impor LPG.

Pemanfaatannya juga dinilai lebih efisien karena dapat digunakan untuk hotel, restoran, hingga SPBG yang sebagian telah berjalan saat ini.

“Sekarang lagi masih dalam pembahasan yang tadi saya laporkan adalah kita membuat CNG. Tapi ini masih dalam pembahasan, saya harus finalisasi, dan ini salah satu alternatif terbaik untuk kita mendorong agar kemandirian energi kita di sektor LPG bisa dapat kita lakukan,” ungkapnya.

Pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menghadapi potensi krisis energi global, mulai dari optimalisasi lifting migas, penguatan program biodiesel B50 untuk menekan impor solar, hingga pengembangan bahan bakar berbasis bioetanol melalui E20.

BACA JUGA  Pemerintah Target Pangkas Ketergantungan Listrik Diesel, Dorong PLTS

“Kita itu ada tiga hal yang harus kita lakukan dalam menghadapi krisis energi dunia sekarang. Yang pertama adalah kita harus mengoptimalkan lifting kita. Yang kedua adalah mencari diversifikasi, seperti B50. B50 itu kan mengurangi impor solar kita. Yang ketiga adalah kita harus dorong ke E, untuk bensin. Etanol, E20. Itu adalah bagian salah satu strategi,” tegas Bahlil.

Untuk mendukung implementasi B50, Kementerian ESDM saat ini terus melaksanakan uji jalan pada berbagai sektor pengguna.

Hasil uji jalan pada sektor otomotif menunjukkan penggunaan B50 berada dalam kondisi aman, tanpa kendala signifikan, dengan performa mesin, filter bahan bakar, serta kualitas pelumas masih berada dalam batas standar yang direkomendasikan pabrikan.

Keberhasilan tersebut menjadi dasar perluasan implementasi ke sektor perkeretaapian melalui uji jalan pada lokomotif sebagai bagian dari kesiapan mandatori B50 secara nasional.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi impor solar sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan energi domestik yang lebih optimal.

Melalui kombinasi pengamanan pasokan energi jangka pendek dan percepatan diversifikasi energi domestik, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memperkuat kedaulatan energi Indonesia di tengah ketidakpastian global. ***

Berita Terkait

PSEL Legok Nangka Olah 2.131 Ton Sampah Jadi Listrik
Pemerintah Percepat Operasional PLTA Batang Toru 510 MW
Komisaris Utama Pertamina Tinjau Fasilitas Energi di Kupang
Bahlil Buka Lelang 118 Blok Migas
Wamen ESDM Tekankan Integritas dan Disiplin Pejabat
Grup MIND ID Salurkan 1.735 Hewan Kurban ke Berbagai Daerah
BRIN dan PalmCo Kembangkan Gas Biomethana dari Limbah Sawit
Dukung Kabupaten Layak Anak, PTBA Raih Apresiasi Pemda

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:08 WITA

PSEL Legok Nangka Olah 2.131 Ton Sampah Jadi Listrik

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:03 WITA

Pemerintah Percepat Operasional PLTA Batang Toru 510 MW

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:32 WITA

Komisaris Utama Pertamina Tinjau Fasilitas Energi di Kupang

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:28 WITA

Bahlil Buka Lelang 118 Blok Migas

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:20 WITA

Wamen ESDM Tekankan Integritas dan Disiplin Pejabat

Berita Terbaru

HUT ke-50, PT TIMAH Kumpulkan 41 Kantong Darah di Bangka Selatan

Korporasi

HUT ke-50, PT TIMAH Kumpulkan 41 Kantong Darah di Bangka Selatan

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:40 WITA

Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi BBM di FT Tanjung Gerem

Korporasi

Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi BBM di FT Tanjung Gerem

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:32 WITA

Harga emas hari ini

Pasar

Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,623 Juta per Gram

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:29 WITA

Pertamina Fasilitasi Sertifikasi Halal untuk 50 UMKM Binaan

Korporasi

Pertamina Fasilitasi Sertifikasi Halal untuk 50 UMKM Binaan

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:25 WITA

PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi untuk 50 Pelajar Luwu Timur

Korporasi

PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi untuk 50 Pelajar Luwu Timur

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:22 WITA