KABARTAMBANG – Kementerian Perindustrian terus memperkuat jaminan kualitas produk emas nasional seiring meningkatnya harga emas global yang mendorong permintaan serta produksi industri perhiasan di dalam negeri.
Penguatan mutu dan keakuratan pengujian kadar emas dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan pasar sekaligus meningkatkan daya saing industri perhiasan Indonesia di pasar internasional.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan industri perhiasan Indonesia menunjukkan kinerja positif sepanjang tahun lalu.
Nilai ekspor barang perhiasan dan barang berharga Indonesia tercatat mencapai 9,1 miliar dolar Amerika Serikat pada 2025.
Angka tersebut meningkat sekitar 65,54 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
“Peningkatan ini menunjukkan bahwa sektor industri perhiasan Indonesia memiliki peluang besar untuk terus tumbuh di pasar internasional,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta.
Ia menegaskan momentum positif tersebut harus dijaga melalui penguatan kualitas serta peningkatan kepercayaan terhadap produk dalam negeri.
Pemerintah Dorong Standar Pengujian Kadar Emas
Seiring meningkatnya produksi dan permintaan global, pemerintah menilai pemastian akurasi pengujian kadar emas menjadi semakin penting.
Peran laboratorium pengujian dinilai sangat strategis untuk memastikan kesesuaian kadar logam mulia sehingga produk yang beredar di pasar memiliki standar kualitas yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah mendorong partisipasi laboratorium dan industri dalam program Penyelenggara Uji Profisiensi atau PUP.
Program tersebut bertujuan menguji kemampuan sejumlah laboratorium dalam melakukan pengujian kadar emas sehingga hasilnya dapat dibandingkan secara objektif.
Melalui mekanisme tersebut diharapkan pengujian emas menjadi lebih akurat, konsisten, dan terpercaya.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari menjelaskan program uji profisiensi menjadi instrumen penting dalam memperkuat standar pengujian industri perhiasan emas Indonesia.
Menurutnya program tersebut membantu laboratorium perusahaan industri menunjukkan keabsahan hasil uji mereka.
Langkah tersebut pada akhirnya diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri emas nasional di pasar global.
Pelaksanaan layanan uji profisiensi di bidang emas dilakukan oleh Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) yang berada di bawah BSKJI.
Program uji profisiensi komoditas emas ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia sehingga menjadi rujukan nasional dalam pemastian mutu pengujian emas.
Kepala BBSPJIKB Zya Labiba menjelaskan layanan tersebut terbuka bagi berbagai sektor, mulai dari industri, instansi swasta, hingga pemerintah.
Program ini juga dapat diikuti oleh laboratorium yang sudah terakreditasi maupun yang belum memiliki akreditasi.
Menurutnya uji profisiensi memiliki sejumlah manfaat penting bagi laboratorium pengujian emas.
Salah satunya sebagai bukti pelaksanaan standar SNI ISO/IEC 17025:2017 terkait pemastian keabsahan hasil pengujian.
Selain itu program tersebut juga membantu laboratorium mengevaluasi kinerja pengujian sekaligus memastikan tingkat akurasi hasil uji terhadap data populasi pengujian.
Dalam pelaksanaannya program ini menggunakan skema simultan, yaitu objek uji didistribusikan untuk diuji secara bersamaan dalam periode waktu tertentu.
Dengan metode tersebut hasil pengujian dari setiap laboratorium dapat dibandingkan secara objektif, terukur, dan transparan.
Melalui program tersebut pemerintah berharap industri emas nasional semakin mampu meningkatkan kualitas produknya sekaligus memperkuat daya saing di pasar global.











