Presiden Ungkap Masih Ada Pengusaha Tambang Nakal

Avatar photo

- Editor

Minggu, 12 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Subianto

KABARTAMBANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan adanya pengusaha tambang nakal yang tetap mengeruk kekayaan alam milik negara, meski Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dipegangnya telah dicabut sejak delapan tahun lalu.

Prabowo mengaku geram karena pengusaha nakal tersebut tidak menghormati hukum yang berlaku di Indonesia. Kekayaan alam yang seharusnya dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, justru dikeruk secara ilegal untuk kekayaan pribadi. Tindakan itu merupakan penghinaan terhadap negara dan para pendiri bangsa.

Demikian disampaikan Prabowo saat Penyerahan Denda Administratif dan Penyelamatan Keuangan Negara yang diselenggarakan di Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Jumat (10/4).

“Sudah ada izin yang dicabut oleh Pemerintah Republik Indonesia, delapan tahun si pengusaha itu ndableg (masa bodoh) terus. Dia laksanakan tambang tanpa izin, dia mentertawakan Republik Indonesia, dia meludahi pengorbanan mereka-mereka yang gugur untuk kemerdekaan Indonesia. Dia tidak hormat sama NKRI,” kata Prabowo.

Karena itu, Prabowo memerintahkan kepada Kejaksaan Agung untuk menindak tegas pengusaha nakal tersebut. “Saya perintahkan Jaksa Agung, tegakkan hukum. Pidanakan! Kita tidak ragu-ragu dan kita tidak gentar,” ucap Prabowo.

BACA JUGA  Menteri ESDM Siapkan Insentif Konversi Motor Bensin ke Motor Listrik

Presiden menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap pelaku penambangan dan perkebunan ilegal di kawasan hutan dilakukan tanpa pandang bulu. Akibatnya, banyak pengusaha-pengusaha nakal yang melakukan perlawanan.

Bahkan, Prabowo menuturkan, para pengusaha nakal ini menggunakan kekayaannya untuk membiayai gerakan-gerakan yang bertujuan menjatuhkan pemerintahan yang sah. Namun pemerintah tidak takut. Prabowo pun meminta jajarannya untuk tidak mundur sedikit pun demi kepentingan rakyat.

“Semakin kita tegas, semakin kita teguh, semakin kita membela rakyat, semakin kita akan dilawan. Semakin kita akan diserang, jangan khawatir. Dia akan menggunakan segala alat, dia akan menggunakan uang yang mereka curi untuk membiayai gerakan-gerakan. Tidak gentar kita, rakyat bersama kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang telah bekerja keras menyelamatkan aset-aset negara bernilai triliunan rupiah.

“Kita tidak akan berhenti. Kita tidak akan gentar. Kita maju terus membela bangsa dan negara. Terima kasih, selamat berjuang. Saya hormat dengan pekerjaan kalian. Kita siap mati di atas jalan yang benar. Membela rakyat adalah pekerjaan yang sangat mulia,” tutupnya.

BACA JUGA  Indonesia Perkuat Diplomasi Energi Lewat Kunjungan ke Jepang

Pada Jumat (10/4) ini, Kejaksaan Agung menyerahkan pengenaan denda administratif dan pemulihan kerugian akibat aktivitas ilegal di dalam kawasan hutan sebesar Rp 11,42 triliun yang disaksikan Prabowo. Ini merupakan hasil penindakan periode Januari-April 2026 yang berasal di antaranya dari denda administratif, PNBP penanganan tindak pidana korupsi, setoran pajak, dan PNBP denda lingkungan hidup.

Adapun sepanjang Oktober 2025 sampai April 2026, Satgas PKH berhasil menyetorkan Rp 31,3 triliun kepada negara yang didapatkan dari penegakan administratif terhadap aktivitas ilegal di dalam kawasan hutan.

Sementara bila dihitung sejak Februari 2025 lalu, Satgas PKH telah berhasil menyelamatkan aset negara sebesar Rp 371 triliun. Satgas PKH juga berhasil menguasai kembali kawasan hutan dari aktivitas perkebunan ilegal seluas 5,89 juta hektare dan pertambangan ilegal seluas 10.257 hektar.

Berita Terkait

Indonesia Amankan Rp11,42 T dari Penertiban Perkebunan dan Tambang Ilegal
Armada Laut Dioptimalkan Jaga Pasokan LPG di Kalimantan dan Sulawesi
Hemat Energi dari Rumah hingga Kantor, Ini Imbauan Menteri ESDM
Menteri ESDM Tinjau Penertiban Tambang Ilegal di Murung Raya
Pengembangan EBT Digenjot Pertamina Demi Stabilitas Energi Nasional
Prabowo Tekankan Hilirisasi Industri untuk Perluas Lapangan Kerja Generasi Muda
Indonesia dan Korea Selatan Perkuat Kolaborasi Energi Rendah Emisi
Penghematan Energi, Pemerintah WFH ASN dan Pegawai Swasta

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 19:40 WITA

Presiden Ungkap Masih Ada Pengusaha Tambang Nakal

Minggu, 12 April 2026 - 19:35 WITA

Armada Laut Dioptimalkan Jaga Pasokan LPG di Kalimantan dan Sulawesi

Minggu, 12 April 2026 - 19:27 WITA

Hemat Energi dari Rumah hingga Kantor, Ini Imbauan Menteri ESDM

Rabu, 8 April 2026 - 14:58 WITA

Menteri ESDM Tinjau Penertiban Tambang Ilegal di Murung Raya

Sabtu, 4 April 2026 - 22:33 WITA

Pengembangan EBT Digenjot Pertamina Demi Stabilitas Energi Nasional

Berita Terbaru

Warga mengikuti edukasi pencegahan TBC dalam kegiatan promosi kesehatan PT Vale di Kolaka

Korporasi

PT Vale Gelar Kampanye TBC di Kolaka

Minggu, 12 Apr 2026 - 20:04 WITA

Kapal LPG Pertamina sandar di terminal untuk distribusi energi ke wilayah Sulawesi dan sekitarnya

Korporasi

Kapal LPG Pertamina Jangkau Wilayah 3T

Minggu, 12 Apr 2026 - 19:56 WITA

Anak-anak di Taman Sari Sungailiat yang menjadi ruang publik multifungsi di Kabupaten Bangka. Foto Bukit Asam/Web

Korporasi

Taman Sari Sungailiat Kian Aktif, Jadi Pusat Olahraga dan Edukasi

Minggu, 12 Apr 2026 - 19:53 WITA

PT Antam. Dok

Korporasi

Lima Unit Operasi ANTAM Sabet PROPER Hijau dari KLH

Minggu, 12 Apr 2026 - 19:49 WITA

Warga menerima paket sembako dalam program pasar murah Pertamina di Kabupaten Tuban Jawa Timur

Korporasi

Pertamina Gelar Pasar Murah untuk Warga Prasejahtera

Minggu, 12 Apr 2026 - 19:46 WITA