KABARTAMBANG – PT TIMAH (Persero) Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan kreativitas generasi muda di wilayah operasional perusahaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mendorong anak muda lebih produktif, inovatif, serta mampu mengembangkan potensi di berbagai bidang, mulai dari seni budaya hingga kegiatan kreatif berbasis masyarakat.
Sejumlah inisiatif telah dijalankan PT TIMAH, di antaranya penyediaan sarana dan prasarana, program pemberdayaan komunitas, hingga membuka ruang ekspresi bagi generasi muda agar dapat terus berkarya.
Perusahaan juga aktif mendukung kegiatan kepemudaan yang membawa nilai positif dan berkontribusi terhadap pelestarian budaya lokal. Keterlibatan anak muda dalam aktivitas kreatif diharapkan mampu memperkuat identitas daerah sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Salah satu contohnya terlihat di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. PT TIMAH memberikan dukungan kepada pemuda setempat dalam pelaksanaan festival tahunan lampu colok sebagai bagian dari pelestarian tradisi masyarakat.
Pada Ramadan lalu, perusahaan membantu sejumlah kelompok pemuda di Kecamatan Kundur Barat, seperti Ikatan Pemuda/Pemudi Layang, Ikatan Pemuda Kosonk Kobel Darat Desa Sawang Laut, serta Himpunan Pemuda Pemudi Mukalimus Kecamatan Sawang, untuk membangun gerbang hias lampu colok.
Ketua Himpunan Pemuda Pemudi Mukalimus, Azyar, menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Menurutnya, bantuan yang diberikan sangat membantu persiapan festival yang rutin digelar setiap tahun di Karimun.
Ia menjelaskan, dukungan itu dimanfaatkan untuk pemasangan lampu listrik sejak malam ke-27 Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri. Tahun ini, kelompoknya membangun gerbang berbentuk masjid di kawasan Pantai Mukalimus dan menghiasinya dengan lampu neon.
Selain itu, PT TIMAH juga mendukung komunitas Babel Bass Community dalam penyelenggaraan workshop musik bertajuk A Night of Collaboration. Kegiatan tersebut menghadirkan musisi nasional asal Jakarta, Franky Sadikin.
Kehadiran praktisi musik nasional itu diharapkan memberi wawasan baru sekaligus meningkatkan kualitas musikal para pelaku seni lokal di Bangka Belitung.
Ketua panitia kegiatan, Anggi Yansyah, mengatakan dukungan PT TIMAH sangat berarti bagi perkembangan ekosistem seni di daerah dan berharap kolaborasi serupa terus berlanjut.
Di sektor olahraga, PT TIMAH sebelumnya juga turut mendukung turnamen bola voli Karang Taruna di Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan.
Ketua panitia Karang Taruna Rias Cup I, Imam, menilai turnamen tersebut menjadi momentum penting membangkitkan semangat olahraga di tingkat desa sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
Ia menyebut dukungan PT TIMAH berperan besar terhadap suksesnya kegiatan, baik melalui fasilitas, pembinaan, maupun penghargaan bagi atlet.
Tak hanya berdampak pada olahraga, turnamen itu juga menggerakkan perekonomian warga. Selama kegiatan berlangsung, digelar bazar UMKM yang melibatkan sedikitnya 30 pelaku usaha dari Desa Rias.
Menurut Imam, dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat cukup besar karena usaha kecil tumbuh, perputaran ekonomi meningkat, dan manfaatnya masih dirasakan hingga saat ini.
Melalui berbagai program tersebut, PT TIMAH menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendukung generasi muda agar berkembang, berdaya saing, dan mampu memberi kontribusi positif bagi daerahnya.











